Berisiko Besar, Jokowi: Kultur Baru di Sektor Pariwisata Harus Disiapkan

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2020 | 12:56 WIB
Berisiko Besar, Jokowi: Kultur Baru di Sektor Pariwisata Harus Disiapkan
Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5). [ANTARA FOTO]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada jajaran terkait untuk menyiapkan sebuah standar baru atau kultur baru di sektor pariwisata dalam kondisi di tatanan normal baru akibat pandemi Corona.

Ia juga mengatakan perlunya sosialisiasi yang masif serta uji coba protokol tatanan baru di sektor pariwisata.

"Betul-betul harus disiapkan sebuah standar baru menjadi sebuah kultur baru, kebiasaan baru di sektor pariwisata dan perlunya sosialisasi yang masif, diikuti uji coba, diikuti simulasi-simulasi," ujar Jokowi dalam rapat terbatas secara virtual, Kamis (28/5/2020).

Tak hanya itu, mantan Wali Kota Solo itu mengatakan pengawasan terhadap standar protokol kesehatan di lapangan juga harus dilakukan dengan ketat.

"Sekarang ini pengawasan agar betul-betul standar protokol kesehatan itu dijalankan di lapangan," ucap mantan Wali Kota Solo.

Pasalnya kata Jokowi, jika tidak dilakukan pengawasan protokol kesehatan dengan ketat, akan berdampak buruk pada citra pariwisata di Indonesia.

Karena itu, Kepala Negara meminta agar jajarannya mengkalkulasi dengan baik protokol kesehatan di tatanan normal baru.

"Karena ini risikonya besar, begitu ada imported case, kemudian ada dampak kesehatan, maka citra pariwisata yang buruk akan bisa melekat dan akan menyulitkan kita untuk memperbaikinya lagi. Oleh karena itu betul-betul harus dihitung, dikalkulasi betul, lapangannya harus dimanajemen, pengawasannya betul-betul dilaksanakan betul," katanya.

Sebelumnya, Jokowi menyebut pandemi Covid-19 akan mengubah tren pariwisata di dunia. Kata Jokowi, isu kesehatan (health), kebersihan (hygiene) dan keselamatan (safety) akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong.

"Saya ingin ingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia di mana isu health, hygiene, serta safety, security akan jadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong," ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, kata Jokowi referensi hiburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak melibatkan banyak orang seperti solo travel, wellness hingga staycation.

"Selain itu referensi hiburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang, seperti solo travel tour, wellness tour termasuk di dalamnya juga virtual tourism serta staycation," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerahkan Tentara dan Polri Awasi New Normal, Begini Kata Kapolri

Kerahkan Tentara dan Polri Awasi New Normal, Begini Kata Kapolri

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:41 WIB

Tanggapi Skema New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

Tanggapi Skema New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:39 WIB

Sambut New Nomal, Ini Instruksi Jokowi Terkait Protokol Sektor Pariwisata

Sambut New Nomal, Ini Instruksi Jokowi Terkait Protokol Sektor Pariwisata

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:18 WIB

Jokowi: Pandemi Corona Ubah Tren Pariwisata Dunia

Jokowi: Pandemi Corona Ubah Tren Pariwisata Dunia

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:15 WIB

Arus Balik: Pendatang Masuk Kota Bekasi, Siap-Siap Dikirim ke Rumah Singgah

Arus Balik: Pendatang Masuk Kota Bekasi, Siap-Siap Dikirim ke Rumah Singgah

Jabar | Kamis, 28 Mei 2020 | 12:11 WIB

Tolak New Normal, Atiqah Hasiholan: Ini Hanya Transisi

Tolak New Normal, Atiqah Hasiholan: Ini Hanya Transisi

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2020 | 11:23 WIB

New Normal, Tantri Kotak Khawatir Keselamatan Anak

New Normal, Tantri Kotak Khawatir Keselamatan Anak

Entertainment | Kamis, 28 Mei 2020 | 11:02 WIB

Siap-siap! Sistem Kerja ASN Menuju The New Normal

Siap-siap! Sistem Kerja ASN Menuju The New Normal

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 10:36 WIB

Ingin Menikah saat New Normal, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Ingin Menikah saat New Normal, Ini 5 Hal yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2020 | 10:02 WIB

Terkini

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:55 WIB

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:54 WIB

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:30 WIB

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!

News | Minggu, 12 April 2026 | 12:28 WIB

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:55 WIB

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

Ironi Sawit RI: Indonesia Punya Kebun, Tapi Kenapa Singapura yang Meraup Cuan?

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

Ini Poin Jalan Buntu Perundingan Amerika Serikat dan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:36 WIB

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

Breakingnews! Negosiasi Amerika Serikat dan Iran di Pakistan Buntu

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:20 WIB

Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf

Berompi Oranye dan Tangan Terborgol, Bupati Tulungagung Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK: Mohon Maaf

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:09 WIB

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

Negosiasi Iran dan AS di Islamabad Berlanjut, Delegasi Perpanjang Waktu Perundingan

News | Minggu, 12 April 2026 | 11:08 WIB