Pandemi Corona, Yayasan Laskar Berani Hijrah Liburkan Pengajian Anak Punk

Bangun Santoso, Yosea Arga Pramudita

Senin, 11 Mei 2020 | 13:48 WIB
Pandemi Corona, Yayasan Laskar Berani Hijrah Liburkan Pengajian Anak Punk
Sebagai ilustrasi: Sejumlah anak punk yang tergabung dalam Seniman Terminal (Senter) melakukan kegiatan ngaji bersama di Kampung Lio, Depok, Rabu (15/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 yang melanda Tanah Air berdampak ke sejumlah sektor. Sektor pendidikan menjadi salah satu contoh terdampak Covid-19.

Seluruh instasi pendidikan seperti SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi terpaksa harus diliburkan. Kegiatan belajar dan mengajar kekinian dialihkan di rumah masing-masing.

Tak hanya pendidikan formal, pendidikan non formal turut terkena imbas. Salah satunya adalah kegiatan pengajian yang digagas oleh Yayasan Laskar Berani Hijrah yang bermarkas di Sekolah Master (Masjid Terminal) Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Sekretaris Jenderal Yayasan Laskar Berani Hijrah Umar Maulana mengatakan, kegiatan pengajian bagi anak punk dan anak jalanan sebelumnya intens digelar. Hanya saja, sejak pandemi Covid-19, pengajian harus diliburkan sampai pandemi Covid-19 berakhir.

"Alhamdulillah masih ada pengajian, namun karena pandemi, pengajian diliburkan terlebih dahulu hingga pandemi ini berakhir," kata Umar kepada Suara.com, Senin (11/5/2020).

Meski demikian, pengurus Yayasan Laskar Berani Hijrah mengalihkan kegiatan pengajian dengan kegiatan lainnya. Misalnya membagikan sembako dan masker bagi masyarakat yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Tapi kami selaku pengurus dan relawan mengalihkan dengan kegiatan lain. Kami sudah mendistribusikan sembako kepada masyarakat terdampak pandemi ini. Kemudian masker juga, kami sebarkan juga," sambungnya.

Umar mengatakan, pihaknya tidak melibatkan anak punk dan anak jalanan dalam kegiatan bagi-bagi sembako ini. Pengurus Yayasan Laskar Berani Hijrah tetap meminta pada anak punk dan anak jalanan untuk tetap berada di kediamannya masing-masing.

"Kalau anak-anak kami tidak libatkan, kami suruh tetap stay home. Biar kami aja, mereka kami terus pantau. Jadi kami tidak tinggal begitu saja selama pandemi. Tapi kami pantau kegiatan mereka," kata Umar.

baca juga

Sebelumnya, nama Yayasan Laskar Berani Hijarah adalah Komunitas Seniman Terminal (Senter). Sejak pertengahan September 2019, nama tersebut menjadi Yayasan Laskar Berani Hijrah.

"Itu sejak akhir September 2019. Laskar berani hijrah kami ambil karena kata laskar itu berarti pejuang. Pejuang yang berani hijrah atas nama Allah. Misalnya, anak punk itu masuk dalam kategori pejuang hijrah," katanya menambahkan.

Suara.com pernah meliput kegiatan pengajian ini pada Kamis (16/6/2019) tahun lalu. Pendiri Komunitas Senter Depok Wirawan Yosh mengatakan, komunitas ini terbentuk pada 2010 silam dengan mengajak anak-anak punk untuk hijrah dan kembali ke jalan ilahi.

"Komunitas ini mengajak anak jalanan dan dibawa menuju jalan Tuhan dengan mendalami ilmu agama," kata pendiri Komunitas Senter Depok Wirawan Yosh, Kamis (16/5/2019) silam.

Dalam merealisasikan keinginan untuk mengajak anak punk belajar agama, diakui Wirawan, tidaklah mudah. Wirawan mengemukakan, perlu strategi khusus untuk menarik simpatik anak-anak punk agar mau datang berkumpul dan belajar agama.

"Pertama, saya pakai metode sebar beras. Jadi, saya carter gerobak bakso dan saya panggil anak-anak itu. Terus mereka ngumpul di kelas dan saya panggil ustaz. Nah, mulailah mereka dikenalkan dengan agama perlahan-lahan," jelasnya.

Salah satu anak punk bernama Edo mengakui, kekinian hidupnya lebih tenang dan nyaman setelah mengikuti pengajian. Dia bercerita, awal mula mengikuti kegiatan ini lantaran ada ajakan makan bakso gratis.

Meski berawal dari hal sepele, namun berdampak pada perubahan dalam kehidupannya. Hal tersebut diakuinya setelah 10 tahun tidak menyentuh dan membaca Alquran.

"Pertama kali baca Alquran lagi ada rasa sedih. Saya nyesal kenapa dulu saya tinggalkan Al Quran," kata Edo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salute Anak Punk Bagikan Takjil, Publik: Daripada YouTuber Konten Sampah

Salute Anak Punk Bagikan Takjil, Publik: Daripada YouTuber Konten Sampah

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 08:28 WIB

Anak Jalanan Diduga Anarko Dibekuk, Alat Mandi hingga Semir Sepatu Disita

Anak Jalanan Diduga Anarko Dibekuk, Alat Mandi hingga Semir Sepatu Disita

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 18:15 WIB

Protes Lewat Coretan Rakyat Tak Butuh Negara, 10 Anarko Punk Ditangkap

Protes Lewat Coretan Rakyat Tak Butuh Negara, 10 Anarko Punk Ditangkap

Jatim | Senin, 13 April 2020 | 17:09 WIB

Pesan Ikat Pinggang dengan Aksesori Peluru, Dua Anak Punk Diciduk Polisi

Pesan Ikat Pinggang dengan Aksesori Peluru, Dua Anak Punk Diciduk Polisi

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 14:07 WIB

Ini Nasib Anak Punk Setelah Dibakar Hidup-hidup di Semarang

Ini Nasib Anak Punk Setelah Dibakar Hidup-hidup di Semarang

Jabar | Selasa, 10 Maret 2020 | 14:46 WIB

Anak Punk Usai Ngamen di Semarang Dibakar Hidup-hidup

Anak Punk Usai Ngamen di Semarang Dibakar Hidup-hidup

Jawa Tengah | Senin, 09 Maret 2020 | 14:35 WIB

Sempat Dikeroyok, Anak Punk di Semarang Dibakar dan Dilukai Benda Tajam

Sempat Dikeroyok, Anak Punk di Semarang Dibakar dan Dilukai Benda Tajam

Jawa Tengah | Senin, 09 Maret 2020 | 14:25 WIB

Terkini

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Luas Karhutla Riau Capai 15 Ribu Hektare Selama Januari-Juli 2026

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

×