Sujiwo Tejo: Makin Lama Orang Makin Tidak Takut Corona

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Rabu, 06 Mei 2020 | 12:51 WIB
Sujiwo Tejo: Makin Lama Orang Makin Tidak Takut Corona
Sujiwo Tejo - (Instagram/@president_jancukers)

Suara.com - Budayawan Sujiwo Tejo secara tegas menolak wacana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang belakangan santer diperbincangkan.

Menurut Sujido Tejo, kebijakan tersebut membahayakan karena berpotensi memicu persoalan baru.

Ia menganalogikan hal tersebut dengan ulah maling yang kembali menyasar korbannya.

"Kan kebanyakan kalo habis kecurian di satu kampung, malam berikutnya patroli aturannya diperketat. Padahal biasanya maling balik lagi," ujarnya ketika menjadi narasumber ILC TV One, Rabu (5/5/2020) malam.

Pria yang karib disapa Presiden Jancukers itupun mengatakan mestinya pemerintah memperketat penerapan PSBB di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Sebab, menurutnya semakin lama orang cenderung akan menganggap virus corona sebagai hal yang biasa.

Padahal, sudah memahami bahwa virus tersebut membahayakan bagi keselamatan.

"PSSB ini jangan dikendorkan tapi malah makin diperketat karena kita makin lama cenderung makin biasa," kata Sujiwo Tejo.

Ia pun kembali memberikan analogi bahwa kelak respons masyarakat terhadap wabah virus coron serupa dengan orang yang melihat orang cantik.

baca juga

"Kalau kita nikah sama orang kan makin lama makin biasa. Mau dia kayak Raisa atau siapa, nantinya bakal biasa"

"Kalau tiap hari diteror oleh corona makin lama makin nggak takut lho orang," sambungnya.

Sujiwo Tejo angkat bicara soal wacana pelonggaran PSBB. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)
Sujiwo Tejo angkat bicara soal wacana pelonggaran PSBB. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Selepas itu, Sujiwo Tejo pun menyinggung soal bangsa-bangsa besar yang hancur bukan karena perang melainkan virus.

"Saya mau ingatkan, kalau kita lihat Suku Aztec, Inca, Suku Maya, mereka tidak punah karena perang lho tapi karena virus," tukas Sujiwo Tejo.

Maka dari itu, ia memperingatkan agar orang tidak bersikap sombong menghadapi virus corona.

"Jangan-jangan kita memang harus punah, karena kita nggak boleh sombong," imbuhnya.

Apalagi, kehidupan makhluk-makhluk sebelum manusia hanya berlangsung singkat, sehingga tidak ada yang bisa menjamin umur seseorang.

"Homo sapiens itu umurnya baru 200 ribu tahun. Homo erecktus 200 juta tahun. Kita belum bisa yakin kita tak akan punah, bisa berubah kita nggak tahu," ucapnya.

Begitu pula dengan prediksi yang menyebut wabah virus corona akan berakhir bulan Juni. Sujiwo Tejo mengisyaratkan keraguan akal prediksi tersebut.

"Karena time tablenya bukan manusia yang menentukan," kata Sujiwo Tejo memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Budi Karya: Bu Neng Gak Boleh Mudik, Tapi Jika Tugas ke Tasik Monggo

Menhub Budi Karya: Bu Neng Gak Boleh Mudik, Tapi Jika Tugas ke Tasik Monggo

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:22 WIB

Bisakah Pendingin Udara Menyebarkan Virus Corona Covid-19?

Bisakah Pendingin Udara Menyebarkan Virus Corona Covid-19?

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:19 WIB

Ada Penumpang Positif Corona, Alasan KRL Depok, Bogor, Bekasi Harus Distop

Ada Penumpang Positif Corona, Alasan KRL Depok, Bogor, Bekasi Harus Distop

Jabar | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:17 WIB

Bisa Deteksi Masalah Pernapasan, Peneliti Kembangkan Sensor Corona Covid-19

Bisa Deteksi Masalah Pernapasan, Peneliti Kembangkan Sensor Corona Covid-19

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:24 WIB

CEK FAKTA Covid-19: Benarkah Jaringan 5G Melemahkan Imunitas Tubuh?

CEK FAKTA Covid-19: Benarkah Jaringan 5G Melemahkan Imunitas Tubuh?

Video | Rabu, 06 Mei 2020 | 12:15 WIB

Terkini

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu

Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:51 WIB

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Bogor | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB

4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!

4 OOTD Vacation Chic ala Yeri Red Velvet, Nyaman dan Tetap Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:15 WIB

×