Pengajuan PSBB Ditolak, Gubernur Gorontalo: Jangan Samakan Dengan Jawa

Chandra Iswinarno Suara.Com
Selasa, 28 April 2020 | 04:40 WIB
Pengajuan PSBB Ditolak, Gubernur Gorontalo: Jangan Samakan Dengan Jawa
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. [Gopos.id/Humas Pemprov]

Suara.com - Usulan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diajukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) ditolak pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan. Namun saat ini, Pemprov Gorontalo kembali mengajukan PSBB untuk kali kedua.

Tetapi, bila usulan tersebut tetap tak disetuji, Pemprov Gorontalo akan mengambil kebijakan sendiri dalam pembatasan sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dia mengemukakan, usulan PSBB diajukan untuk melindungi rakyat Gorontalo, terutama dalam memutus rantai penularan Virus Corona atau Covid-19.

“Dampak diberlakukannya PSBB sudah kita pikirkan. Bila ini (usulan PSBB kedua) ditolak, maka saya mau ambil kebijakan sendiri. Saya ingin melindungi rakyat saya, dan ini sesuai dengan isntruksi Bapak Presiden dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19," katanya seperti dilansir Gopos.id-jaringan Suara.com, Senin (27/4/2020).

Menurut Rusli, PSBB yang diusulkan pihaknya hanya dua. Pertama, menutup semua jalan masuk ke Gorontalo, kecuali angkutan logistik dan kedua, membatasi aktivitas masyarakat.

Dia mengemukakan, aktivitas warga di luar rumah hanya diperkenakan dari pukul 06.00 WITA hingga pukul 17.00 WITA.

“Lewat dari pukul 17.00 WITA semua warga harus berada di dalam rumah,” tegasnya.

Lebih jauh, Rusli mengaku prihatin dengan berbagai macam syarat aturan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan penanganan Covid-19. Sementara gubernur bersama bupati/wali kota paling paham dengan kondisi daerah Gorontalo.

“Dalam video conference, para bupati/wali kota setuju Gorontalo ditutup total. Baik jalur darat, laut maupun udara,” katanya.

Baca Juga: Menkes Terawan Tolak Permohonan PSBB Pemprov Gorontalo, Ini Alasannya

Rusli pun menegaskan kepada pemerintah pusat agar tidak menyamakan daerah Gorontalo dengan daerah lain di Jawa. Sebab dari sisi fasilitas maupun sarana dan prasarana yang tersedia jauh berbeda.

“Di Jawa, fasilitas rumah sakitnya banyak. Dokter ahlinya banyak, peralatannya juga canggih. Nah kami di Gorontalo. Rumah sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo sudah hampir full. Dokter ahli paru hanya ada dua."

Terkait bahan pokok, kata Rusli, pihaknya sudah menyiapkan. Saat ini, jelas Rusli, stok beras di Gorontalo bisa mencukupi hingga Desember 2020.

Begitu pula stok gula di gudang PG Tolangohula ada sekitar 3.000 ton. Demikian pula untuk ikan segar, saat ini tersedia sekitar 21 ton.

“Kalau tidak dibatasi, orang-orang ini ke sana-kemari,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI