Imbas Pandemi, Petani Ingin Warga Belgia Lebih Sering Makan Kentang Goreng

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 29 April 2020 | 03:30 WIB
Imbas Pandemi, Petani Ingin Warga Belgia Lebih Sering Makan Kentang Goreng
Ilustrasi kentang goreng. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona membuat industri kentang di Belgia tumbang. Sekitar 750 ribu ton kentang kini menimbun di gudang-gudang lantaran orderan yang sepi.

Belgia merupakan salah satu negara pengekspor produk kentang dunia. Setiap tahun, Belgia mengirimkan lebih dari 1,5 juta ton ke lebih dari 100 negara. Namun, kini perdagangan kentang dunia tengah lesu.

Melansir dari laman BBC, warga Belgia dikenal gemar mengonsumsi kentang goreng atau frites, sembari dicocol ke saus mayonanes. Selama pandemi, para petani ingin warga Belgia meningkatkan frekuensi menyantap kentang.

"Mari kita makan kentang goreng dua kali seminggu, bukan hanya sekali," ujar Romain Cools, petani kentang dari serikat petani kentang Belgapom.

Wabah virus corona membuat para petani kentang kewalahanan. Sejak pertengahan Maret, beberapa restoran dan pasar yang biasanya menerima kentang dari petani telah tutup.

Selain itu, pembatalan festival musim semi dan musim panas di Belgia semakin membuat petani kentang nelangsa karena hasil kebunnya tak bisa disalurkan.

Menurut RTBF, seorang petani kentang Belgia, John Van Merhaeghe meragukan soal harga yang ditawarkan oleh pabrik. Ia pesimis akan mendapatkan harga yang layak.

"Jika mereka membeli tambahan, harga yang ditawarkan £ 13 atau setara dengan Rp 250 ribu per ton, harga itu 10 kali lebih rendah dari harga yang dicantumkan dalam kontrak," kata John.

Sementara petani kentang lain yang enggan disebutkan namanya, berharap pemerintah Belgia dapat memberikan bantuan kepada para petani seperti yang dilakukan pemerintah Belanda.

baca juga

Pemerintah Belanda menyediakan € 50 atau setara Rp 837 ribu per ton untuk para petani, "dan sejauh ini, kami (petani kentang Belgia) tidak mendapatkan hal seperti itu," ujar dia.

Menurut laporan sebuah media Belgia, Belgapom berencana akan mengirimkan 25 ton kentang per satu minggu ke bank makanan yang ada di Flanders. Hal ini dilakukan supaya kentang yang ada tak membusuk secara percuma.

Tak hanya Belgia, krisis di industri kentang juga menghantam wilayah Hauts-de-France, Prancis. Sebanyak hampir 500 ribu ton kentang masih menunggu untuk dibeli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Corona, Juara French Open Banting Setir Kerja di Supermarket

Gara-gara Corona, Juara French Open Banting Setir Kerja di Supermarket

Sport | Selasa, 28 April 2020 | 14:42 WIB

Hubungan Perubahan Iklim, Kesehatan & Pengaruhnya Terhadap Pandemi Covid-19

Hubungan Perubahan Iklim, Kesehatan & Pengaruhnya Terhadap Pandemi Covid-19

Health | Selasa, 28 April 2020 | 14:11 WIB

Pandemi Corona, Robot Ini Bantu Warga Belanja Makanan

Pandemi Corona, Robot Ini Bantu Warga Belanja Makanan

Tekno | Selasa, 28 April 2020 | 13:30 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×