PSBB, Kawasan Wisata Lembang Dikunjungi Turis Lokal: Sudah Jenuh di Rumah

BBC

BBC

Senin, 08 Juni 2020 | 06:32 WIB
PSBB, Kawasan Wisata Lembang Dikunjungi Turis Lokal: Sudah Jenuh di Rumah
[BBC].

Ibu Bunga, Dian Kurniawati memahami kebosanan anaknya. Ia lantas mengajak dua orang anaknya jalan-jalan ke Lembang. Wisata alam dipilihnya sebab dirasa lebih aman dari penularan virus corona dibanding tempat keramaian lainnya.

"Dibilang sedih, ya sedih di dalam terus, susah ke mana-mana. Yang kasihan anak-anak mulai jenuh. Kalau ke mal gak mungkin, ke tempat seperti swalayan juga anak-anak nggak mungkin. Kalau ke sini masih ada jarak buat orang, setidaknya agak aman kalau ke tempat begini. Tadi habis beres PAT (penilaian akhir tahun), hayu ah jalan-jalan," ujar warga Kota Bandung ini.

Wisata alam juga jadi pilihan Johanan, warga Kota Cimahi, yang berniat mengunjungi kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu yang ternyata masih tutup. Johanan menilai berwisata alam bisa menyegarkan pikirannya yang suntuk akibat berdiam terus di rumah selama pandemi corona.

"Karena sudah berapa bulan di rumah terus, jadi rasanya suntuk, bosan. Jadi pengen cari refresing, sudah bosan di rumah. Di sini wisatanya alam terbuka, jadi bisa merefreshkan pikiran," kata pemuda 28 tahun ini.

Johanan mengaku tidak khawatir dengan penularan virus corona.

"Asal kita jaga jarak saja, pakai masker dan sarung tangan, juga hand sanitizer, physical distancing," ujarnya.

Akan tetapi, niat Johanan berwisata harus diurungkan karena tempat wisata tujuannya tutup.

Nasib Johanan dialami sejumlah wisatawan lainnya yang datang berkunjung ke Cikole Jayagiri, Floating Market, Grafika Cikole, Farm House, dan Green Grass.

Para wisatawan yang umumnya datang bersama keluarga, akhirnya hanya duduk-duduk di warung yang berada di sekitar lokasi wisata. Ada pula yang tetap piknik dengan menggelar tikar di lapangan rumput yang lowong.

baca juga

Belum seramai seperti sebelum pandemi

Kawasan Lembang, berdasarkan pemantauan wartawan Yuli Saputra, belum seramai seperti sebelum pandemi corona.

Arus lalu lintas menuju kawasan ini, yang terpantau pada Sabtu (6/6), dalam kondisi lancar dengan durasi perjalanan dari wilayah Kota Bandung ke Lembang hanya 1,5 jam. Padahal sebelum pandemi berlangsung, perjalanan, terutama di akhir pekan, bisa memakan waktu hingga enam jam akibat kemacetan yang terjadi.

Kendati demikian, banyak pesepeda, baik perorangan maupun rombongan, yang melintasi Jalan Setiabudi—jalur utama menuju kawasan wisata Lembang.

Salah satu pesepeda, Ifran mengaku tertarik berolahraga sepeda justru saat pandemi corona, ketika olahraga lain tidak bisa dilakukan. Selain itu, jalanan yang kosong menjadi momen yang tepat bagi para pesepeda untuk berolahraga.

"Malah mulai bersepedanya dari pandemik karena jalannya kosong. Jalan-jalan di mana-mana jadi tempat main sepeda. Gara-gara pandemi banyak yang main sepeda," ujar Ifran.

Arus lalu lintas ke Puncak ramai

Lain halnya dengan kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Arus lalu lintas di kawasan tersebut terpantau ramai pada akhir pekan ini, meski masih dalam kondisi lancar.

"Untuk arus lalu lintas pada pagi hari ini, situasinya terpantau lancar kemudian kita masih dalam rangka PSBB proposional Kabupaten Bogor masih dilaksanakan penyekatan-penyekatan utamanya yang mengarah Puncak, kita laksanakan penyekatan di seputaran Simpang Gadog atau arah ke Puncak. Untuk arus masih landai. Normal lancar.

"Diimbau kepada masyarakat untuk menunda dulu perjalanannya apabila tidak penting karena kita masih bersama-sama berupaya mencegah penyebaran Covid 19 maupun berupaya menghilangkan virus tersebut," kata Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadly Amri saat dihubungi melalui telepon, Minggu (7/6).

Mengenai situasi arus lalu lintas di kawasan Puncak Bogor pada Sabtu (06/06) kemarin, Fadly mengatakan kondisi lalu lintas juga terpantau ramai.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Jawa Barat, Daud Achmad, menyatakan, seluruh daerah di Jawa Barat dinyatakan masih dalam status PSBB, meski 15 daerah sudah diizinkan melaksanakan AKB. Namun, ke-15 kabupaten/kota itu harus menunggu izin dari menteri kesehatan.

"Bupati wali kota yang diumumkan daerahnya di zona biru masih PSBB dulu. Penerapan AKB bisa dilaksanakan manakala PSBB dicabut oleh menteri kesehatan," kata Daud saat jumpa pers, Jumat (5/6).

Sebelumnya, Ridwan Kamil mengumumkan penerapan AKB bagi 15 kabupaten kota yang masuk zona biru bisa dimulai pada 1 Juni 2020. Ke-15 kabupaten kota itu adalah Kabupaten Bandung Barat, Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Kabupaten Garut, Pangandaran, Majalengka, Purwakarta, Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Banjar, dan Kota Sukabumi.

Penerapan AKB, salah satunya, diizinkannya tempat wisata dibuka. Namun tetap dibatasi hanya untuk wisata individu atau perorangan, seperti jalan melintasi alam atau hiking.

"Di zona biru wisata boleh buka, wisata yang datang sendiri, seperti hiking. Wisata keluarga belum boleh dulu," ujarnya.

Mengapa nekad berwisata?

Pengamat sosial dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Elly Malihah, dapat memahami kejenuhan atau kebosanan masyarakat jika terkurung dalam jangka waktu tertentu.

"Jadi wajar. Manusia kan betul-betul tidak bisa dikurung. Di samping karena dia makhluk individu, sekaligus makhluk sosial yang ingin dihargai atau menghargai orang lain atau ingin mengaktualisasikan dirinya," kata Elly saat dihubungi melalui telepon, Minggu (07/06).

Elly sendiri melihat warga, khususnya Kota Bandung, mulai banyak yang keluar rumah. Jalanan di Kota Bandung juga kembali ramai. Elly mengungkapkannya dengan istilah Sunda "siga kuda lepas di gedogan" (seperti kuda yang lepas dari kandangnya).

Ada banyak faktor, menurut Elly, yang memicu kondisi itu terjadi. Pertama, sosialisasi tentang bahaya virus corona yang tidak mengena. Kedua, warga kesulitan melampiaskan kejenuhannya dengan cara yang aman di masa pandemi ini.

Untuk faktor pertama, Elly menjelaskan, ada kesenjangan bahasa antara pemerintah dan masyarakat awam.

"Kenyataannya di masyarakat kita ini sosialisasi dari kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya tersosialisasikan dengan baik. Ada sedikit kebingungan dengan beberapa istilah yang disampaikan pemerintah, seperti new normal dan PSBB. Bahasa rakyat dengan bahasa pemerintah berbeda," kata perempuan bergelar profesor ini.

Tak sedikit masyarakat, lanjut Elly, yang menganggap new normal itu kembali ke kondisi normal sebelum pandemi.

Padahal, istilah itu berarti, masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa tapi dengan protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat juga harus paham virus corona masih menjadi ancaman.

Faktor kedua, Elly menuturkan, masyarakat cenderung kesulitan melampiaskan kejenuhannya dengan cara yang lebih aman lantaran minimnya fasilitas publik, seperti taman bermain dan sarana olahraga, di sekitar tempat tinggal mereka.

"Ketika datang ke objek wisata di Lembang karena mereka untuk melepaskan rasa jenuhnya tidak ada di sekitar mereka. Tidak ada taman bermain, tidak ada tempat olahraga," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diserbu Wisatawan, Jalur Lembang Bandung Macet Parah

Diserbu Wisatawan, Jalur Lembang Bandung Macet Parah

Foto | Rabu, 25 Desember 2019 | 08:17 WIB

Keren, Inilah The Great Asia Afrika, Wisata Keluarga Baru di Lembang

Keren, Inilah The Great Asia Afrika, Wisata Keluarga Baru di Lembang

Lifestyle | Jum'at, 29 November 2019 | 20:05 WIB

Serasa di Jepang, Wisata di Lembang Bandung Ini Instagramable

Serasa di Jepang, Wisata di Lembang Bandung Ini Instagramable

Lifestyle | Rabu, 31 Oktober 2018 | 16:52 WIB

Terkini

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Menko Airlangga Hartarto Pantau SUV Hybrid JETOUR T2 i-DM di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar Kasus Fraud PT Dana Syariah Indonesia, 5.714 Korban Terverifikasai

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:38 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Jamin Data Perpajakan Aman dan Pelayanan Tetap Jalan

Gedung Bapenda DKI Terbakar, Pramono Jamin Data Perpajakan Aman dan Pelayanan Tetap Jalan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:31 WIB

Changan Nevo Q05 Menjadi Pilihan Baru SUV Listrik Rp 300 Jutaan di Indonesia

Changan Nevo Q05 Menjadi Pilihan Baru SUV Listrik Rp 300 Jutaan di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:26 WIB

9 Facial Wash untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas untuk Cegah Tanda Penuaan

9 Facial Wash untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas untuk Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah

Di Balik Polemik UKT dan Roh Pendidikan Tinggi: Saatnya Kampus Elite Berbagi dengan Kampus Daerah

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Kabel Tembaga Ngumpet di Jok Vario, Aksi Dua Pekerja di Gresik Berakhir di Tangan Polisi

Kabel Tembaga Ngumpet di Jok Vario, Aksi Dua Pekerja di Gresik Berakhir di Tangan Polisi

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:13 WIB

×