New Normal Dinilai Didramatisasi, Rocky Gerung: Pemulung Ikut Ngomong

Dany Garjito | Rifan Aditya | Suara.com

Selasa, 02 Juni 2020 | 14:29 WIB
New Normal Dinilai Didramatisasi, Rocky Gerung: Pemulung Ikut Ngomong
Rocky Gerung dan Hersubeno Arief (Screenshot Youtube Rocky Gerung Official)

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung menanggap situasi New Normal yang disebutkan pemerintah terlalu didramatisasi. Bahkan Rocky mendapati pemulung sampai berbicara soal New Normal.

Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam video bincang-bincangnya bersama Hersubeno Arief. Video tersebut diunggah ke kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin (1/6/2020).

Menurut Rocky, istilah New Normal itu semacam pleonasme atau penambahan informasi pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

"Kita itu bukan dramatis soal New Normal ini tapi didramatisasi. Karena didramatisasi, orang menganggap New Normal ini hanyalah sekadar literasi baru, narasi baru dari istana untuk menutupi beberapa soal," kata Rocky.

"Karena begitu kata New Normal diucapkan sampai pemulung pun bicara tentang New Normal," imbuhnya.

Hersubeno Arief heran saat Rocky mengatakan bahwa pemulung juga ikut membicarakan New Normal. Tapi Rocky menemukan sendiri hal tersebut.

"Saya bertemu (pemulung), berapa hari lalu itu lewat, dan (berbicara) 'wah pak Rocky New Normal'. Oke, saya bilang, salam New Normal," tutur Rocky pada Hersubeno.

Bagi Rocky, istilah New Normal yang sampai diucapkan oleh pemulung ini dianggapnya jadi semacam ledekan.

"Buktinya, akhirnya Presiden, New Normal isinya berdamai tapi kemudian Presiden kasih isyarat bahwa kita sekarang harus waspada lagi karena ada second wave di beberapa negara," ujar Rocky.

Berdasarkan hal inilah, Rocky melihat New Normal hanya didramatisasi. Ia pun khawatir istilah ini akan hilang begitu saja dalam beberapa hari ke depan.

"Saya takutnya vocabulary New Normal ini dalam dua tiga hari ini berakhir karena fakta-fakta dunia menunjukkan bahwa belum normal sebetulnya. Bahkan di negara yang sudah normal membatalkan New Normal," ucap mantan dosen Universitas Indonesia ini.

Rocky berpendapat, sebetulnya masyarakat Indonesia bisa siap setiap saat untuk melakukan New Normal tapi dengan asumsi puncak pandemi Covid-19 sudah terjadi.

"Sekarang, pemerintah belum punya data tentang klimaksnya, tiba-tiba bikin New Normal. Juru bicara istana dan sebagainya katanya sudah bicara dengan epidemiologi, virologis, kalau saya tanya misalnya siapa nama epidemiologi itu, jubirnya akan bilang, ya itu urusan kami dengan dunia profesi akademisi," terang Rocky.

Baginya, semua orang berhak tahu bagaimana proses keputusan situasi New Normal itu ditetapkan. Termasuk siapa epidemiologi yang melakukan penelitian dan datanya dipakai oleh pemerintah.

"Jadi, di dalam kekacauan itu orang akan menganggap ya New Normal artinya dinormal-normalkan sesuatu yang belum normal. Tidak secara natural New Normal itu diperoleh," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Tegaskan Indonesia Tidak Pilih Herd Immunity

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Tegaskan Indonesia Tidak Pilih Herd Immunity

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 13:50 WIB

Soal Skema New Normal, Warga Jakarta: Masih Banyak yang Cuek

Soal Skema New Normal, Warga Jakarta: Masih Banyak yang Cuek

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 13:27 WIB

5.847 Masjid di Tasik Dibuka Lagi, Warga Bisa Beribadah di Masa New Normal

5.847 Masjid di Tasik Dibuka Lagi, Warga Bisa Beribadah di Masa New Normal

Jabar | Selasa, 02 Juni 2020 | 13:21 WIB

Tasikmalaya Terapkan New Normal, Warganya Malah Lupa Pakai Masker

Tasikmalaya Terapkan New Normal, Warganya Malah Lupa Pakai Masker

Jabar | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:49 WIB

Berharap Bisa Bawa Penumpang Lagi, Sopir Ojol: Cari Makan Masih Susah

Berharap Bisa Bawa Penumpang Lagi, Sopir Ojol: Cari Makan Masih Susah

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 12:10 WIB

Terkini

Soroti Angkot Ngetem Picu Macet, Pramono Anung Bakal Tambah Armada Mikrotrans dan JakLingko

Soroti Angkot Ngetem Picu Macet, Pramono Anung Bakal Tambah Armada Mikrotrans dan JakLingko

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

Sisi Humanis Warga Iran, Tawarkan Buah ke Jurnalis Padahal Rumahnya Hancur Lebur Habis Diserang

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:45 WIB

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:35 WIB

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:34 WIB

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:22 WIB

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:21 WIB

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:19 WIB

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:16 WIB