Tetap Tenang, Sikap PM Selandia Baru Hadapi Gempa Curi Perhatian Publik

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2020 | 14:12 WIB
Tetap Tenang, Sikap PM Selandia Baru Hadapi Gempa Curi Perhatian Publik
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memberikan keterangan resmi dalam jumpa pers harian virus corona. [AFP]

Suara.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berhasil tetap tenang meski digoncang gempa berkekuatan 5.8 skala ritcher saat melakukan wawancara langsung di televisi. Sikapnya di tengah gempa ini mencuri perhatian publik.

Menyadur New York Times, saat gempa terjadi, Ardern tengah hadir di sebuah program berita pagi pada Senin (25/5) pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Ditengah-tengah segmen, seisi studio tiba-tiba bergoyang hebat. Ardern yang menyadari hal tersebut langsung memberitahukan situasi yang terjadi kepada pembawa acara dan khalayak, dengan tetap tenang.

"Kami hanya mengalami gempa di sini, Ryan, goncangannya lumayan," ujar Ardern sembari melempar senyum ke arah kamera.

Kepada empunya acara, Ryan Bridge, Ardern mengatakan agar tidak khawatir meski melihat benda-benda di belakang perempuan ini bergerak akibat tergoncang lumayan keras.

Begitu gempa berhenti, Ardern langsung melanjutkan sesi wawancara dengan baik dan tenang.

"Aku tidak berada di bawah lampu gantung dan sepertinya aku berada di tempat yang pondasinya kuat," tambah dia.

Cara Ardern menghadapi gempa saat wawancara di televisi ini pun langsung jadi perbincangan warga twitter.

Beberapa memuji sikapnya dan mengaitkan terhadap bagaimana tenangnya perdana menteri saat berada di situasi sulit seperti pandemi virus corona hingga serangan teroris Christchurch.

"Saya suka dia! Kalau saya terjebak di lift, saya ingin orang seperti Jacinda bersamaku. Keanggunan di bawah tekanan. Dia juga terlihat bersahaja," cuit warganet @BuddyfromNJ

"Jacinda Ardern untuk perdana menteri atau presiden seluruh dunia. Apapun yang kusuka nampaknya berasal dari Selandia Baru," timpal pengguna twittter @KatBarell

Kendati demikian, ada juga warganet yang menyorot gempa dan sikap Ardern kali ini merupakan rekayasa demi membangun branding untuk pemilihan yang dijadwalkan September mendatang.

Sebagaimana yang dituliskan warga twitter @JensRagnarok, "Sangat mengerikan Perdana Menteri Jacinda Ardern mengorganisir gempa saat wawancara supaya terlihat tetap tenang dibawah tekanan."

Berdasarkan badan seismologi Selandia Baru, gempa berpusat di sekitar 20 mil dari barat laut kota Levin. Goncangan terjadi selama 30 detik dan dirasakan puluhan ribu warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selandia Baru Diguncang Gempa Besar, Begini Kondisi PM Jacinda Ardern

Selandia Baru Diguncang Gempa Besar, Begini Kondisi PM Jacinda Ardern

News | Senin, 25 Mei 2020 | 09:51 WIB

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Selandia Baru, Layanan Kereta Dihentikan

Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Selandia Baru, Layanan Kereta Dihentikan

News | Senin, 25 Mei 2020 | 07:32 WIB

Bangkitkan Pariwisata Lokal, PM Selandia Baru Usulkan Pangkas Hari Kerja

Bangkitkan Pariwisata Lokal, PM Selandia Baru Usulkan Pangkas Hari Kerja

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 13:27 WIB

Terkini

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB