Kisah Mantan TKI Ilegal di Malaysia yang Kelola Sekolah Anak Pekerja Migran

Arsito Hidayatullah

Kamis, 30 April 2020 | 15:00 WIB
Kisah Mantan TKI Ilegal di Malaysia yang Kelola Sekolah Anak Pekerja Migran
Nurjanita Tappa, mantan TKI ilegal yang kini mengelola sekolah untuk anak-anak pekerja migran di Malaysia. [BBC]

Untungnya, anak-anak di kelas sudah diberitahu terlebih dulu bahwa Nur sedang belajar menjadi tenaga pendidik bagi rekan-rekan mereka yang berada di pedalaman.

"Latar belakang kami bukan guru, tapi kami harus mengajarkan tiga M (menulis, membaca, menghitung) sehingga kami harus menyesuaikan dengan sekolah formal dengan sembilan pelajaran, sampai sekarang kami harus mengikuti Kurikulum 13," jelasnya.

Nur merujuk pada kurikulum yang berlaku dalam sistem pendidikan Indonesia sejak tahun 2013. Pusat-pusat kegiatan belajar masyarakat yang mayoritas siswanya keturunan WNI juga menerapkan kurikulum itu.

Tak jarang ia bersama guru-guru lainnya harus belajar sendiri, menelepon sesama guru di sekolah lain untuk mencari tahu, dan juga belajar dari guru pendamping SIKK.

Nurjanita juga merintis pusat-pusat pembelajaran masyarakat lain di kawasan perkebunan, yaitu CLC 25 Ladang Cepat, Tempat Kegiatan Belajar (TKB) Ladang Pilajau, dan kini tengah merintis TKB satu lagi.

Pada tahun 2018 ia menyelesaikan kuliah dengan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan pada tahun yang sama ia pun lulus mengikuti seleksi guru bina.

Bagi anak-anak keturunan pekerja migran, sekolah yang dijalankan oleh Nurjanita dan lima guru lainnya tersebut menawarkan harapan agar mereka tidak harus mengikut jejak orang tua menjadi buruh ladang.

Berusia 16 tahun, Siti Nor Cahyati, misalnya, berharap dapat melanjutkan sekolah menengah atas di Pulau Jawa, Indonesia, karena sekolahnya sekarang hanya sampai pada kelas sembilan.

"Mau belajar di Jawa, lebih baik. Kalau dilihat, Indonesia itu nyaman, santai," ujarnya dalam bahasa Indonesia campuran Melayu. Ia mengenal Indonesia dari para guru di sekolah.

baca juga

Meskipun serumpun, bahasa menjadi kendala dalam proses belajar mengajar, sebab seperti Siti, anak-anak bertutur dalam bahasa Malaysia sehari-harinya. Di sekolah, mereka diberikan materi dalam bahasa Indonesia baku.

"Ketika anak-anak tidak mengerti dengan bahasa Indonesia, maka gurunya harus mengartikan ke bahasa Melayu," Nurjanita menjelaskan.

Dukungan pemerintah Indonesia

Sabah tercatat sebagai salah satu negara bagian Malaysia yang paling banyak ditempati anak-anak keturunan TKI. Setidaknya 27.600 anak terdaftar di pusat-pusat kegiatan belajar masyarakat seperti CLC 3 di Ladang Lumadan.

Angka itu belum termasuk mereka yang tidak mendapat akses pendidikan, diperkirakan 10.000 hingga 15.000 anak, menurut Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu, Krishna Djelani, dengan wilayah kerja Negara Bagian Sabah.

Diutarakannya, pemerintah Indonesia terus memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah Indonesia, setidaknya dalam tiga bentuk.

"Bantuan beasiswa ADIKTI (Afirmasi Pendidikan Tinggi) dan ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah). Selain itu ada juga bantuan operasional untuk sekolah-sekolah, peralatan sekolah, bantuan untuk keterampilan. Dan ada juga ada bantuan untuk guru-guru.

Guru-guru yang ia maksud adalah tenaga pendidik yang dikirim langsung dari Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan guru lokal yang direkrut oleh perusahaan-perusahaan tempat TKI bekerja.

"Itu pun kita berikan tambahan insentif, kalau tidak salah, yang guru lokal sekitar Rp2 juta per bulan. Nah itu bantuannya dari pemerintah Indonesia," tambah Krishna Djelani dalam wawancara dengan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Bantuan seperti itu, menurut pengelola CLC3 Ladang Lumadan, Nurjanita, amat penting untuk memastikan anak-anak mendapat akses pendidikan, di wilayah Malaysia tetapi dengan kurikulum Indonesia.

Kecuali sudah menjadi penduduk tetap, mereka tidak boleh mengakses pendidikan di sekolah negeri Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Izinkan Pekerja Migran Pulang ke Kampung Halaman, Tapi...

India Izinkan Pekerja Migran Pulang ke Kampung Halaman, Tapi...

News | Kamis, 30 April 2020 | 10:28 WIB

Ingin Pulang Kampung, Ratusan Pekerja Migran Venezuela Tertahan di Bogota

Ingin Pulang Kampung, Ratusan Pekerja Migran Venezuela Tertahan di Bogota

News | Kamis, 30 April 2020 | 08:04 WIB

Menlu Retno Sebut 68.129 WNI Dari Malaysia Sudah Pulang ke Indonesia

Menlu Retno Sebut 68.129 WNI Dari Malaysia Sudah Pulang ke Indonesia

News | Rabu, 29 April 2020 | 20:49 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×