Sebelum Virus Corona, 20 Pagebluk Terburuk Sepanjang Sejarah

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 13 Mei 2020 | 15:42 WIB
Sebelum Virus Corona, 20 Pagebluk Terburuk Sepanjang Sejarah
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Pagebluk ini muncul secara berkala dan mencapai puncaknya pada masa Kekaisaran Bizantium. Untuk itu, wabah ini pun dinamai sesuai dengan nama kaisar yakni Kaisar Biziantium Justinia.

Sang kaisar sempat terjangkit wabah ini namun berhasil sembuh. Tapi wilayah kerjaan lama kelamaan tergerus akibat wabah ini. Diperkirakan, wabah ini telah menewaskan 10 persen populasi dunia.

6. Black Death (1346-1353)

Wabah yang disebabkan oleh kutu pada tikus yang terinfeksi ini menyerang warga Asia hingga Eropa. Akibatnya, menewaskan setengah populasi dari Eropa saat itu.

Black death membawa perubahan kehidupan Eropa terutama untuk sisi ketenagakerjaan. Upah tenaga kerja naik karena berkurangnya populasi, hingga berakhirnya sistem berpudakan di Eropa.

7. Epidemi Cocolizti (1545-1548)

Cocoliztli berasal dari bahasa Aztec yang berarti hama. Wabah ini sejenis penyakit demam berdarah yang telah menewaskan 15 juta penduduk Meksiko dan Amerika Tengah.

Dalam studi terbaru yang meneliti DNA dari kerangka korban Cocolizti, menemukan bahwa penyakit ini menyebabkan demam enterik, yakni demam tinggi yang disusul dengan dehidrasi dan masalah pencernaan.

8. Wabah Amerika (Abad ke-16)

Pagebluk dengan penyakit sejenis cacar yang dibawa oleh penjelajah Eropa ini, menyerang masyarakat Amerika dan menewaskan 90 persen populasi asli bumi bagian barat.

Wabah Amerika memuluskan pergerakan Spanyol dalam menyerang Inca dan Aztec. Akibatnya, peradaban kedua suku ini pun berakhir.

9. Wabah Besar London (1665-1666)

Wabah yang berasal dari kutu pada tikus yang terinfeksi ini menyerang Inggris selama berbulan-bulan sejak April 1665. Hingg akhir wabah, sekitar 100.000 warga Inggris tewas.

Selanjutnya pada 2 September 1666, wabah ini memicu kebakaran besar di Londo yang berlangsung selama 4 hari dan meluluhlantahkan sebagian besar kota.

10. Wabah Besar Marseille (1720-1723)

Wabah Marseille berawal sejak berlabuhnya kapal Grand Saint Antoine yang berlayar dari laut Mediterania timur, di kota Marseille, Prancis. Disebutkan, penyakit berasal dari kutu pada tikus yang terinfeksi.

Meski kapal telah dikarantina, namun penyakit menyebar secara cepat dan menyerang masyarakat Marseille selama tiga tahun. Akibatnya, 100.000 orang dinyatakan meninggal.

11. Wabah Rusia (1770-1772)

Teror pagebluk ini mengakibatkan tewasnya 100.000 warga Moscow. Selain penyakit, wabah ini juga membuat kerusuhan semakin marak.

Kerusuhan berujung pada terbunuhnya Uskup Agung Ambroisius hingga pemberontakan yang mengakibatkan ribuan warga meninggal dunia.

12. Epidemi Demam Kuning Philadelphia (1973)

Penyakit demam kuning disebabkan oleh gigitan nyamuk yang menyebabkan 5.000 warga kota Philadelphia meninggal. Musim panas memicu nyamuk berkembang secara cepat hingga membuat banyaknya korban berjatuhan.

Wabah ini yang memicu banyaknya penduduk Afrika yang dibawa ke Amerika Serikat untuk merawat korban wabah karena para pejabat mengira orang Afrika kebal akan penyakit demam kuning.

13. Pandemi Flu (1889-1890)

Virus influenza menyebar dengan cepat dari Rusia ke daratan Eropa hingga seluruh dunia karena jaringan transportasi yang modern.

Hanya dalam waktu lima minggu, pandemi ini telah menewaskan sekitar 1 juta orang dari seluruh dunia.

14. Epidemi Polio Amerika (1916)

Penyakit polio yang berawal dari New York menyebabkan munculnya 27.000 kasus infeksi dengan 6.000 kematian di seluruh Amerika Serikat.

Wabah ini mendorong ditemukannya vaksin Salk yang kemudian membuat angka kasus penyakit polio di Amerika Serikat turun.

15. Flu Spanyol (1918-1920)

Wabah flu ini menyebabkan 500 juta orang meninggal. Penyebaran flu semakin meningkat dikalangan tentara yang kala itu hidup dengan kondisi tak layak karena Perang Dunia I.

Meskipun bernama flu spanyol, namun wabah ini tak berasal dari Spanyol. Saat itu pers negara ini secara bebas menerbitkan informasi awal soal penyakit ini. Akibatnya, orang salah kaprah dan mengira flu ini berasal dari Spanyol.

16. Flu Asia (1957-1958)

Pandemi ini berasal dari China dan yelah merenggut lebih dari 1 juta nyawa. Penyakit ini berasal dari virus flu burung.

Menurut catatan, penyakit ini menyebar secara cepat dan mewabah di negara-negara sepeeti Singapura, Hong Kong, hingga kota-kota di pesisit Amerika Serikat dalam kurun waktu yang bersamaan yakni sepanjang 1957.

17. AIDS (1981-sekarang)

Wabah yang disebabkan oleh birus HIV ini telah menewaskan 35 juta jiwa sejak pertama kali kemunculannya. Berawal dari virus simpanse di Afrika Barat pada 1920-an, penyakit ini menyebar ke seluruh dunia dan dinyatakan sebagai pandemi pada akhir abad ke-20.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk penyakit ini. Namun sejak 1990-an, perawatan dan pengobatan yang dikembangkan memungkinkan pengidap HIV dapat memiliki masa hidup lebih panjang dengan perawatan teratur. Kabar baiknya, dua orang dinyatakan sembuh dari HIV pada awal 2020.

18. Pandemi Flu Babi N1N1 (2009-2010)

Wabah flu babi berasal dari Meksiko pada 2009, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Dalam rentang satu tahun, virus menginfeksi 1,4 miliar warga dunia yang berujung pada 151.700 kematian.

Virus ini lebih banyak menjangkit anak-anak dan orang dewasa muda. Dalam kasus flu babi, lansia dianggap memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik guna menghalau virus ini.

19. Ebola Afrika Barat (2014-2016)

Wabah epidemi ini menginfeksi 28.600 warga Afrika Barat dan menyebabkan 11.325 kematian selama 2014 hingga 2016.

Penyakit Ebola disebutkan peryama kaliu muncul di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976 silam. Virus ini kemungkinan berasal dari kelelawar.

20. Epidemi Virus Zika (2015-sekarang)

Virus Zika menyebar melalui nyamuk dari jenis Aedes dan dapat ditularkan dari aktivitas seksual manusia. Nyamuk ini tumbuh subur di iklim hangat dan lembab, karenanya kawasan Amerika Selatan dan Amerika tengah menajdi tempat berkembangnya vurus ini.

Meskipun Zika acapkali tak berbahaya bagi orang dewasa dan anak-anak. Namun penyakit ini dapat menyebabkan cacat lahit jika menyerang bayi yang masih dalam kandungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bioskop Drive-In, Solusi Hiburan di Masa Pandemi

Bioskop Drive-In, Solusi Hiburan di Masa Pandemi

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2020 | 05:59 WIB

Kendalikan Wabah Corona, Pemerintah Belajar dari Kolonial Belanda

Kendalikan Wabah Corona, Pemerintah Belajar dari Kolonial Belanda

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 20:28 WIB

Ilmuwan Sebut Wabah Terburuk dalam Sejarah, Tidak Separah Diperkirakan

Ilmuwan Sebut Wabah Terburuk dalam Sejarah, Tidak Separah Diperkirakan

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:00 WIB

Terkini

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:51 WIB

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:50 WIB

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:57 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36 WIB

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:04 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:54 WIB

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53 WIB