Antisipasi Masalah Jiwa Saat Pandemi Corona, KSP Luncurkan Layanan 'Sejiwa'

Rabu, 29 April 2020 | 12:43 WIB
Antisipasi Masalah Jiwa Saat Pandemi Corona, KSP Luncurkan Layanan 'Sejiwa'
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko memberi arahan kepada tenaga profesional Kantor Staf Presiden di Ruang Rapat Utama Gedung Bina Graha, Komplek Istana. (Foto dok. Kantor Staf Presiden)

Suara.com - Masalah Kejiwaan Mencuat Saat Pandemi Covid-19, Pemerintah Luncurkan Layanan Psikologi "Sejiwa"

Pemerintah meluncurkan layanan psikologi untuk sehat jiwa (Sejiwa). Layanan tersebut ditujukan bagi masyarakat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Layanan ini diluncurkan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melalui tayangan streaming di akun Youtube KSP, Rabu (29/5/2020).

Moeldoko menyebut, layanan Sejiwa diluncurkan bagi masyarakat yang kekinian menghadapi situasi yang tak menentu dan ditambah dengan banyaknya pemberitaan bohong ihwal kasus Covid-19.

"Sejiwa ini sangat penting karena masyarakat menghadapi situasi yang tidak menentu, ditambah lagi atau diperburuk oleh pemberitaan media sosial yang kadang-kadang banyak menyesatkan, hoaks, itu menambah kondisi yang tidak baik bagi masyarakat indonesia," kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menyetujui layanan Sejiwa bagi masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, maka pemerintah hari ini dapat meluncurkan layanan Sejiwa.

"Alhamdulillah Presiden menyetujui dan langsung kita rumuskan langkah-langkah berikutnya dan hari ini bisa meluncurkan Sejiwa," katanya.

Mantan Panglima TNI tersebut mengatakan, ancaman psikologi bermunculan dari banyaknya aduan yang masuk. Merujuk pada data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK), selama kurun waktu 16 Maret hingga 30 Maret 2020, terdapat sejumlah kasus kekerasan, pelecehan, KDRT seksual, hingga pornografi.

"Selama 16 hingga 30 Maret 2020 terdapat 59 kasus kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, dan online pornografi yang terjadi. di antara kasus tersebut 17 di antaranya adalah kasus KDRT. KDRT yang ternyata fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia," ujar Moeldoko.

Baca Juga: KSP Bantah Pernyataan Ngabalin Soal Staf Positif Corona, Jansen PD Heran

Moeldoko memaparkan data kekerasan semacam itu di sejumlah negara. Kata dia, Sekjen PBB telah menyatakan bahwa tekanan sosial turut meningkat akibat pandemi Covid-19.

Tekanan pandemi Covid-19 turut berimbas pada sektor perempuan dan anak. Misalnya di Afrika Selatan, terdapat sebanyak 90 ribu laporan tentang kasus KDRT.

"Sekjen PBB menyatakan bahwa meningkatnya tekanan sosial akibat pandemi covid19 telah menyebabkan meningkatnya kasus kdrt pada perempuan dan anak. Di Prancis hingga sepertiga kasus dalam seminggu. Afrika Selatan laporkan 90 ribu kasus pengaduan KDRT," ungkapnya.

Setali tiga uang, kasus KDRT juga terjadi di Negeri Kangguru, Australia. Tercatat, angka kasus KDRT mencapai rasio angka 75 persen selama pandemi Covid-19.

Merujuk dari data tersebut, kata Moeldoko, tidak mengherankan jika Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa selama pandemi, 20 persen adalah masalah kesehatan. Sisanya, persoalan psikologi.

"Melihat perkembangan ini, tidak heran bila laporan Gugus Tugas menyampaikan bahwa persoalan covid19 adalah 20% persoalan kesehatan, 80% persoalan psikologi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI