Derita Pekerja Migran, Bocah Ajak Main Ibunya yang Telah Meninggal

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 28 Mei 2020 | 16:17 WIB
Derita Pekerja Migran, Bocah Ajak Main Ibunya yang Telah Meninggal
Ribuan orang di India memilih pulang kampung di tengah pandemi virus corona. [AFP]

Suara.com - Seorang anak kecil di India terlihat bermain disamping sang ibu yang telah meninggal. Ibunya merupakan satu diantara pekerja migran yang tewas dalam perjalanan pulang kampung setelah kehilangan pekerjaan karena lockdown.

Menyadur Al Jazeera, video yang memperlihatkan tingkah bocah bersama jasad perempuan yang terbaring di dekat perlintasan kereta kota Muzaffarpur ini belakangan viral di media sosial.

Seolah ingin membangunkan, bocah laki-laki ini beberapa kali menarik-narik selimut yang dipakai sang ibu.

Berdasarkan keterangan dari pekerja migran lain yang melakukan perjalanan bersama perempuan tersebut, mengatakan penyebab kematian perempuan itu adalah kekurangan makanan dan minuman setelah berjalan sejauh 1,8 ribu kilometer dari Gujarat barat.

Sementara menurut petugas kepolisian, ia meninggal lantaran menderita sakit. Hal ini mengacu pada surat keterangan yang dilampirkan oleh pihak Indian Railways yang memuat pernyataan kerabat si perempuan dan menyebut kondisi kesehatannya buruk.

Otoritas berwenang pada Rabu (27/5), menyebutkan, setidaknya ada sembilan pekerja migran, termasuk ibu berusia 39 tahun ini, yang tewas saat melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.

Bocah menarik selimut yang menutupi tubuh ibunya yang telah meninggal. (tangkapan layar/media sosial)
Bocah menarik selimut yang menutupi tubuh ibunya yang telah meninggal. (tangkapan layar/media sosial)

Sebelumnya, bocah berusia empat tahun meninggal di dekat stasiun Muzaffarpur. Sang ayah menyebutkan anaknya "meninggal karena fasiliras buruk di kereta khusus untuk pekerja migran."

Pada Rabu (27/5), dua pekerja migran yang merupakan penumpang kereta juga meninggal dalam perjalanan. Kemudian selama Senin (25/5) hingga Rabu (27/5), lima pekerja migran lain juga tewas dalam perjalanan kereta api, berdasarkan laporan Press Trust of India.

Para kritikus menyebut kereta-kereta khusus pekerja migran mengalami mengalami penundaan yang membuat para migran harus menunggu selama berhari-hari di tengah cuaca terik dan panas.

baca juga

Kendati demikian, pihak Indian Railways mengatakan para korban tewas akibat penyakit, alih-alih fasilitas yang buruk.

"Tidak ada laporan meninggal akibat kelaparan," ujar Indian Railways melalui akun twitter resmi mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Mata-mata, India Tahan Merpati Milik Pria Asal Pakistan

Disebut Mata-mata, India Tahan Merpati Milik Pria Asal Pakistan

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 14:46 WIB

Covid-19, Gelombang Panas dan Belalang Sapu India Bersamaan

Covid-19, Gelombang Panas dan Belalang Sapu India Bersamaan

Tekno | Kamis, 28 Mei 2020 | 07:10 WIB

Tak Punya Uang, 7 Pekerja Migran di India Jalan Kaki 1.800 Km untuk Pulang

Tak Punya Uang, 7 Pekerja Migran di India Jalan Kaki 1.800 Km untuk Pulang

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:37 WIB

Terkini

Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR

Geruduk DPRD, BEM DIY Tagih UU Perampasan Aset Agar Tak Jadi Dokumen yang Terparkir di DPR

Jogja | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:44 WIB

Kecewa Hasil Audiensi, Relawan Ojol Kapok Bantu Aksi AMPB

Kecewa Hasil Audiensi, Relawan Ojol Kapok Bantu Aksi AMPB

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:44 WIB

Sindrom Cowok Bingung: Antara Tuntutan Maskulinitas dan Pelarian dari Kedewasaan

Sindrom Cowok Bingung: Antara Tuntutan Maskulinitas dan Pelarian dari Kedewasaan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Hati-Hati! 5 Kebiasaan Kecil ini Bisa Bikin Kamu Mengalami Brain Rot

Hati-Hati! 5 Kebiasaan Kecil ini Bisa Bikin Kamu Mengalami Brain Rot

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Ternyata Residivis, Ini Sosok Pemasok Sabu Revaldo yang Diciduk Polisi di GBK

Ternyata Residivis, Ini Sosok Pemasok Sabu Revaldo yang Diciduk Polisi di GBK

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah

Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:33 WIB

Hormati sang Kakek, Ariel Tatum Ganti Nama Asli Menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini

Hormati sang Kakek, Ariel Tatum Ganti Nama Asli Menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini

Entertainment | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Bukan Sekadar Ormas: Di Hadapan Prabowo-Gibran, Gus Yahya Tegaskan NU Penyangga Utama NKRI

Bukan Sekadar Ormas: Di Hadapan Prabowo-Gibran, Gus Yahya Tegaskan NU Penyangga Utama NKRI

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Review Novel Evergreen: Menemukan Makna Hidup dan Memaafkan di Kedai Es Krim

Review Novel Evergreen: Menemukan Makna Hidup dan Memaafkan di Kedai Es Krim

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:30 WIB

HP Vivo RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Kamera Super Jernih

HP Vivo RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 4 Pilihan dengan Kamera Super Jernih

Tekno | Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×