Tutut Ungkap Ucapan Soeharto Tolak Kabur ke Negara Lain Usai Lengser

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Senin, 08 Juni 2020 | 13:28 WIB
Tutut Ungkap Ucapan Soeharto Tolak Kabur ke Negara Lain Usai Lengser
Unggahan Titiek Soeharto di hari ulang tahun Soeharto. (Instagram/Titiek Soeharto)

Suara.com - Setelah lengser dari kursi kepresidenan, penguasa Orde Baru Soeharto diklaim sempat diajak bergabung dan mendapatkan perlindungan dari negara lain. Namun, Soeharto menolak.

Kisah itu diungkap pada hari ulang tahun kelahiran Soeharto, 8 Juni, oleh putri pertamanya yaitu Siti Hardijanti Rukmana atau biasa disapa Tutut Soeharto.

Tutut mengungkapkan, medio 90-an, saat massa rakyat sudah menyuarakan agar Soeharto diturunkan dan diadili atas kesalahan-kesalahannya, sang ayah akhirnya turun.

Soeharto yang memutuskan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden RI kemudian ditawari oleh sejumlah presiden negara lain, untuk datang ke negara mereka. Namun, Soeharto menolaknya dengan alasan ingin tetap berada di Indonesia.

"Saya tidak akan pergi ke mana-mana. Ini rumah saya. Saya akan tetap di sini. Sampaikan terima kasih saya pada sahabat-sahabat saya dari negara-begara lain. Tapi maaf, saya tidak akan meninggalken Indonesia. Saya lahir di Indonesia. Seandainya saya harus mati, saya akan mati di Indonesia, negeri di mana saya dilahirkan," tulis Tutut mengutip perkataan Soeharto waktu itu.

Ketika kemudian Soeharto ditanya mengenai keadaan yang mencekam itu, ia mengaku tidak takut.

"Kenapa saya harus takut? Saya tidak bersalah. Saya sudah melakukan tugas saya dengan sebaik kemampuan yang saya punya. Saya meyakini, bahwa yang turun ke jalan, hanya terhasut oleh kelompok yang menginginkan Indonesia hancur. Semoga Allah mengampuni mereka, dan segera mengadarkan mereka, karena amsyarakat kecil yang akhirnya akan lebih menderita. Kami hanya berlindung pada Allah Yang Maha Agung," kata Soeharto yang kutip Tutut lagi dalam situs pribadinya.

Tutut menuliskan cerita khusus soal Soeharto tepat sehari sebelum hari ulang tahun Soeharto yang jatuh pada 8 Juni.

Selain itu, Tutut juga mengenang bahwa sejak peristiwa berhentinya Soeharto dari jabatan presiden, ia dan keluarganya di Cendana hanya dijaga oleh satpam dan beberapa anggota ABRI yang mengajukan pensiun dini.

baca juga

Hal itu dilakukan karena pengawalan yang sebelumnya diberikan oleh ABRI kepada Presiden dan mantan Presiden dicabut oleh Presiden Habibie.

Tutut mengaku dirinya tidak terima atas tuduhan yang dilontarkan kepada Soeharto. Menurutnya, Soeharto telah berjuang begitu besar kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut, Tutut juga mengaku sakit ketika mengingat sekelompok pihak yang sebelumnya membantu Soeharto mendadak mengundurkan diri.

"Yang lebih menyakitkan, sekelompok pembantu bapak pada saat bapak menjadi presiden, melakukan tindakan yang sangat tidak etis, yaitu akan mengundurkan diri dari jabatan Menteri kalau bapak tetap jadi Presiden. Mungkin mereka berfikir, mereka akan bisa menguasai Indonesia, setelah bapak tidak jadi Presiden," kata Tutut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Bungkukkan Badan saat Salaman dengan WNA China?

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Bungkukkan Badan saat Salaman dengan WNA China?

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 22:24 WIB

Jejak Sejarah PKI di Wikipedia Diduga Berubah, Begini Tanggapan Fadli Zon

Jejak Sejarah PKI di Wikipedia Diduga Berubah, Begini Tanggapan Fadli Zon

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:32 WIB

Mengenang Reformasi 1998 dan Lengsernya Soeharto

Mengenang Reformasi 1998 dan Lengsernya Soeharto

Foto | Jum'at, 22 Mei 2020 | 09:51 WIB

Best 5 Oto: Bayar Pajak Motor Online, 3 Mobil Presiden Soeharto

Best 5 Oto: Bayar Pajak Motor Online, 3 Mobil Presiden Soeharto

Otomotif | Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:00 WIB

22 Tahun Lengser, Ini 3 Mobil yang Pernah Temani Perjalanan Soeharto

22 Tahun Lengser, Ini 3 Mobil yang Pernah Temani Perjalanan Soeharto

Otomotif | Kamis, 21 Mei 2020 | 20:10 WIB

Terkini

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

×