Dua Petugas Medis di Papua Ditembaki dan Dianiaya saat Antar Obat-obatan

Agung Sandy Lesmana
Dua Petugas Medis di Papua Ditembaki dan Dianiaya saat Antar Obat-obatan
Ilustrasi penembakan [Shutterstock]

Jadi kedua tenaga kesehatan kami itu ditembak di Wandae, ujarnya.

Suara.com - Dua tenaga kesehatan di Kabupaten Intan Jaya, Papua dianiaya dan ditembaki oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Jumat (22/2020).

Seperti dikutip dari Jubi.co.id, nama kedua korban adalah Heniko Somou dan Almalek Bagau. Kedua tenaga kesehatan tersebut awalnya membawa obat-obatan dan alat kesehatan lainnya ke distrik Wandae. Namun sesampainya di lokasi, kedua petugas medis itu dianiaya dan ditembak oleh gerombolan orang misterius.

Beberapa tokoh gereja dan warga yang berada di tempat kejadian, berusaha untuk melindungi kedua tenaga kesehatan tersebut. Setelah berhasil melerai dari penaniayaan yang dilakukan tersebut, kedua korban dibawa ke Bilai, distrik Homeyo.

Sesampainya di Bilae, Heniko Somou meninggal dunia. Kemudian jenazahnya dibawa ke kampung Pogapa, distrik Homeyo. Sedangkan Almalek Bagau yang sedang dalam kondisi kritis masih berada di Kampung Bilae.

Kepala BPBD Kab. Intan Jaya, seklaigus ketua I Tim Satuan Tugas Covid-19 Intan Jaya, Yunus Mirip saat membenarkan informasi tersebut.

“Informasi itu benar. Saya sudah dapat informasi dari pastor paroki Bilogai, Yustinus Rahangiar Pr, bahwa dua orang itu sudah dapat tembak. Kedua tenaga kesehatan tersebut ada di Bilae. Rencananya, pagi ini akan dievakuasi ke Sugapa,” jelasnya, seperti dikutip suarapapua.com.

Yunus Mirip menjelaskan, Heniko Somou dan Almalek Bagau adalah tenaga medis yang tergabung dan bekerja sama dalam tim Covid-19. Sebelumnya, Heniko Somou bertugas di Puskesmas Wandae dan Almalek Bagau bertugas di Puskesmas Pogapa.

“Jadi kedua tenaga kesehatan kami itu ditembak di Wandae,” ujarnya.

Yunus juga mengkonfirmasi bahwa Heniko Somou telah meninggal dan Almalek Bagau masih dalam kondisi kritis dan sedang berada di Kampung Bilai.

Kapolres Intan Jaya, AKBP Yuli Karre Pongbala membenarkan peristiwa penganiayaan dan penembakan yang menimpa 2 petugas medis tersebut. Salah satunya yakni Eniko Somou sudah meninggal dunia.

“Jadi begini dek, kita belum bisa memberikan keterangan yang pasti. Karena kami susah ke TKP yang sangat jauh,” ungkapnya

Terpisah, Bupati Intan Jaya menjelaskan kedua tenaga kesehatan tersebut menjadi korban. Heniko Somou telah meninggal dan sudah dibawah ke kampung Pogapa. Sedangkan Almalek Bagau sudah dievakuasi ke Sugapa.

Disinggung tentang pelaku, kata Tabuni, sampai saat ini dirinya belum mengetahui secara pasti dan masih simpang siur.

“Sampai saat ini kami belum tahu secara pasti siapa. Tapi itu sekelompok orang tak dikenal yang kebetulan berada di kampung Wandae. Jadi informasinya tentang pelaku ini kami belum tahu secara pasti,” ungkapnya

Seorang warga di Sugapa mengungkapkan bahwa terdapat tiga luka tembak di tubuh Almalek Bagau dan luka lainnya karena dianiaya.

“Selain dianiaya, ada luka tembak di paha kiri dan tangan sebelah kiri dan kanan. Hasil tensi normal tetapi kondisinya kritis,” ungkapnya.

Warga ini mengatakan Almalek Bagau sudah tiba di Sugapa Jam 08.30 dan sudah evakuasi ke bandara Bilogai. Almalek akan diangkut menggunakan pesawat milik MAF untuk dirujuk ke RSUD Nabire agar ditangani lebih lanjut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS