Punya 16 Anak, Keluarga Ahmad Hidup di Tenda dan Didera Kelaparan

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 17 Juni 2020 | 21:41 WIB
Punya 16 Anak, Keluarga Ahmad Hidup di Tenda dan Didera Kelaparan
IIustrasi Kawasan Kumuh. (Pixabay.com/vleyva)

Suara.com - Pasangan suami istri asal Suriah, terpaksa hidup di tenda seusai kabur dari rumah satu dekade lalu, tatkala perang meletus di negaranya. Pasutri ini didera kesulitan ekonomi, terlebih dengan tanggungan 16 anak.

Menyadur Gulf News, Rabu (17/6/2020), Ahmad Yassin Al Ali dan Fawza Umri, serta belasan anaknya, tinggal di sebuah tenda yang terletak di Idlib, dekat perbatasan Turki.

Ahmad mengatakan, setiap harinya kesulitan untuk mendapatkan uang yang biasanya didapatkan dari menjual barang bekas.

Terlebih, adanya kenaikan harga yang disebabkan oleh jatuhnya mata uang Suriah.

Akibatnya, pasutri ini kesulitan memberi makan anak-anaknya yang sebagian besar merupakan pasangan kembar.

"Dua anak saya membantu saya. Ketika saya mendapatkan uang dari berjualan, saya membeli roti, kentang, dan tomat," ujar pria berusia 35 tahun ini.

"Karena jatuhnya mata uang Suriah, harga telah meningkat, kami berada di titik tidak punya uang untuk membeli makanan dan roti," sambungnya.

Senada, Umri yang kini tengah hamil delapan bulan, mengatakan masalah besar di keluarganya adalah soal makanan.

"Makanan adalah masalah besar bagi kami. Kami tidak bisa membeli sayuran dan hampir setiap hari mereka makan roti, atau tidak sama sekali," ujar Umri.

Kesulitan ekonomi juga membuat pasangan ini tak bisa membawa dua dari anak mereka yang memiliki kekurangan fisik untuk mendapatkan perawatan medis.

Salah satu anak perempuan Ahmad dan Umri, terlahir dengan gangguan pendengaran dan tak bisa berbicara, sementara anaknya yang lain mengalami lumpuh di satu sisi tubuhnya.

Melihat kondisi keluarganya, Umri mengenang liburan idul fitri baru-baru ini lebih bisa dibilang waktu untuk putus asa ketimbang perayaan.

"Aku benci hidupku," kata perempuan berusia 35 tahun itu.

Keluarga Ahmad dan Umri merupakan satu diantara jutaan orang yang terpaksa meninggalkan kampung halaman selepas adanya perang di Suriah yang menewaskan ratusan ribu orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Belajar Online Bikin Anak dari Keluarga Miskin MakinTertinggal

Miris, Belajar Online Bikin Anak dari Keluarga Miskin MakinTertinggal

Health | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:09 WIB

Terlilit Kemiskinan, Keluarga Dedi Puluhan Tahun Tinggal di Tengah Kuburan

Terlilit Kemiskinan, Keluarga Dedi Puluhan Tahun Tinggal di Tengah Kuburan

Jabar | Jum'at, 05 Juni 2020 | 10:38 WIB

Dilema Pengungsi Suriah: Lebih Takut Kelaparan daripada Corona

Dilema Pengungsi Suriah: Lebih Takut Kelaparan daripada Corona

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 05:05 WIB

Terkini

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB