Kisah Warga Miskin Terdampak Corona, Bingung Beli Masker atau Makanan

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 29 April 2020 | 17:57 WIB
Kisah Warga Miskin Terdampak Corona, Bingung Beli Masker atau Makanan
Warga India Memakai Masker. (Reuters)

Suara.com - Semenjak pandemi virus corona, harga masker mengalami lonjakan, pun terkadang sulit dicari.

Hal ini menimbulkan permasalahan tersendiri bagi warga dengan ekonomi kecil dan memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di luar rumah.

Pasalnya, beberapa negara kini mulai mewajibkan pemakaian masker bagi warga yang beraktivitas di luar rumah guna menekan sebaran Covid-19.

Kondisi pandemi dan aturan memakai masker membuat Hayatullah Khan kebingungan.

Mengutip dari laman Asia One, Khan merupakan seorang pekerja asal Afghanistan yang penghasilannya turun dihantam corona.

Guna menyambung ekonomi keluarganya, Khan tidak punya pilihan lain selain pergi meninggalkan rumah untuk bekerja.

Tapi di lain sisi, ia merasa kesulitan untuk membeli masker mengingat penghasilannya yang tidak banyak.

"Saya mendapatkan kurang dari 100 afghani (Rp 20.000) hari ini. Apa yang harus saya lakukan?," kata Khan kepada Reuters.

"Apakah saya harus membeli masker atau makanan untuk keluarga saya?," sambungnya.

baca juga

Memakai masker di tempat umum kini merupakan hal wajib di negara-negara seperti India, Pakistan, Sri Lankan, Afghanistan, dan Bangladesh. Tingginya permintaan pasar akan masker pun membuat harga mengalami lonjakan.

Naiknya harga masker tentu saja membuat orang-orang berpenghasilan kecil seperti Khan dirundung dilema.

Apakah dia harus membeli masker guna melindungi diri dari virus, tapi cukup menguras penghasilannya, atau tidak membeli masker tapi melanggar aturan yang ada.

Hashan, seorang warga yang tinggal di daerah kumuh di kota Kolombo, Sri Lanka, juga merasakan kesulitan membeli masker lantaran harganya yang mahal.

"Sebelumnya kami membeli masker sekali pakai seharga 15 rupee (Rp 1.195), tapi kini tak ada yang menjual dengan harga itu, beberapa menjualnya seharga 75 rupee (Rp 5.989)," kata Hashan.

Alhasil, sambung Hashan, dia dan sebagian besar orang di daerahnya lebih memilih menggunakan masker buatan sendiri.

Juru bicara Oxfam di Asia Nipuna Kumbalathara, mengatakan kasus-kasus seperti Hashan sebagai tanda diperlukannya investasi publik yang lebih besar.

"Sudah jelas jika orang dengan ekonomi sulit yang tak kesusahan untuk mencari makan, tidak mampu membayar alat kesehatan, tes, atau perawatan," kata Kumbalathara yang juga mendesak pemerintah untuk menyediakan alat pelindung kesehatan bagi warga miskin dan rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seberapa Sering Kamu Harus Mencuci Masker Kain dan Bagaimana Caranya?

Seberapa Sering Kamu Harus Mencuci Masker Kain dan Bagaimana Caranya?

Your Say | Rabu, 29 April 2020 | 15:54 WIB

Tak Pakai Masker Saat Kunjungi RS, Wakil Presiden AS Mike Pence Dikecam

Tak Pakai Masker Saat Kunjungi RS, Wakil Presiden AS Mike Pence Dikecam

Health | Rabu, 29 April 2020 | 11:50 WIB

Ditolak Masuk Supermarket karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Tampar Pegawai

Ditolak Masuk Supermarket karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Tampar Pegawai

News | Selasa, 28 April 2020 | 19:03 WIB

Terkini

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

×