Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 24 April 2026 | 12:03 WIB
Alarm KPAI: Anak Indonesia Kebanyakan Minum Manis, Ancaman Diabetes Bayangi Generasi 2045
Ilustrasi minuman manis. [Dok.Antara]
baca 10 detik
  • KPAI menyoroti ancaman diabetes pada anak akibat konsumsi minuman berpemanis yang berisiko menggagalkan target Indonesia Emas 2045.
  • Data SKI 2023 menunjukkan tingginya konsumsi minuman manis yang memicu masalah kesehatan seperti obesitas, anemia, dan karies gigi.
  • KPAI mendesak intervensi kebijakan cukai untuk menekan beban kesehatan serta ekonomi jangka panjang akibat Penyakit Tidak Menular.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan urgensi kehadiran negara dalam melindungi anak dari ancaman penyakit tidak menular (PTM) akibat pola konsumsi yang tidak sehat. Salah satu PTM yang disorot KPAI ialah diabetes pada anak akibat gempuran Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan setengah anak usia 3–14 tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Selain itu, sekitar 50 persen anak usia 3-14 tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari.

Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menyebutkan, kalau kondisi tersebut berisiko membuat ambisi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 jadi terancam.

“Saat ini, ambisi pencapaian Indonesia Emas 2045 tengah terancam karena pada saat generasi berada di usia produktifnya sudah menghadapi beban berat, yaitu krisis Penyakit Tidak Menular (PTM)," kata Jasra dalam pernyataannya, Jumat (24/4/2026).

Dampaknya, berbagai masalah kesehatan mulai muncul sejak usia dini. Temuan klinis bahwa 7 dari 100 anak mengalami obesitas, 1 dari 4 remaja menderita anemia, dan 47 persen anak memiliki masalah gigi berlubang atau karies yang penanganannya seringkali terhambat oleh keterbatasan sarana medis dasar.

Jasra juga menyoroti tingginya kandungan gula dalam produk minuman kemasan yang beredar di pasaran.

“Satu kemasan minuman manis sering kali mengandung 25 hingga 30 gram gula, yang secara langsung telah melampaui batas aman konsumsi harian anak yakni 24 gram,” ujarnya.

Menurut Jasra, paparan terhadap produk minuman manis tidak lepas dari strategi industri yang menyasar anak-anak.

Makanan dan minuman manis sering dirancang dengan visual yang sangat menarik bagi anak-anak, sarat pemanis buatan, pengawet, dalam berbagai bentuk kemasan baik padat maupun cair dan penyedap yang kuat.

baca juga

Di sisi lain, pengawasan juga menjadi tantangan tersendiri.

“Tingkat pengawasan orang tua, yang harus memastikan asupan yang tepat baik bagi anak laki-laki maupun anak perempuan di tengah ragam pilihan jajanan, menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontrol di luar rumah nyaris tidak ada. Meskipun asupan di rumah bisa dikontrol oleh orang tua, tapi anak-anak di luar rumah masih bebas membeli minuman kemasan. 

"Di sana juga jarang sekali ya hadir pengawasan, sehingga perlu peran aktif RT RW di tingkat masyarakat yang paling bawah, dalam ikut melakukan pengawasan,” pesan Jasra.

KPAI menilai dampak konsumsi gula berlebih tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga beban ekonomi negara.

Menurutnya, masifnya berbagai produk dan konsumsi MBDK, yang dikonsumsi oleh 68,1 persen rumah tangga di Indonesia, telah berkontribusi besar terhadap beban anggaran BPJS Kesehatan akibat tingginya Penyakit Tidak Menular.

Ia juga menyinggung temuan UNICEF terkait dampak ekonomi jangka panjang, di mana beban ekonomi akibat obesitas anak di Indonesia yang diperkirakan mencapai 296 miliar USD seumur hidup.

Jika tidak segera diintervensi, kondisi ini diproyeksikan memburuk.

“Jika intervensi kebijakan cukai ini tidak segera diterapkan, maka angka kematian dan pesakitan akibat diabetes pada anak, diproyeksikan akan melonjak hingga dua kali lipat pada tahun 2045,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Terkini

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

Transjakarta Hadirkan 'Hers Signal', Gantungan Kunci Pintar untuk Laporkan Kekerasan Seksual

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:02 WIB

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

×