Kisah Yuni, Pekerja Domestik yang Dirumahkan Terimbas Pandemi Corona

Chandra Iswinarno, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 28 Mei 2020 | 04:30 WIB
Kisah Yuni, Pekerja Domestik yang Dirumahkan Terimbas Pandemi Corona
Yuni Sri Rahayu, pekerja sektor domestik terimbas pandemi Covid-19. [Dokumentasi Pribadi]

Jelas, kenyataan tersebut sangat merugikan para pekerja domestik yang bekerja di sana. Bahkan, ada yang dirumahkan tanpa upah.

"Dengan keadaan inipun banyak PRT yang dirumahkan oleh majikannya tanpa diupah dan belum jelas kapan bekerja," bebernya.

Singkat kata, majikan Yuni yang berada di apartemen di kawasan Pondok Indah mengirim pesan singkat. Pesan tersebut berisi, jika gaji Yuni juga dikurangi seiring berkurangnya jam kerja.

"Tapi saya kecewa saat majikan perempuan berbicara lewat WhatsApp bahwa dengan pengurangan jam dan hari kerja maka upah saya akan dikurangi," jelas Yuni.

Yuni Sri Rahayu.
Yuni Sri Rahayu.

Biasanya, Yuni bekerja dari hari Senin hingga Jumat dengan waktu kerja selama 5 jam. Dengan demikian, dia mendapat gaji Rp 2,3 juta setiap bulan.

Akibat pandemi corona yang melahirkan kebijakan PSBB, Yuni cuma bekerja tiga kali dalam seminggu dengan waktu kerja selama 4 jam. Dengan demikian, dia cuma menerima gaji sebesar Rp. 1,5 juta tiap bulan.

"Saat pandemi ini akan menerima upah hanya Rp 1,5 juta karena jam kerja menjadi 4 jam kerja dan hari kerja menjadi seminggu tiga kali saja.Majikan menjelaskan bahwa saya diupah per kedatangan Rp 100 ribu Jadi dalam sebulan 15 kali datang dalam sebulan dan ditambah 100 ribu untuk parkir," cetusnya.

Mencari Penghasilan Tambahan

Kekinian, Yuni menekuni pekerjaan baru, bisnis online. Melalui media sosial dia mencoba menjajakan makanan ringan beku alias frozen food.

baca juga

Yuni menyulap rumah kontrakannya yang berlokasi di Jalan Haji Tolib, Cipete Utara, Jakarta Selatan sebagai tempat usaha. Menurut Yuni, dalam masa pandemi corona, makanan adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat.

"Saya juga mencoba berjualan makanan ringan dan frozen food yang saat ini semua orang butuh untuk makan. Pokoknya campur-campur tergantung minat pembeli," ungkapnya.

Dalam menekuni bisnis ini, Yuni terkendala masalah modal dan tempat penyimpanan barang dagangannya. Untuk itu, Yuni cuma menjual barang dagangannya bagi orang yang sudah memesan.

Dari hasil penjualan barang dagangannya, uang tersebut Yuni pakai untuk membeli bahan-bahan dagangan. Meski untuknya tidak banyak, namun cukup untuk biaya jajan bagi empat anaknya.

"Keuntungan memang tidak banyak, tapi setidaknya bisa untuk uang jajan anak saya. Saya harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecil saya karena saya single parent, harus mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan," kata dia.

Selain makanan beku seperti sosis, kentang, dan nugget, Yuni juga menjual tas bikinan lokal melalui aplikasi jual beli dan media sosial. Meski untungnya tidak seberapa, namun banyak kawan Yuni yang berminat untuk membeli.

"Saya bersyukur walau untung sedikit dagangan saya ini banyak kawan yang minat. Hanya dengan upload status di whatsapp dan facebook banyak pembeli memesan, barang saya antar ke tempat pembeli," sambung Yuni.

Hidup dengan gaji pas-pasan di ibu kota, apalagi saat pandemi corona, membuat Yuni harus memutar otak. Sebab, dia punya tanggungan lain seperti tagihan kontrakan, kredit motor.

Yuni mengatakan, tagihan sewa kontrakan dan kredit motornya setiap bulan berkisar di angka Rp 1 juta. Untungnya, kedua tagihan yang membikinnya sakit kepala nominalnya berkurang akibat Corona.

"Namun saat pandemi ini saya kurangi untuk membayar kontrakan dan setoran motor saya bisa berkurang," kata dia.

Lebih lanjut, Yuni berharap, pandemi Covid-19 yang melanda tanah air asegera berakhir. Dia berharap keadaan kembali normal seperti sedia kala agar bisa mencari pekerjaan baru.

"Saya hanya berharap situasi pandemik Corona ini cepat selesai dan semua normal saya bisa mencari pekerjaan lagi," harap Yuni.

Baginya, pandemi corona membikin orang-orang untuk lebih cerdas dalam menjalani hidup, agar bisa bertahan di situasi seperti ini. Yuni menambahkan, yang paling penting buatnya saat ini adalah kesehatan yang berlimpah.

"Situasi pandemi ini membuat ruang gerak kita dibatasi, tapi membuat kita lebih cerdas agar bisa survive. Yang penting tetap semangat dan jaga kesehatan sambil mencari rupiah demi hidup yang mahal," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kumpulan Cerita Pelik Para PRT yang Dirumahkan Sang Majikan karena Corona

Kumpulan Cerita Pelik Para PRT yang Dirumahkan Sang Majikan karena Corona

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 18:07 WIB

Cerita PRT Sambut Lebaran di Masa Pandemi, Tetap Gembira Meski Penuh Getir

Cerita PRT Sambut Lebaran di Masa Pandemi, Tetap Gembira Meski Penuh Getir

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 17:44 WIB

Dirumahkan karena Majikan Takut Corona, Hidup PRT Terpuruk Tanpa Pesangon

Dirumahkan karena Majikan Takut Corona, Hidup PRT Terpuruk Tanpa Pesangon

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:16 WIB

Selain Driver Ojol, PRT dan Sopir di Batam Diisolasi karena Suspect Corona

Selain Driver Ojol, PRT dan Sopir di Batam Diisolasi karena Suspect Corona

News | Jum'at, 06 Maret 2020 | 12:52 WIB

PRT Indonesia Positif Corona Dibiayai Singapura Sampai Sehat Lagi

PRT Indonesia Positif Corona Dibiayai Singapura Sampai Sehat Lagi

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 20:34 WIB

Diisolasi, KBRI Tak Bisa Temui PRT yang Kena Virus Corona di Singapura

Diisolasi, KBRI Tak Bisa Temui PRT yang Kena Virus Corona di Singapura

News | Rabu, 05 Februari 2020 | 18:21 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×