Dianggap Teroris oleh Trump, Siapa Sebenarnya Kelompok Antifa?

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Senin, 01 Juni 2020 | 12:48 WIB
Dianggap Teroris oleh Trump, Siapa Sebenarnya Kelompok Antifa?
[The Guardian]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memasukkan Antifa ke daftar organisasi teroris setelah dituding sebagai pemicu kerusuhan dan anarkisme dalam aksi-aksi massa atas kematian George Floyd.

Lalu siapa sebenarnya Antifa? Antifa merupakan kependekan dari Anti-fasis. Istilah ini digunakan untuk mendefinisikan sekelompok orang yang menganut politik kiri yang menentang nilai-nilai fasisme dari sayap kanan.

Menyadur News4Jax, kelompok ini tidak memiliki pemimpin atau markas resmi, meskipun kelompok di negara bagian tertentu kerap mengadakan pertemuan rutin.

Antifa menggunakan taktik radikal atau kekerasan menyempaikan pesan dan menjustifikasi pertahanan diri.

Seorang mantan pembentuk Antifa, Scott Crow, mengatakan "cita-cita radikal" yang digaungkan oleh kelompok merupakan adaptasi dari kaum liberal.

Sementara Direktur Pusat Studi Kebencian dan Ekstremisme di Universitas Negeri California San Bernadino, Brian Levin, menyebut Antifa kini lebih dikenal aktif dalam demonstrasi publik dan dalam gerakan progresif.

"Apa yang mereka coba lakukan sekarang tidak hanya menonjol melalui kekerasan di demonstrasi-demonstrasi, tetapi juga mengjangkau lewat pertemuan-pertemuan kecil dan melalui jejaring sosial untuk menumbuhkan progresif yang kehilangan haknya," kata Levin.

Kelompok ini mulai aktif sejak demonstrasi di Charlottesville, Virginia, yang mengecam rasisme pada Agustus 2017 silam. Saat itu, Antifa juga menentang penghapusan patung Jenderal Robert E. Lee.

Pada tahun yang sama, Antifa juga melayangkan protes atas pelantikan Presiden AS Donald Trump hingga memprotes penampilan seorang provokator kanan Milo Yiannapoulos di Univeristas California Berkeley.

Dalam sepak terjangnya, Antifa dikenal memakai pakaian serba hitam. Pun mereka memakai topeng untuk menyembunyikan identitas merka dari polisi dan siapapun yang mereka protes.

Salah satu penyebab kelompok ini menjadi kontroversial adalah cara yang mereka gunakan selama protes yakni kekerasan. Antifa dikenal menyebabkan kerusakan properti saat melakukan aksi.

Para anggota menggunakan kekerasan sebagai alat pertahanan diri. Mereka percaya, perusakan properti tidak sama dengan kekerasan.

Levin mengatakan aktivis Antifa merasa perlu untuk mengambil bagian dalam kekerasan karena "mereka percaya bahwa elit mengendalikan pemerintah dan media. Jadi perlu untuk untuk membuat pernyataan langsung terhadap orang-prang yang mereka anggap rasis."

Sedangkan Crow mengatakan filososdi Antifa didasarkan pada ide aksi langsung. Gagasan di Antifa adalah mereka pergi ke mana sayap kanan pergi.

"Jadi kami pergi untuk menimbulkan konflik, untuk mentup mereka (sayap kanan) di tempat merea berada, karena kita tidak percaya bahwa Nazi atau fasis dari garis mana pun harus memiliki juru bicara," tegas Crow.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusuh Protes George Floyd, Trump Masukkan Antifa ke Daftar Teroris

Rusuh Protes George Floyd, Trump Masukkan Antifa ke Daftar Teroris

News | Senin, 01 Juni 2020 | 09:16 WIB

Salut! Ratusan Warga dan Polisi di Santa Cruz Berlutut Kenang George Floyd

Salut! Ratusan Warga dan Polisi di Santa Cruz Berlutut Kenang George Floyd

News | Minggu, 31 Mei 2020 | 19:54 WIB

Fotografer Media AS Dibebaskan setelah Ditahan saat Meliput Aksi Protes

Fotografer Media AS Dibebaskan setelah Ditahan saat Meliput Aksi Protes

News | Minggu, 31 Mei 2020 | 21:02 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB