Venesia Bergembira Menyambut Kedatangan Wisatawan Mancanegara

Deutsche Welle

Kamis, 18 Juni 2020 | 09:00 WIB
Venesia Bergembira Menyambut Kedatangan Wisatawan Mancanegara
[DW Indonesia].

Suara.com - Selama lockdown Corona, Venesia yang biasanya ramai pengunjung berubah sunyi senyap. Tapi sekarang turis mulai berdatangan, disambut lega oleh warga Venesia yang perekonomiannya sebagian besar tergantung dari pariwisata.

Di St. Mark's Square di pusat kota Venesia, seorang anak lelaki terlihat kaget, ketika seekor burung datang mematuki roti yang ada di tangannya. Dia tertawa, ibunya langsung menarik dia menjauh. Kalau Anda berada di kota wisata yang tersohor di italia ini, kemungkinan makanan di tangan Anda dimakan burung-burung yang lapar memang cukup besar.

Tempat ini biasanya dipenuhi pengunjung dari seluruh penjuru dunia. Wisatawan mancanegara biasanya duduk santai minum kopi atau menikmati makanan di salah satu kafe atau restoran mahal, atau berburu suvenir dengan tulisan "Venezia" di toko-toko sekitar.

Turis-turis lain berkelompok menuju salah satu museum, atau sekedar berhenti sejenak di lokasi-lokasi wisata untuk membuat swafoto.

Tapi saat ini, Venesia masih jauh dari pemandangan biasa itu, sekalipun sudah ada pelonggaran lockdown mulai 3 Juni lalu. Warga Uni Eropa sekarang diizinkan berkunjung, tanpa perlu menjalani karantina 14 hari seperti sebelumnya.

Italia adalah negara Eropa yang terparah terkena wabah corona dan menerapkan lockdown paling ketat, termasuk pemberlakuan jam malam.

''Tinggallah lebih lama, dan berbelanja lebih banyak"

Seperti 65 persen penduduk Venesia, Nicolo Bortolato hidup dari pariwisata. Dia mengelola sebuah hotel dan sekarang bersiap menyambut para turis mancanegara. Dia berharap, para tamu sekarang akan tinggal lebih lama, dan berbelanja lebih banyak lagi.

Sepuluh tahun lalu, dia dan rekan-rekannya mengubah bangunan Palazzetto Pisani menjadi sebuah hotel mahal. Mereka yang menginap di sini tidak hanya mendapatkan tempat tidur dan sarapan, tetapi bisa menikmati karya-karya seni dan tradisi Venesia.

baca juga

Dinding hotel ditutupi dengan lukisan-lukisan, ada salon dengan perabotan kayu antik tempat para tamu duduk minum kopi dan mengobrol.

Marco, seorang pendayung gondola di Grand Canal, juga punya harapan sama. Banyak dari 400 rekannya yang masih menganggur, katanya. Dia sungguh berharap para turis segera kembali memenuhi kota wisata yang punya sejarah panjang ini.

Perlu ruang untuk bernafas

Menurut statistik resmi, tahun lalu ada 12,5 juta orang yang menginap di Venesia. Sedangkan pengunjung harian yang tidak menginap diperkirakan mencapai 15 sampai 16 juta orang. Sebagian penduduk Venesia menganggap, jumlah itu sudah terlalu banyak, dan mereka perlu "ruang untuk bernafas”.

Populasi Venesia saat ini berjumlah lebih dari 51.000 orang.

Jane Da Mosto, yang lahir di Afrika Selatan, menikah dengan seorang warga Venesia. Dia telah tinggal di kota ini selama 25 tahun, bersama empat anaknya. Dia mendirikan kelompok "We Are Here Venice" dan menentang kedatangan kapal-kapal pesiar raksasa.

Kelompoknya ingin agar pariwisata massal dibatasi, karena yakin hal itu justru akan ''menghancurkan karakter unik" kota mereka. Sedikit sekali warga Venesia yang sekarang bisa dan ingin tinggal di kawasan kota, kata Jane Da Mosto.

Kebanyakan pemilik rumah dan bangunan lebih tertarik menyewakan properti mereka kepada wisatawan, daripada kepada keluarga Venesia, karena mereka bisa mendapat keuntungan lebih besar.

Jane Da Mosto juga menuntut pemerintah lokal agar menciptakan lapangan kerja di luar sektor pariwisata bagi penduduk Venesia. Karena tidak semua orang ingin bekerja di sektor itu. "Keempat anak saya mencintai kota ini, dan mereka juga ingin punya masa depan di sini," katanya. (hp/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Menpar Dorong Wisata Alam Tak Sekadar Jual Keindahan, tapi Juga Jaga Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Dua Wajah Indonesia: Sibuk Kejar Dolar Turis, Lalai Urus Kabut Asap

Dua Wajah Indonesia: Sibuk Kejar Dolar Turis, Lalai Urus Kabut Asap

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Legenda Manchester United Bakal Hadir di Jakarta, Strategi Wisata Olahraga Disiapkan

Legenda Manchester United Bakal Hadir di Jakarta, Strategi Wisata Olahraga Disiapkan

Bola | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Event Internasional Diproyeksikan Tarik 20 Ribu Wisatawan Luar Negeri, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Event Internasional Diproyeksikan Tarik 20 Ribu Wisatawan Luar Negeri, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Pemerintah Terus Dorong Penguatan SDM, Pengembangan Pariwisata & Perluasan Pembiayaan UMKM

Pemerintah Terus Dorong Penguatan SDM, Pengembangan Pariwisata & Perluasan Pembiayaan UMKM

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Buka Peluang Ekonomi Masyarakat, Menteri Pariwisata Dorong Konektivitas ke Pulau Terpencil

Buka Peluang Ekonomi Masyarakat, Menteri Pariwisata Dorong Konektivitas ke Pulau Terpencil

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:41 WIB

Ledakan Wisata Era Prabowo: Perjalanan Turis Lokal Pecah Rekor 1,2 Miliar, Bali Juara Dunia Lagi

Ledakan Wisata Era Prabowo: Perjalanan Turis Lokal Pecah Rekor 1,2 Miliar, Bali Juara Dunia Lagi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:50 WIB

BBM Langka di SPBU Bali, Gubernur Koster Pasang Badan Jamin Sektor Pariwisata Tetap Aman

BBM Langka di SPBU Bali, Gubernur Koster Pasang Badan Jamin Sektor Pariwisata Tetap Aman

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Apakah Bedak Saripohatji Masih Ada? Produk Legendaris untuk Cerahkan Wajah

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Antara Which Is dan Secara: Cara Gen Z Tetap Gaul Tanpa Merusak Bahasa Ibu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:00 WIB

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×