Suara.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengenang momen tak terlupakan ketika dianggap orang asing oleh putrinya sendiri.
Momen itu terjadi ketika saat Luhut masih menjadi tentara. Namun kejadian tersebut hingga saat ini tidak pernah dilupakan Luhut.
Dilansir hops.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (6/6/2020) Luhut merupakan pejabat berlatar belakang TNI.
Jenderal TNI ini telah menghabiskan waktunya lebih dari 30 tahun sebagai prajurit di Kopassus. Suka duka dia jalani sebagai prajurit, termasuk kerap meninggalkan anak dan istri ketika menjalankan tugas operasi.
Sebuah kejadian lantas membuat Luhut terpukul. Momen ketika putri Luhut, Paulina Panjaitan, yang saat itu masih kecil menangis melihat dirinya.
BACA JUGA: Helikopter TNI AD Terbakar, Ini Video Detik-detik saat Korban Dievakuasi
"Ada satu momen yang saya ingat sampai saat ini, yaitu waktu anak saya Uli waktu itu berumur 3 tahun, dia menangis ketika melihat saya pulang ke rumah," tulis Luhut di postingan akun Instagram-nya.
Saking seringnya meninggalkan istri dan anak, Luhut dianggap orang asing bagi putrinya. Anaknya sampai takut melihat Luhut.
"Sayangnya dia bukan menangis karena lama menahan rindu ke ayahnya tapi dia takut ada orang asing muncul di kamarnya. Dia tak mengenali saya. Sebagai seorang ayah, hal ini membuat saya terpukul," imbuh Luhut.
Pengalaman inilah yang kemudian membuat Luhut berjanji pada dirinya sendiri, agar tiap berangkat tugas negara, dia harus memastikan dirinya dan prajuritnya bisa pulang dengan selamat.
"Artinya, semua misi harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sehingga kami bisa pulang untuk menebus utang waktu kami dengan keluarga," kata Luhut.

Dalam unggahan itu, Luhut juga mengaku tetap memegang Sapta Marga yang ia dapatkan di TNI. Nilai-nilai Sapta Marga ini membuat dirinya membuka ruang untuk kritik dari publik.
BACA JUGA: Bikin Warga Takut, Helikopter TNI AD di Kendal Meledak Dahsyat saat Jatuh
Ia terbiasa untuk tak mudah memasukkan semua kritik ke dalam hati. Pria 72 tahun ini, mengaku senang mendapat masukan dan kritik yang membangun dari siapa saja.
"Saya selalu mempersilakan siapa pun yang ingin menyampaikan kritik untuk datang dan duduk bersama mencari solusi permasalahan bangsa. Bukan dengan melempar ucapan yang menimbulkan kegaduhan tanpa fokus pada inti permasalahan," tulis Luhut.