facebook

Puskesmas di Papua Tutup karena 52 Tenaga Medis Positif Corona

Pebriansyah Ariefana
Puskesmas di Papua Tutup karena 52 Tenaga Medis Positif Corona
Masjid yang menyediakan kamar mayat di tengah wabah virus corona (BBC News Indonesia)

sebagian besar tenaga medis yang tertular virus corona sudah sembuh.

Suara.com - Sebanyak 52 tenaga medis di Papua terpapar virus corona. Hal itu menyebabkan banyak puskesmas di sana yang tutup karena kekurangan tenaga medis.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Silwanus Sumule mengatakan sebagian besar tenaga medis yang tertular virus corona sudah sembuh, tinggal beberapa yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia menekankan pentingnya kejujuran warga dalam menyampaikan informasi perihal gangguan kesehatan mereka kepada tenaga medis serta disiplin menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus corona di kalangan tenaga medis, yang harus menjalankan tugas di garda terdepan upaya penanggulangan COVID-19.

"Tenaga medis merupakan garda terakhir sedangkan garda terdepan adalah masyarakat sehingga diharapkan mematuhi protokol kesehatan terkait COVID-19, gunakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan," kata Sumule di Jayapura, Minggu (7/6/2020) malam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengatakan bahwa ada puskesmas yang harus ditutup sementara karena sebagian petugas kesehatannya terpapar virus corona.

Baca Juga: Surabaya Raya Usul PSBB Wabah Corona Dihentikan

Ia mengatakan bahwa ada 45 petugas medis puskesmas yang terpapar virus corona, lima di antaranya dikonfirmasi positif tertular COVID-19.

Petugas kesehatan yang positif COVID-19 kini menjalani perawatan di rumah sakit, dan 40 orang yang masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan menjalani karantina mandiri. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar