Anies Curhat Virtual soal Corona ke Pemimpin Daerah Negara Lain

Iwan Supriyatna | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 10 Juni 2020 | 05:27 WIB
Anies Curhat Virtual soal Corona ke Pemimpin Daerah Negara Lain
Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan berpose di ruang kerjanya di Balai Kota, Jakarta, Kamis (5/7).[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru-baru ini menjadi salah satu pembicara kunci acara diskusi soal pandemi corona Covid-19 yang menghadirkan para pimpinan daerah dari negara lain. Di hadapan para pejabat internasional itu, Anies minta agar Corona dilihat sebagai suatu kesempatan.

Forum internasional itu bernama “Cities Againts COVID-19 Global Summit 2020” yang berlangsung pada Selasa 2 Juni 2020 secara virtual. Acara ini dihadiri oleh 40 Wali Kota dan Gubernur negara lain.

Ia menjadi pembicara kunci bersama Wali Kota Seoul Park Wonsoon, Wali Kota London Sadiq Khan, Gubernur Maryland Larry Hogan dan Wali Kota Moscow Sergei Sobyanin. Belakangan potongan video acara ini diunggah di kanal youtube pribadi Anies.

Dalam diskusi itu, Anies diberikan kesempatan untuk menyampaikan sejumlah hal mengenai penanganan corona di Jakarta. Namun tak hanya bicara penanganan, ia juga menyarankan agar pandemi corona dilihat sebagai suatu momen untuk merubah gaya memimpin daerah.

Menurutnya dengan adanya corona, maka Pimpinan daerah tidak bisa hanya sekadar memenuhi fasilitas kesehatan di kotanya. Namun harus menjadikan wilayah yang dipimpin sebagai daerah yang tangguh menghadapi pandemi apapun.

"Kita harus melihat ini sebagai kesempatan untuk merubah bagaimana kita memimpin sebuah kota dan juga untuk merubah kota itu sendiri, untuk mengantisipasi tantangan yang sama yang mungkin muncul di kemudian hari," ujar Anies dalam cuplikan video yang dikutip suara.com, Selasa (10/6/2020).

Selain itu, Anies menyatakan pandemi corona memberikan pelajaran dalam membangun kota harus memperhatikan sektor kecil di masyarakat. Karena itu perlu dibangun sistem orientasi digital agar kota menjadi lebih tangguh dan dalam situasi apapun tetap bisa ditinggali masyarakatnya.

"Kemudian melangkah menuju kota yang tangguh terhadap krisis, kota yang maju secara digital, dan kota yang berkelanjutan dan dapat ditinggali," tuturnya.

Mantan Mendikbud ini juga menjelaskan bagaimana penanganan corona di Jakarta. Menurutnya selain melakukan pembatasan skala besar (PSBB) dalam mencegah penularan corona, diperlukan juga kolaborasi besar masyarakat untuk meringankan dampak corona.

Sebab, corona telah memberikan dampak besar terhadap ekonomi masyarakat sehingga banyak yang kehilangan pekerjaan. Tapi di sisi lain banyak juga masyarakat khususnya pengusaha yang masih bisa membantu warga yang kesusahan itu.

"Satu sisi kami memiliki PSBB, di sisi lain ada KSBB (Kolaborasi Sosial Berskala Besar). Sehingga pesannya kepada para pengusaha adalah kota Jakarta telah memberikan banyak hal kepada kita semua, dan sekarang Jakarta membutuhkanmu," jelasnya.

Karena itu, menurutnya tiga poin tadi harus menjadi perhatian para pimpinan daerah dalam melihat pandemik ini. Dengan demikian, corona bisa menjadi kesempatan untuk mengubah kota lebih tangguh dari sebelumnya.

"Dapat saya simpulkan bahwa sutuasi ini merupakan krisis ekonomi dan ksehatan namun juga memberikan kesempatan-kesempatan untuk merubah kota kami," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyakit Misterius Diklaim Penyebab Meninggalnya 979 Warga Nigeria

Penyakit Misterius Diklaim Penyebab Meninggalnya 979 Warga Nigeria

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 05:15 WIB

2 Hari Perkantoran Dibuka, 5 Perusahaan di DKI Langgar Aturan PSBB Transisi

2 Hari Perkantoran Dibuka, 5 Perusahaan di DKI Langgar Aturan PSBB Transisi

News | Selasa, 09 Juni 2020 | 23:00 WIB

Bayi Berusia 29 Hari di Pamekasan Positif Covid-19, Tertular dari Keluarga

Bayi Berusia 29 Hari di Pamekasan Positif Covid-19, Tertular dari Keluarga

Jatim | Rabu, 10 Juni 2020 | 02:30 WIB

Terkini

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:03 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:54 WIB