Studi: Vitamin K Bisa Menekan Keparahan Pasien Akibat Virus Corona

Senin, 08 Juni 2020 | 07:25 WIB
Studi: Vitamin K Bisa Menekan Keparahan Pasien Akibat Virus Corona
Ilustrasi Vitamin K

Suara.com - Pasien yang telah meninggal atau dirawat di perawatan intensif dengan Covid-19 telah ditemukan kekurangan vitamin K yang ditemukan dalam bayam, telur, dan keju. Temuan ini meningkatkan harapan bahwa perubahan pola makan mungkin menjadi salah satu jawaban untuk memerangi penyakit.

Dilansir dari The Guardian, para peneliti memelajari pasien rawat di rumah sakit Canisius Wilhelmina di kota Nijmegen Belanda. Mereka kemudian memuji manfaat vitamin K setelah menemukan hubungan antara kekurangan vitamin tersebut dengan keparahan virus corona.

Covid-19 menyebabkan pembekuan darah dan mengarah pada degradasi serat elastis di paru-paru yang membahayakan nyawa pasien.

Sementara itu, vitamin K yang dicerna melalui makanan dan diserap dalam saluran pencernaan adalah kunci untuk produksi protein yang mengatur pembekuan darah dan dapat melindungi dari penyakit paru-paru.

Dokter Rob Janssen, seorang ilmuwan yang bekerja pada proyek tersebut, mengatakan bahwa berdasarkan temuan awal ia akan mendorong asupan vitamin K yang sehat, kecuali bagi mereka yang menggunakan obat pengencer darah.

“Kita berada dalam situasi yang mengerikan. Kami memang memiliki intervensi yang tidak memiliki efek samping, bahkan kurang berisiko dari plasebo. Ada satu pengecualian utama, yakni orang yang menggunakan obat anti-pembekuan darah," kata Janssen.

“Saran saya adalah meminum suplemen vitamin K. Bahkan jika tidak membantu melawan Covid-19 yang parah, itu baik untuk pembuluh darah, tulang, dan paru-paru," tambahnya.

Ia menambahkan, "kami memiliki vitamin K1 dan K2. K1 dalam bayam, brokoli, sayuran hijau, blueberry, semua jenis buah dan sayuran. K2 dari keju lebih baik dan mudah diserap oleh tubuh. Ini keju Belanda, dan keju Prancis.”

Ilustrasi Vitamin K. (Shutterstock)
Ilustrasi Vitamin K. (Shutterstock)

Janssen juga merekoendasikan natto, makanan khas Jepang yang kaya vitamin K2.

Baca Juga: Yili Group Bagi-bagi Es Krim dan Sembako untuk Warga Tambora

“Saya telah bekerja dengan seorang ilmuwan Jepang di London dan dia mengatakan, bahwa di sebuah daerah di Jepang yang warganya makan banyak natto, tidak ada satu orang pun yang meninggal karena Covid-19," ujar Janssen.

Penelitian, yang dilakukan dalam kemitraan dengan Cardiovascular Research Institute Maastricht itu mempelajari 134 pasien yang dirawat di rumah sakit untuk Covid-19 antara 12 Maret dan 11 April dengan kelompok kontrol terdiri dari 184 pasien.

"Kami meneliti pasien Covid-19 yang sangat parah dan secara acak sehingga mereka mendapatkan plasebo atau vitamin K yang sangat aman digunakan. Kami ingin memberikan vitamin K dalam dosis yang cukup tinggi sehingga kami benar-benar  mengaktifkan protein yang sangat penting untuk melindungi paru-paru dan memeriksa  keamanannya” kata Jona Walk, peneliti kedua pada studi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI