Array

George Floyd Dimakamkan di Samping Pusara Ibunya

BBC Suara.Com
Rabu, 10 Juni 2020 | 10:00 WIB
George Floyd Dimakamkan di Samping Pusara Ibunya
BBC

Insiden itu direkam dengan jelas dalam video.

"Dalam banyak contoh kekerasan yang dilakukan aparat polisi sebelumnya, ada semacam narasi yang bersifat ambigu - ada anggapan parsial tentang apa yang terjadi, atau aparat kepolisian mengatakan mereka membuat keputusan sepersekian detik karena mereka takut atas keselamatan mereka sendiri," kata Roberts.

"Dalam kasus George Floyd, ini adalah ketidakdilan yang sepenuhnya tidak ambigu - di mana masyarakat dapat melihat pria ini [Floyd] benar-benar tidak bersenjata dan tidak mampu berbuat apa-apa."

Banyak orang yang bergabung dalam unjuk rasa baru-baru ini merupakan pengalaman pertama berdemo, yang mengaku melihat kematian George Floyd membuat mereka merasa tidak bisa hanya berdiam diri di rumah lagi.

"Ada ratusan kematian yang tidak terekam dalam video, tapi saya pikir kekejaman dan kebencian yang nyata dari video itu mampu membangunkan masyarakat," kata Sarina LeCroy, pengunjuk rasa dari Maryland, kepada BBC.

Demikian pula, Wengfay Ho yang berujar bahwa dirinya selalu mendukung gerakan Black Lives Matter, tetapi kematian George Floyd merupakan "katalisator" yang mendorongnya turun ke jalan untuk pertama kalinya.

Kematian Geroge Floyd "melahirkan lebih banyak emosi, dan seruan sangat mendesak bagi perubahan saat ini".

Aksi protes terjadi selama pandemi, dan angka pengangguran tinggi

"Sejarah berubah ketika Anda memiliki konvergensi kekuatan yang tidak terduga," ujar Roberts.

Baca Juga: Hadiri Pemakaman George Floyd, Sherif: Jangan Biarkan Kematiannya Sia-sia

Breonna Taylor: Siapa perempuan yang tewas ditembak polisi dan namanya disebut-sebut dalam unjuk rasa George Floyd? Kematian George Floyd: Bagaimana rasanya menjadi warga kulit hitam di AS Kematian George Floyd: Pertanyaan sederhana yang mengungkap rasisme di Amerika Serikat

Kematian Floyd datang di tengah pandemi virus corona yang menyebabkan rakyat Amerika dipaksa agar tinggal di rumah mereka, dan memicu tingkat pengangguran tertinggi sejak Depresi Parah (Great Depression) pada 1930-an.

"Anda berada pada situasi ketika seluruh negara terkunci (lockdown), dan lebih banyak orang menonton TV di rumah ... lebih banyak orang dipaksa untuk memperhatikan - mereka kesulitan untuk memalingkan muka, untuk tidak terdistraksi."

Pandemi telah mengubah cara kita hidup dan bekerja, dan menyebabkan banyak warga AS yang tinggal di rumah "bertanya pada diri sendiri tentang kenormalan seperti apa yang tidak lagi dapat diterima," tambahnya.

Dan pada tingkat praktis, tingkat pengangguran sebesar 13% di AS yang berarti lebih banyak warga dapat ikut unjuk rasa tanpa disibukkan soal pekerjaan.

'Kasus George Floyd akhir kejadian tak menyenangkan'

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI