Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Ini Kata PLN

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Masyarakat Keluhkan Tagihan Listrik Naik, Ini Kata PLN
Ilustrasi logo PLN. [Antara]

Hingga Rabu (6/5/2020), khusus di DKI Jakarta, PLN telah berhasil menangani 2.200 pengaduan.

Suara.com - Masyarakat mengeluhkan tagihan  listrik yang membengkak pada Mei 2020. Hal tersebut menyusul diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), akibat pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, PT PLN (Persero) mengatakan, adanya peningkatan tagihan rekening listrik Bulan April disebabkan karena adanya selisih tagihan rekening di bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan karena PLN tertib melakukan kebijakan protokol physical distancing, yang menyebabkan petugas catat meter tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung. Untuk itu, tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik 3 bulan terakhir (Desember, Januari, Februari).

Pada Bulan Maret, masyarakat sudah melakukan PSBB, sehingga terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah. Hal ini menyebabkan terjadinya selisih antara jumlah penggunaan riil dengan pencatatan (yang didasarkan angka rata-rata seama tiga bulan).

Selisih ini kemudian terakumulasi ke dalam rekening Aulan April dan ditagihkan pada rekening Bulan Mei.

"Untuk tagihan di Bulan Mei, dihitung dari tagihan di Bulan April yang ter-pending, akibat PSBB. Petugas PLN tidak melakukan pengecekan karena PSBB,  sehingga perhitungan di Bulan April itu berdasarkan dari rata-rata bulan Desember, Januari dan Februari," ujar Executive Vice President Communication and CSR PLN, I Made Suprateka.

“Kami pastikan bahwa PLN tidak menaikkan tarif listrik.Berdasarkan data kami, konsumsi daya di tingkat rumah tangga selama Bulan Maret dan April memang cenderung meningkat, akibat PSBB,” tambahnya.

PLN Responsif Tanggapi Keluhan Pelanggan

PLN telah merespons secara cepat pengaduan-pengaduan terkait tagihan listrik yang diterima melalui Contact Center PLN 123. Hingga Rabu (6/5/2020), khusus di DKI Jakarta, PLN telah berhasil menangani 2.200 pengaduan dari 2.998 pengaduan yang masuk.

Tidak hanya itu, petugas di lapangan siap mendatangi rumah pelanggan apabila ditemukan ketidakwajaran tagihan.

"Kami berupaya dengan cepat dan tepat dalam menyelesaikan pengaduan yang ada. Hingga saat ini, lebih dari 73 persen pengaduan telah diselesaikan. Dari 2200 yang sudah diselesaikan, 94 persen datanya sesuai dengan pemakaian pelanggan dan dibuktikan dengan stand meter pelanggan sesuai dengan data kWh meter PLN yang tertera disistem PLN," ujar General Manager Unit Induk Distribusi Jakarta, Ikhsan Ahsaad.

Selain itu, riwayat pemakaian listrik juga dapat dilihat melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www.pln.co.id.

Bagi pelanggan yang ingin melakukan pengecekan terhadap catatan pemakaian listrik bisa dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile, website www.pln.co.id, dan Contact Center PLN 123.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS