Lewat Tes Hamster, Ilmuwan Ungkap Masker Bisa Kurangi Penyebaran Covid-19

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 18 Mei 2020 | 10:05 WIB
Lewat Tes Hamster, Ilmuwan Ungkap Masker Bisa Kurangi Penyebaran Covid-19
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Suara.com - Baru-baru ini sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan masker dapat mengurangi penularan virus corona yang mematikan. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim pakar terkemuka di Hong Kong, Minggu (17/05).

Menyadur AFP, penelitian yang dilakukan oleh University of Hong Kong merupakan yang pertama dan secara khusus menyelidiki apakah masker dapat menghentikan pembawa Covid-19 yang simptomatik agar tidak menulari yang lain.

Dipimpin oleh Profesor Yuen Kwok-yung, salah satu pakar virus corona dunia, tim menggunakan hamster sebagai uci coba. Mereka menempatkan satu hewan yang secara artifisial terinfeksi di sebelah hewan yang sehat.

Masker bedah ditempatkan di sirkulasi udara antara dua kandang hewan tersebut. Aliran udara dipastikan hanya berpindah dari hewan yang terinfeksi ke yang sehat.

Para peneliti menemukan penularan non-kontak virus dapat dikurangi lebih dari 60 persen ketika menggunakan masker. Dua pertiga dari hamster sehat akan terinfeksi dalam waktu seminggu jika tidak ada masker yang ditempatkan.

Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)
Ilustrasi Masker. (Pixabay.com/Vesna_Pixi)

Tingkat infeksi menurun lebih dari 15 persen ketika masker bedah diletakkan di kandang hewan yang terinfeksi dan sekitar 35 persen ketika ditempatkan di kandang hamster yang sehat.

"Sangat jelas bahwa efek menggunakan masker bagi orang yang terinfeksi, terutama ketika mereka tidak menunjukkan gejala - atau gejala - itu jauh lebih penting daripada apa pun," kata Yuen dikutip dari AFP, Minggu (17/05).

"Itu juga menjelaskan mengapa masker sangat penting karena kita sekarang tahu bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala atau asimptomatik." tambahnya.

Profesor Yuen Kwok-yung adalah salah satu ahli mikrobiologi yang menemukan virus SARS (pendahulu virus corona saat ini) ketika muncul pada tahun 2003 dan menewaskan sekitar 300 orang di Hong Kong.

Berbekal pengetahuan dan pengalamannya, ia menyarankan warga Hong Kong pada awal pandemi virus corona untuk memakai masker.

Pada saat itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan banyak otoritas kesehatan asing lainnya menolak menggunakan masker secara luas di kalangan masyarakat, sebab seharusnya masker tersebut diperuntukan tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Capai Ribuan Orang, Karyawan yang Dirumahkan di Gunungkidul Terus Bertambah

Capai Ribuan Orang, Karyawan yang Dirumahkan di Gunungkidul Terus Bertambah

Jogja | Senin, 18 Mei 2020 | 07:06 WIB

Mempelajari Cara Korea Selatan Melacak Kasus Penderita Covid-19

Mempelajari Cara Korea Selatan Melacak Kasus Penderita Covid-19

News | Senin, 18 Mei 2020 | 03:59 WIB

Salut! Warga Kristen di Ambon Doakan Bidan Muslim yang Terinfeksi Covid-19

Salut! Warga Kristen di Ambon Doakan Bidan Muslim yang Terinfeksi Covid-19

Video | Senin, 18 Mei 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Begal Bersenpi Ditangkap di Pasar Rebo, Sudah Beraksi di 6 Lokasi Jakarta Timur hingga Bekasi

Begal Bersenpi Ditangkap di Pasar Rebo, Sudah Beraksi di 6 Lokasi Jakarta Timur hingga Bekasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:31 WIB

ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Usai Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal

ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Usai Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:24 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara! Ini Dasar KPK Jerat Noel Ebenezer Pakai Pasal Suap dan Gratifikasi

Dituntut 5 Tahun Penjara! Ini Dasar KPK Jerat Noel Ebenezer Pakai Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:24 WIB

Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

Indonesia Pantau 9 WNI yang Diculik Israel, KBRI Siapkan Skenario Evakuasi Darurat

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:21 WIB

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

Susul Gus Yaqut, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketua Kesthuri ke Penjara!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:02 WIB

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

Peneliti Kembangkan Peta Lokasi PLTS untuk Tekan Konflik Lahan dan Risiko Deforestasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 09:00 WIB

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB