Video Membunuh Nyamuk Ini Bikin Warganet Ingat Tragedi Holocaust

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Kamis, 18 Juni 2020 | 15:15 WIB
Video Membunuh Nyamuk Ini Bikin Warganet Ingat Tragedi Holocaust
Video membunuh nymuk dalam botol. (Twitter/@bintangforza)

Suara.com - Baru-baru ini publik sosial media diramaikan oleh sebuah video tutorial membunuh puluhan nyamuk secara serempak.

Video itu diunggah pertama kali oleh sebuah akun aplikasi TikTok @saramart_official, kemudian sebuah akun Twitter @bintangforza me-repost-nya ke Twitter (17/6/2020).

Dalam video itu, terlihat puluhan nyamuk yang masih hidup ditempatkan di sebuah botol plastik kecil.

Kemudian, penangkap nyamuk menyalakan sebuah obat nyamuk bakar yang sudah dipotong-potong. Potongan obat nyamuk bakar itu kemudian ditusukkan ke dalam botol plastik yang bersifat mudah meleleh.

Obat nyamuk bakar itu ditusukkan di hampir semua bagian botol, membuat puluhan nyamuk yang semula masih bisa berterbangan perlahan terkapar dalam waktu beberapa detik saja.

Video singkat berdurasi 13 detik itu berhasil ditonton sebanyak lebih dari 260 ribu kali oleh para pengguna Twitter.

Tak sedikit warganet yang merasa adegan pembunuhan nyamuk dalam video itu membuat mereka terbayang akan tragedi genosida.

Untuk diketahui, praktek genosida adalah sebuah pembantaian massal terhadap suatu kaum atau suku.

"Kejahatan genosida ini wkwkw," canda seorang warganet.

baca juga

"Pembunuhan berencana," imbuh warganet lainnya.

"Keingat holocaust," komentar warganet yang menyandingkannya dengan tragedi holocaust atau praktik genosida yang dilakukan oleh Nazi.

Tak sedikit pula warganet yang penasaran dengan cara menangkap puluhan nyamuk itu dan memasukkannya ke dalam sebuah botol plastik.

"Cara ngumpulin seggitu banyak gimana dah, gue nangkep seekor aja udah kayak lagi latian acapella :(" tanya warganet yang penasaran.

"Gimana cara masukin nyamuknya etdah nambah-nambahin pikiran ane," tambah warganet lain.

Sementara itu, banyak pula warganet yang merasa terpuaskan dengan melihat nyamuk-nyamuk itu mati serempak dalam sekejap.

"Satu pembunuhan yang terpaksa dilakukan, puas aku begini bunuh kalau udah asyik kena gigit nyamuk je," komentar seorang warganet.

"This is the most satisfying video ever (Ini adalah video yang paling memuaskan sejauh ini -red)," tulis si pengunggah video.

Video selengkapnya bisa dilihat di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Basmi Malaria, Amerika Serikat Gunakan Nyamuk Mutan

Basmi Malaria, Amerika Serikat Gunakan Nyamuk Mutan

Tekno | Kamis, 11 Juni 2020 | 09:15 WIB

Suti Karno Menderita Demam Berdarah, Berapa Lama Masa Penyembuhannya?

Suti Karno Menderita Demam Berdarah, Berapa Lama Masa Penyembuhannya?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 16:29 WIB

Suti Karno Menderita Demam Berdarah, Ketahui Tanda Awal Penyakit Ini!

Suti Karno Menderita Demam Berdarah, Ketahui Tanda Awal Penyakit Ini!

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 14:35 WIB

Selain Corona Covid-19, Penyakit dari Nyamuk Ini Juga Sama Berbahaya!

Selain Corona Covid-19, Penyakit dari Nyamuk Ini Juga Sama Berbahaya!

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 16:19 WIB

Diduga Demam Akibat Digigit Nyamuk, 50 Orang Meninggal di Yaman

Diduga Demam Akibat Digigit Nyamuk, 50 Orang Meninggal di Yaman

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 18:23 WIB

Ilmuwan Temukan Strategi Menghentikan Malaria

Ilmuwan Temukan Strategi Menghentikan Malaria

Tekno | Rabu, 06 Mei 2020 | 08:30 WIB

Terkini

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Bedak Two Way Cake OMG Apakah Bagus? Cek Review Jujur Pengguna

Bedak Two Way Cake OMG Apakah Bagus? Cek Review Jujur Pengguna

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Keadilan Ekosistem Media Lokal, Jalan Menuju Informasi yang Merata

Keadilan Ekosistem Media Lokal, Jalan Menuju Informasi yang Merata

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Persaingan Sengit Men Elite! Ternadi Bike Park Jadi Arena Hidup Mati 76 Ultimate Downhill

Persaingan Sengit Men Elite! Ternadi Bike Park Jadi Arena Hidup Mati 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Honda Modif Contest 2026 Lahirkan 3 Jawara dengan Karya Menawan

Honda Modif Contest 2026 Lahirkan 3 Jawara dengan Karya Menawan

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Perbedaan Melasma, Lentigo, dan Hiperpigmentasi Bekas Jerawat pada Kulit: Kenali Ciri-cirinya

Perbedaan Melasma, Lentigo, dan Hiperpigmentasi Bekas Jerawat pada Kulit: Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Belajar Al-Quran Braille, Cara Pesantren di Bogor Buka Akses Pendidikan Santri Disabilitas Netra

Belajar Al-Quran Braille, Cara Pesantren di Bogor Buka Akses Pendidikan Santri Disabilitas Netra

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:49 WIB

×