Banyak yang Dihentikan, Uji Coba Obat Potensial Covid-19 Tak Berhasil

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 08:23 WIB
Banyak yang Dihentikan, Uji Coba Obat Potensial Covid-19 Tak Berhasil
Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19.[Reuters]

Suara.com - Saat ini negara-negara maju sedang berlomba-lomba mencari dan mengembangkan obat penangkal dari virus corona. Salah satunya adalah Remdesivir.

Remdesivir merupakan salah satu obat yang dianggap sebagai prospek terbaik untuk mengobati Covid-19. Bahkan ini adalah salah satu obat yang diklaim Donald Trump "menjanjikan".

Dilansir dari The Guardian, Remdesivir telah dilakukan uji coba pada 237 pasien, hasilnya tidak bekerja. Percobaan juga dihentikan lebih awal karena adanya efek samping.

The Guardian menyebutkan berita mengenai gagalnya uji coba obat ini telah diposting pada database uji klinis Organisasi Kesehatan Dunia, tetapi kemudian dihapus. Seorang juru bicara WHO mengatakan dokumen tersebut diunggah karena kecelakaan.

"Draf dokumen diberikan oleh penulis kepada WHO dan secara tidak sengaja diposting di situs web dan dihapus segera setelah kesalahan diketahui. Naskah sedang menjalani tinjauan dan kami menunggu versi final sebelum komentar WHO, ”kata Tarik Jasarevic, juru bicara WHO dikutip dari Theguardian.com.

Obat ini merupakan hasil racikan yang dibuat oleh perusahaan AS Gilead Sciences. Termasuk dalam obat antivirus yang diuji coba di Ebola, tetapi gagal menunjukkan manfaat di Afrika.

Banyak dokter telah memberikan remdesivir kepada pasien dengan “alasan kasih sayang” tanpa menunggu hasil uji coba. Karena cukup diminati, bahkan hingga uji coba pengobatan Covid-19 terbesar di dunia yang bertempat di Oxford belum dapat dilaksanakan, karena para peneliti tidak dapat memperoleh pasokan Remdesivir ini.

Beberapa dokter China juga akhirnya menghentikan uji pada pasien dengan gejala Covid-19 yang parah. Namun pihak Gilead masih mengklaim bahwa obat tersebut bisa berguna, mungkin pada pasien dengan versi penyakit yang lebih ringan.

Dalam percobaan, 158 pasien secara acak ditugaskan untuk diberi remdesivir, sementara 79 lainnya memiliki perawatan standar dengan plasebo. Tidak ada perbedaan antara kedua kelompok pasien tersebut dengan waktu pemulihan. Hanya di bawah 14% dari mereka yang menggunakan remdesivir meninggal, dibandingkan dengan hampir 13% dari mereka yang tidak memakai pengobatan.

“Dalam penelitian ini pada pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 yang parah, [yang] dihentikan sebelum waktunya, remdesivir tidak dikaitkan dengan manfaat klinis atau virologi,” tulis laporan tersebut di situs web WHO.

Laporan tersebut menambahkan: “Remdesivir dihentikan lebih awal pada 18 (11,6%) pasien karena efek samping, dibandingkan dengan 4 (5,1%) pada kelompok kontrol.” Tidak ada rincian dalam laporan singkat tentang efek samping dari obat tersebut.

Remdesivir adalah salah satu dari sekian obat yang mendapat banyak dukungan dari dokter dan politisi sebagai obat potensial untuk Covid-19. Ada juga yang yang memberikan pasien hydroxychloroquine, versi lain dari klorokuin antimalaria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Vaksin, Ratusan Orang Merelakan Diri untuk Terinfeksi Virus Corona

Demi Vaksin, Ratusan Orang Merelakan Diri untuk Terinfeksi Virus Corona

Health | Kamis, 23 April 2020 | 13:40 WIB

Tolak Klorokuin sebagai Obat Covid-19, Dokter AS Dimutasi

Tolak Klorokuin sebagai Obat Covid-19, Dokter AS Dimutasi

News | Kamis, 23 April 2020 | 10:55 WIB

Peserta Uji Coba Vaksin Corona Akan Dibayar Rp 11,9 Juta, Berminat?

Peserta Uji Coba Vaksin Corona Akan Dibayar Rp 11,9 Juta, Berminat?

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB

Kejagung Geledah Kantor KSOP Kalsel dan Kalteng Terkait Kasus Korupsi Samin Tan

Kejagung Geledah Kantor KSOP Kalsel dan Kalteng Terkait Kasus Korupsi Samin Tan

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:22 WIB

Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?

Soal WFH ASN Jumat, Legislator PDIP Beri Sindiran: Saya Bingung, Apa Dasarnya Memilih Long Weekend?

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:21 WIB

Cara Memperbaiki Data NISN yang Salah dan Tidak Sesuai

Cara Memperbaiki Data NISN yang Salah dan Tidak Sesuai

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:21 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gibran Sampaikan Duka Cita: Saya Dukung Penuh Investigasi PBB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gibran Sampaikan Duka Cita: Saya Dukung Penuh Investigasi PBB

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:15 WIB

Masih Berlangsung, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Kasus Suap Ijon Bekasi

Masih Berlangsung, KPK Geledah Rumah Ono Surono di Kasus Suap Ijon Bekasi

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:15 WIB

Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak

Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:15 WIB

Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran

Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:14 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Minta Investigasi Menyeluruh: Jangan Terburu-Buru Tarik Pasukan

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:12 WIB

Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel

Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:07 WIB