Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Ilmuwan Muda: Sangat Berisiko

Chandra Iswinarno, Erick Tanjung

Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:49 WIB
Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Beraktivitas, Ilmuwan Muda: Sangat Berisiko
Ketua Gugus Tugas Percepatan Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. (dok BNPB)

Suara.com - Pemerintah, melalui Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo, menyatakan warga yang berusia di bawah 45 tahun dibolehkan untuk beraktivitas seperti biasa di saat pandemi Covid-19. Dampak pengumuman kebijakan itu, banyak menuai protes lantaran keputusan pemerintah dianggap berbahaya.

Sekjen Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Berry Juliandi mengkritik kebijakan pemerintah tersebut. Lantaran sangat berisiko bagi penyebaran Virus Corona yang lonjakan kasusnya di Indonesia terus meningkat setiap harinya.

"Jadi akan sangat berisiko sekali kalau benar diterapkan kebijakan tersebut," kata Berry kepada Suara.com pada Jumat (15/5/2020).

Berry menjelaskan orang yang berusia di bawah 45 tahun, meski tak memiliki gejala atau OTG, bisa menjadi carrier. Mereka akan menularkan virus yang dibawanya kepada orang lain pada golongan yang rawan, misalnya yang berisiko tinggi karena memiliki riwayat penyakit sebelumnya atau bawaan, serta orang lanjut usia.

Selain itu, tidak mudah melarang dan mengendalikan orang-orang usia di bawah 45 tahun supaya tak berinteraksi dengan golongan rawan berisiko tinggi. Karena mungkin, mereka merupakan keluarga atau pemangku kepentingan dari pekerjaannya.

"Misalkan ada perawat atau pegawai panti wreda/jompo, anak yang hidup serumah dengan orang tuanya yang sudah uzur dan lain sebagainya," ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan data dari situs covid19.go.id, case fatality rate (CFR) atau persentase tingkat kematian usia 31-45 tahun di Indonesia masih sangat tinggi, yakni 10 persen.

"Padahal CFR sebesar itu kalau di negara lain mungkin sudah untuk kelompok umur 60 tahun ke atas," tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, yang perlu dicatat adalah pasien Virus Corona meninggal dunia, 10 persen-nya dari kelompok usia 31-45 tahun.

baca juga

"Di atas itu adalah buah hasil perjuangan dari para petugas medis di garda depan dan para aparat yang menjaga pelaksanaan PSBB. Jika tidak, mungkin akan lebih besar dari 10 persen," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja 45 Tahun Wajib ke Kantor: Saya Pasrah Kena Virus Corona

Pekerja 45 Tahun Wajib ke Kantor: Saya Pasrah Kena Virus Corona

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:23 WIB

PPP Minta Keputusan Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Kerja Ditinjau Lagi

PPP Minta Keputusan Usia di Bawah 45 Tahun Boleh Kerja Ditinjau Lagi

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 11:02 WIB

Warga Berusia di Bawah 45 Tahun Boleh Kerja Lagi, Ini Alasannya

Warga Berusia di Bawah 45 Tahun Boleh Kerja Lagi, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2020 | 08:05 WIB

Kelompok Usia 45 Tahun Boleh Aktivitas saat PSBB, Fadli Zon: Ini Berbahaya!

Kelompok Usia 45 Tahun Boleh Aktivitas saat PSBB, Fadli Zon: Ini Berbahaya!

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:16 WIB

Terkini

Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi

Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 07:20 WIB

Harga Emas Sukses Jebol Batas Psikologis, Saatnya Jual atau Beli?

Harga Emas Sukses Jebol Batas Psikologis, Saatnya Jual atau Beli?

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 07:05 WIB

4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan

4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 07:02 WIB

Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026

Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 07:00 WIB

Ada Sidang Ijazah Dihadiri Jokowi, Simak Jalur Alternatif Menuju PN Jakarta Timur Hari Ini!

Ada Sidang Ijazah Dihadiri Jokowi, Simak Jalur Alternatif Menuju PN Jakarta Timur Hari Ini!

News | Kamis, 05 November 2026 | 06:59 WIB

Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix

Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 06:50 WIB

Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun

Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 06:20 WIB

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 06:00 WIB

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

×