Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Pakistan International Airlines

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Sabtu, 23 Mei 2020 | 13:48 WIB
Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Pakistan International Airlines
Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Karachi, 22 Mei 2020. [AFP]

Suara.com - Muhammad Zubair merupakan satu diantara dua korban selamat yang berhasil ditemukan dalam insiden jatuhnya pesawat Pakistan International Airlines (PIA) di Karachi, Pakistan Selatan, Kamis (22/5) lalu.

Menyadur BBC, Zubair yang sempat pingsan selepas pesawat jatuh, mendapati sekelilingnya penuh dengan api dan teriakan penumpang.

Zubair mengatakan kecelakaan terjadi sekitar 10 hingga 15 menit setelah pesawat mencoba melakukan pendaratan.

Sebelumnya, sambung Zubair, tidak ada yang sadar bahwa pesawat Airbus A320 tersebut akan mengalami kecelakaan. Sebab, pesawat terbang dengan tenang.

"Tidak ada yang tahu pesawat itu akan jatuh, mereka menerbangkan pesawat dengan mulus," ujar Zubair.

Selepas pesawat terjatuh, Zubair sempat pingsan. Begitu sadar, ia mendapati dirinya berada di situasi di mana teriakan terdengar dari segala arah.

Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Karachi, 22 Mei 2020. [AFP]
Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Karachi, 22 Mei 2020. [AFP]

"Aku bisa mendengar teriakan dari segala arah. Anak-anak dan orang dewasa. Yang bisa kulihat hanyalah api. Aku tidak bisa melhat orang, hanya teriakan mereka," jelas dia.

"Saya melepas sabuk pengaman dan melihat seberkas cahaya, saya berjalan ke arah cahaya," sambungnya.

Zubair kemudian keluar dari badan pesawat dengan melompat dari ketinggian sekitar tiga meter untuk mencapai ke tempat yang lebih aman.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Sindh Meeran Yousaf mengatakan korban meninggal dalam kecelakaan pesawat PIA sebanyak 97 orang,

"Sekarang di konfirmasi bahwa 97 penumpang pesawat tewas," ujar Yousuf, mengutip News.com.au.

Yousuf menambahkan sejauh ini otoritas berwenang telah mengidentifikasi 19 korban.

Berdasarkan keterangan terakhir dari sang pilot, imbuh Yousuf, pesawat disebutkan mengalami kendala teknis. Kendati demikian, investigasi terkait penyebab kecelakaan ini masih dilakukan, demikian menurut laporan Al Jazeera.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK8303 ini membawa 91 penumpang dan delapan kru dari Lahore menuju Bandara Internasional Jinnah Karachi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Kawasan Padat Penduduk

Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Kawasan Padat Penduduk

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 19:18 WIB

Pelaku 'Honor Killing' Dua Gadis di Pakistan Dibekuk Polisi

Pelaku 'Honor Killing' Dua Gadis di Pakistan Dibekuk Polisi

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 19:03 WIB

Alhamdulillah, 182 WNI Terjebak Lockdown Berhasil Dipulangkan dari Pakistan

Alhamdulillah, 182 WNI Terjebak Lockdown Berhasil Dipulangkan dari Pakistan

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 19:09 WIB

Terkini

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:12 WIB

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB

Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur

Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:49 WIB

Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook

Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:45 WIB

Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka

Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:39 WIB

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:03 WIB

Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

Kebiadaban Israel Berlanjut: Bikin Cacat Warga Palestina, Kini Halangi Prostesis Masuk Gaza

News | Jum'at, 24 April 2026 | 12:00 WIB

Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan

Tanggapi Usul KPK Soal Capres Harus Kaderisasi Partai, Ganjar: Tidak Mudah Diterapkan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot

KPK Kulik Peran SATHU di Kasus Kuota Haji, Nama Khalid Basalamah Ikut Disorot

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:42 WIB

Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik

Sekjen PKB Soal Usul KPK Capres-Cawapres Harus Kader Partai: Itu Menarik

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:40 WIB