Array

Dokter Meninggal karena Corona, Petugas Medis Tuntut Pemerintah Mesir

Selasa, 26 Mei 2020 | 20:10 WIB
Dokter Meninggal karena Corona, Petugas Medis Tuntut Pemerintah Mesir
Dokter memperlihatkan hasil rontgen penderita virus corona di Kairo, Mesir. [AFP]

Suara.com - Gelombang protes dilancarkan petugas medis Mesir. Mereka menuntut dan menuduh pemerintah telah lalai dalam menjaga keselamatan tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam memerangi pandemi virus corona Covid-19.

Serikat dokter Mesir mengatakan, sejauh ini 19 dokter meninggal dunia akibat corona. Sementara 250 lainnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Tuntutan itu muncul setelah dua hari sebelumnya, seorang dokter berusia 31 tahun, Walid Yehia, meregang nyawa lantaran tidak mendapat tempat tidur di rumah sakit karantina di Kairo.

Petugas medis menyalahkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, yang dinilai tak menyediakan alat perlindungan diri (APD) sesuai kapasitas.

Dokter memperlihatkan hasil rontgen penderita virus corona di Kairo, Mesir. [AFP]
Dokter memperlihatkan hasil rontgen penderita virus corona di Kairo, Mesir. [AFP]

"Kementerian kesehatan memiliki kewajiban terhadap dokter dan semua petugas medis yang mengorbankan nyawa mereka di garis depan untuk mempertahankan keselamatan tanah air," tulis pernyataan serikat dokter Mesir seperti dikutip BBC, Selasa (26/5/2020).

"Sangat penting untuk memberi mereka perlindungan yang diperlukan dan intervensi medis yang cepat bagi mereka yang tertular penyakit ini."

Mendapat banyak protes, Menteri Kesehatan Hala Zayed bersikeras menganggap lembaganya telah memberikan pelayanan terbaik untuk petugas medis. Hal itu termasuk rumah sakit khusus.

"Kementerian telah memastikan alokasi lantai di setiap rumah sakit karantina dengan kapasitas 20 tempat tidur untuk merawat mereka yang terinfeksi di antara staf medis," kata Zayed.

Zayed juga mengoreksi bahwa petugas medis Mesir yang meninggal dunia akibat Covid-19 adalah 11 orang, bukan 19 seperti yang dikatakan serikat dokter.

Baca Juga: Lima Pelaku Pemerasan Bermodus Anggota Polri di Bintaro Ditangkap

Sebelumnya, saudara dokter Walid Yehia, Ashraf Zalouk menulis lewat Facebook bahwa Kementerian Kesehatan tak melakukan apa-apa saat dokter 31 tahun itu meminta fasilitas perawatan Covid-19.

"Rekan-rekannya dan saya ada bersamanya, meminta bantuan, tetapi tidak ada tanggapan," kata Ashraf.

Pengguna media sosial pun mengkritik perlakukan pilih kasih Kemenkes Mesir terhadap dokter Yehia.

Sebelumnya, seorang aktris bernama Ragaa al-Gadawy (81) langsung mendapat fasilitas rumah sakit di kota Ismailiya setelah terinfeksi virus Corona.

Kabarnya, rekomendasi mempercepat penanganan Ragaa al-Gedawy dilakukan secara pribadi oleh Menkes Hala Zayed.

Zeyed sendiri telah memerintahkan penyelidikan atas kematian Dokter Yehia, dan siap untuk mengambil tindakan hukum jika memang ditemukan kejanggalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI