Diduga Demam Akibat Digigit Nyamuk, 50 Orang Meninggal di Yaman

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 10 Mei 2020 | 18:23 WIB
Diduga Demam Akibat Digigit Nyamuk, 50 Orang Meninggal di Yaman
Ilustrasi nyamuk. (Pixabay/Skeeze)

Suara.com - Sebanyak 50 orang dikabarkan meninggal dunia di Yaman namun bukan karena virus corona seperti negara lain. Kabarnya orang-orang tersebut meninggal akibat penyakit yang diderita akibat gigitan nyamuk.

Menyadur dari Anadolu Agency (AA) Minggu (10/05), sebanyak 50 orang meninggal dunia di ibukota sementara Yaman, Aden karena demam chikungunya pada Sabtu (09/05). Sedangkan lebih dari 3.000 warga terinfeksi penyakit yang diderita dari gigitan nyamuk, menurut salah satu pejabat pada AA.

Menurut pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut, salah satu korban meninggal adalah Gubernur distrik Sheikh Othman di Aden di Yaman selatan.

Diyakini bahwa penyakit itu muncul karena rawa yang disebabkan oleh bencana banjir pada 21 April lalu. Dalam banjir akibat hujan lebat tersebut, delapan orang, termasuk lima anak-anak, tewas dan rumah-rumah hancur.

Menurut Jens Larke, juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada 1 Mei, hujan lebat dan banjir di Yaman sejak pertengahan April berdampak pada 150.000 orang.

PBB menyebutkan Yaman akan mengalami dampak lebih buruk bukan karena tepapar virus corona namun karena bencana lain yakni kelaparan dan serangan nyamuk. Dalam pemaparan World Food Programme (WFP) yang tercantum dalam Laporan Krisis Makanan Dunia, menyebutkan Yaman adalah salah satu negara yang mengalami krisis makanan.

"Kita dapat menghadapi sejumlah bencana kelaparan dalam skala besar dalam beberapa bulan mendatang. Kenyataannya, waktu tidak berpihak pada kita," buka David Beasley.

"Saya percaya bahwa dengan keahlian dan kemitraan kita, kita dapat mengumpulkan tim dan program yang diperlukan guna memastikan pandemi Covid-19 tidak menjadi bencana kemanusiaan dan krisis makanan," tambahnya.

Mulai April, akibat krisis pendanaan sebagai dampak dari COVID-19, WFP mengatakan sampai mengurangi bantuan ke sejumlah kawasan Yaman yang dikendalikan pemberontak Houthi.

baca juga

Hal tersebut dikarenakan adanya pemberhentian sumbangan dari para penyumbang karena khawatir pengantaran bantuan akan dihalangi pemberontak Houthi.

Sebelum adanya pengurangan, setiap bulan WFP memberikan makanan kepada 12 juta warga Yaman, 80% di antara mereka berada di kawasan yang dikendalikan pasukan pemberontak Houthi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Minggu 10 Mei: Sembuh 2.698, Meninggal 973 Orang

Update Covid-19 Minggu 10 Mei: Sembuh 2.698, Meninggal 973 Orang

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 16:22 WIB

Sydney Longgarkan Lockdown Mulai 15 Mei, Izinkan Acara Pernikahan

Sydney Longgarkan Lockdown Mulai 15 Mei, Izinkan Acara Pernikahan

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 17:13 WIB

Ini Kuncinya Agar Anda Bisa Bertahan Hadapi Pandemi Covid-19

Ini Kuncinya Agar Anda Bisa Bertahan Hadapi Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 10 Mei 2020 | 17:09 WIB

Terkini

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Microsoft Ungkap Ancaman Siber di Era AI, Ini 5 Kebiasaan Digital yang Harus Diubah

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Malam Safi untuk Menyamarkan Tanda Penuaan Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:43 WIB

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Puncak AXIS Nation Cup 2026 Segera Tiba, Tim Futsal SMA Terbaik Siap Adu Kekuatan

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:41 WIB

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

DPR Desak Pidana Maksimal Korporasi Nakal Pelaku Karhutla Berulang

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:37 WIB

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48, Bernadya, dan Inul Daratista Satu Panggung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Liburan ke Vietnam Bisa Jadi Awal Menjelajah Asia, Ada Promo Tiket Mulai Rp0 dari Vietjet

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

Rudal Houthi Guncang Riyadh Usai Serangan Mematikan Militer Saudi Saudi di Yaman

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:34 WIB

×