Serial Drama Ramadan Berkisah Umat Yahudi di Arab Picu Kontroversi

Bangun Santoso

Minggu, 10 Mei 2020 | 07:23 WIB
Serial Drama Ramadan Berkisah Umat Yahudi di Arab Picu Kontroversi
Serial drama Ramadan berkisah umat Yahudi memicu perdebatan. (Foto:Al Fahad establishmen for art production and distibution / Reuters / via VOA)

Suara.com - Sebuah drama televisi yang menceritakan kisah seorang bidan Yahudi ditayangkan di stasiun televisi yang dikendalikan pemerintah Arab Saudi, MBC, selama bulan Ramadan.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Reuters, serial TV itu memicu kritik akibat upaya yang tampak untuk mempromosikan “normalisasi” Arab alias upaya terang-terangan untuk mengubah pandangan dunia Arab terhadap Israel, sehingga terbuka jalan terbentuknya hubungan resmi negara-negara di jazirah Arab dengan Israel.

Di sisi lain, drama televisi itu juga menuai pujian atas eksplorasi yang jarang dilakukan untuk mengungkap sejarah sosial kawasan Teluk itu.

“Kita harus mengakui bahwa orang-orang ini ada di antara kita. Di Kuwait, ada sebuah gereja, dan mereka tengah membangun yang kedua. Di antara kita ada warga Kuwait kristiani, semoga Tuhan memberkati mereka," kata aktris Kuwait yang memerankan karakter utama “Ibunda Harun”, Hayat Al Fahed, dalam wawancara dengan Reuters.

"Jadi memang ada kelompok-kelompok yang sedikit orang mengetahuinya, yang perlu kita angkat. Harus ada penerimaan agama. Kita menentang Zionis, menentang pengusiran paksa (warga Palestina), menentang penjajahan bangsa-bangsa, tapi kita tidak bisa menyangkal bahwa Taurat ini adalah sebuah kitab suci," lanjutnya.

Drama berjudul “Umm Haroun” alias “Ibunda Harun” adalah serial fiksi tentang komunitas lintas-agama di sebuah negara Teluk, yang tidak disebutkan namanya, pada era 1930 hingga 1950-an. Serial itu mulai ditayangkan pada 24 April lalu, di hari pertama bulan puasa, sebagai bagian dari rangkaian program Ramadan yang tayang setiap hari, ketika jumlah penonton biasanya meningkat.

Serial drama itu muncul ketika sejumlah negara di kawasan teluk telah mengingkari komitmen mereka dan memberi tawaran kepada Israel, yang mereka anggap memiliki kesamaan dalam hal menghadapi Iran.

Sejumlah organisasi kawasan yang menentang upaya normalisasi hubungan dengan Israel menyebarluaskan sebuah poster di media sosial, yang mendesak masyarakat untuk memboikot apa yang mereka sebut “drama yang keji”, yang diproduksi oleh perusahaan asal Kuwait dan Uni Emirat Arab itu.

“Di tengah pergerakan yang cepat menuju normalisasi bebas oleh sejumlah pemerintahan negara Arab (seperti Israel), serial drama ini muncul bak tikaman belati yang mematikan di balik kesadaran masyarakat Palestina dan Jazirah Arab, dan menjadi sebuah upaya untuk menghabisi inti pergerakan bangsa Palestina," kata Sekretaris Jenderal Persatuan Penulis Palestina, Murad Al-Sudani.

baca juga

Sementara itu, kritikus film asal Palestina, Youssef Shayef, punya pendapat yang sedikit berbeda:

“Sebagai warna Palestina, kami tidak memusuhi pemeluk Yahudi yang mengikuti ajaran agamanya, tapi kami menentang aksi penjajahan yang merampas tanah dan kehidupan kami. (Meski demikian), kita tidak seharusnya terburu-buru mengambil sikap terhadap serial drama ini, terutama karena banyak karya lainnya di masa lalu yang juga mengangkat isu Yahudi dalam film dan drama," paparnya.

Penulis serial drama itu, kakak-beradik asal Bahrain, Muhammad dan Ali Abdel Halim Shams, mengaku bahwa drama yang mereka karang tidak memuat pesan politik apapun.

Sementara itu, beberapa negara, termasuk Arab Saudi, telah mendukung rencana perjanjian damai Timur Tengah yang dibantu Amerika Serikat untuk bisa beranjak dari konflik yang dikatakan menghambat dunia Arab. Hanya Mesir dan Yordania lah negara di jazirah Arab yang telah memiliki kesepakatan damai dengan Israel.

MBC, stasiun televisi swasta terbesar di kawasan Arab, menuturkan bahwa berdasarkan data yang mereka miliki, serial drama “Ibunda Harun” itu menjadi serial dengan rating paling tinggi di Arab Saudi untuk bulan Ramadan, dan masuk jajaran lima besar drama lintas-genre.

Sumber: VOA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ashabul Kahfi, 7 Pemuda Yahudi yang Tertidur di Gua selama Ratusan Tahun

Ashabul Kahfi, 7 Pemuda Yahudi yang Tertidur di Gua selama Ratusan Tahun

News | Jum'at, 01 Mei 2020 | 16:27 WIB

Stairway to Heaven, Karya Seni Ibadah 3 Agama Abrahamik Tuai Kontroversi

Stairway to Heaven, Karya Seni Ibadah 3 Agama Abrahamik Tuai Kontroversi

News | Jum'at, 10 April 2020 | 23:14 WIB

CEK FAKTA: Penganut Kristen Lantunkan Asmaul Husna untuk Hadapi Corona?

CEK FAKTA: Penganut Kristen Lantunkan Asmaul Husna untuk Hadapi Corona?

News | Rabu, 01 April 2020 | 11:24 WIB

Salut, Sinetron Bertema Medis Sumbang APD Untuk Tenaga Kesehatan

Salut, Sinetron Bertema Medis Sumbang APD Untuk Tenaga Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 26 Maret 2020 | 16:55 WIB

Pindah Agama, Lady Kitty Spencer sudah Peluk Yahudi Sebelum Menikah

Pindah Agama, Lady Kitty Spencer sudah Peluk Yahudi Sebelum Menikah

Lifestyle | Selasa, 18 Februari 2020 | 10:42 WIB

Rumah Rabi Yahudi Diserang, Lima Orang Kena Tikam

Rumah Rabi Yahudi Diserang, Lima Orang Kena Tikam

News | Selasa, 31 Desember 2019 | 08:46 WIB

Unggah Spanduk 'Terompet Dilarang Masuk', Budiman: Mereka Bela Kebodohan

Unggah Spanduk 'Terompet Dilarang Masuk', Budiman: Mereka Bela Kebodohan

News | Selasa, 24 Desember 2019 | 12:01 WIB

Terkini

QRIS Pedagang yang Dipakai untuk Judi Online, Rekening Bisa Diblokir

QRIS Pedagang yang Dipakai untuk Judi Online, Rekening Bisa Diblokir

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Kala BRI Bikin Gerakan Bersih-Bersih Masif di Ajang MotoGP Mandalika 2026

Kala BRI Bikin Gerakan Bersih-Bersih Masif di Ajang MotoGP Mandalika 2026

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:34 WIB

Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, 6 Bangunan Rusak Parah

Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Tewaskan 2 Orang, 6 Bangunan Rusak Parah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Urutan Skincare Pagi Skintific untuk Hempas Flek Hitam, Kulit Jadi Cerah dan Kencang

Urutan Skincare Pagi Skintific untuk Hempas Flek Hitam, Kulit Jadi Cerah dan Kencang

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:12 WIB

Profil Suroso: Dirut PLN Baru yang Gantikan Darmawan Prasodjo

Profil Suroso: Dirut PLN Baru yang Gantikan Darmawan Prasodjo

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:11 WIB

Sinopsis Kami no Quiz, Drama Mamiya Shotaro dan Iitoyo Marie di Prime Video

Sinopsis Kami no Quiz, Drama Mamiya Shotaro dan Iitoyo Marie di Prime Video

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Dicopot Kemendagri, Ini Sosok Penggantinya

Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Dicopot Kemendagri, Ini Sosok Penggantinya

Sulsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:04 WIB

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

×