Covid-19: Wayang Orang di Solo Tetap Pentas, Bisa Disaksikan di Dunia Maya

BBC

BBC

Minggu, 21 Juni 2020 | 10:25 WIB
Covid-19: Wayang Orang di Solo Tetap Pentas, Bisa Disaksikan di Dunia Maya
[BBC].

Suara.com - Wayang orang Sriwedari tetap menampilkan pertunjukan di Kota Solo, walau pandemi Covid-19 masih melanda. Pentas wayang dilakukan secara daring di dalam gedung pertunjukan. Cara ini ditempuh sebagai upaya untuk menjaga eksistensi kesenian wayang orang yang kini telah berusia 110 tahun.

Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB, para pemain wayang orang mulai sibuk melakukan persiapan untuk pentas, seperti memakai kostum hingga merias wajahnya sendiri-sendiri sesuai dengan lakon yang diperankan.

Meskipun pentas tidak dihadiri penonton secara langsung di dalam gedung, namun mereka tetap tampil maksimal.

Pentas wayang orang kali ini juga tidak digelar di malam hari seperti biasanya, namun pada siang hari mulai pukul 13.00 WIB.

Jadwal pentas juga tidak setiap hari seperti sebelumnya, tetapi hanya dua kali dalam sepekan, yakni Jumat dan Sabtu. Aksi para pemain wayang orang Sriwedari itu bisa dilihat secara daring melalui akun Instagram @wayang_orang_sriwedari dan via Youtube milik Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.

Selain disiarkan secara daring, pentas wayang orang juga menghadirkan penonton tapi dibatasi hanya 20 persen dari kapasitas seraya menerapkan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Para pemain wayang harus mulai beradaptasi dengan gaya baru pementasan.

Deretan tempat duduk yang biasanya dipenuhi penonton, kini hanya terisi segelintir orang.

Pentas wayang orang itu pun tidak seberapa riuh sebelum pandemi melanda. Padahal, tepuk tangan maupun gelak tawa penonton menjadi kepuasan tersendiri bagi para pemain di panggung.

baca juga

Bagi Zamrut, pentas secara daring ini merupakan pengalaman yang pertama kalinya seumur hidup. Dia sendiri telah mengabdi sebagai pemain wayang orang Sriwedari sejak 31 tahun silam. Bahkan, selama perjalanan kariernya itu, baru kali ini pentas wayang orang dilakukan dengan protokol kesehatan.

"Sebelumnya nggak pernah seperti ini," kata Zamrut, pemeran tokoh wayang Semar, kepada wartawan Fajar Sodiq yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Sebagai seorang seniman, Zamrut mengaku pentas melalui daring menjadi tantangan tersendiri.

Ada ataupun tidak adanya penonton yang hadir secara langsung, dirinya tetap berusaha untuk untuk bisa menghibur dan mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin saat pentas.

"Kalau saya pribadi tidak ada bedanya tetap sama. Terus saya juga berimajinasi jika pentas ini ditonton banyak orang, dengan cara seperti ini saya tetap semangat dan tetap enjoy," katanya semringah.

Sebaliknya, pengalaman berbeda dirasakan oleh pemain wayang orang lainnya, Tri Ageng.

Ia mengaku sedikitnya orang yang hadir menonton secara langsung menyebabkan suasana di gedung pertunjukan kurang meriah.

"Kurang greng. Kalau ada penonton kan bisa aplaus yang menambah semangat kita. Tapi karena kondisinya seperti ini ya dijalani dengan maksimal saja," kata Tri Ageng yang dalam pentas wayang orang kali ini memerahkan tokoh wayang Arjuna.

Selain itu, Tri Ageng mengungkapkan absennya penonton menyebabkan interaksi antara pemain dengan penonton hilang. Menurutnya, jika ada penonton, para pemain bisa mengetahui apakah alur cerita yang dimainkannya di panggung bisa mempengaruhi emosi penonton yang hadir.

"Ketika ada adegan apa gitu, penonton bisa ikut merinding dan sedih karena mereka melihat secara langsung dengan penglihatan," jelasnya.

Alternatif terakhir

Sementara itu Koordinator Wayang Orang Sriwedari, Agus Prasetyo mengatakan pentas wayang orang secara daring menjadi pilihan alternatif terakhir tatkala pandemi Covid-19 melanda Kota Solo.

"Wayang orang Sriwedari tentu saja mematuhi apa yang menjadi instruksi Wali Kota Solo bahwa selama masa pandemi ini memang pertunjukan belum boleh mendatangkan penonton langsung. Kemudian solusinya kami mengadakan pentas secara daring," kata dia.

Pentas daring salah satunya digelar sebagai cara untuk menjaga eksistensi wayang orang Sriwedari yang kini telah memasuki usia 110 tahun. Apalagi kesenian wayang orang tertua di Indonesia itu telah menjadi ikon kebudayaan Kota Solo.

"Ini menjadi tugas kami untuk menjaga eksistensi dan pelestarian wayang orang Sriwedari. Salah satunya dengan pentas terbatas secara daring," ujar dia.

Menurut dia, antusiasme penggemar untuk menonton secara daring cukup lumayan.

Hal ini terlihat dari jumlah interaksi penonton yang melihat pentas wayang melalui live Instagram. Bahkan, dengan daring ini penggemar yang menonton tidak hanya dari Solo, namun dari berbagai kota di luar Solo bisa ikut menyaksikannya.

"Saya lihat antusiasme penonton bagus. Kemudian banyak penggemar wayang Sriwedari, para pemerhati seni juga interaksi di live streaming. Tapi sayang, saya belum tahu catatan jumlah penontonnya hingga saat ini," akunya.

Meskipun menggelar pentas wayang saat pandemic Covid-19 melanda, pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan.

Salah satunya, mengurangi jumlah kerumunan pemain saat pentas sehingga mau tidak mau para pemain wayang orang dibagi menjadi dua sif. Satu sif bermain pentas pada Selasa, sedangkan sif lainnya pentas pada Kamis.

"Kita mengupayakan social distancing dengan membagi seluruh pemain wayang orang Sriwedari menjadi dua kelompok, dari 77 orang menjadi 35 orang per kelompok. Harapannya agar di panggung itu tidak berkumpul banyak tokoh sehingga bisa terjaga jaraknya," ungkap dia.

Sedangkan mengenai perbedaan pentas secara daring, Agus mengaku memang berbeda dibandingkan pentas dengan kehadiran penonton secara langsung.

Ikatan emosial antara pemain dengan penonton, menurutnya, tidak bisa terjalin.

"Kalau beda memang beda, tapi kami sadar untuk pentas yang disiarkan secara daring ini sebenarnya bebannya sama. Bahkan, bisa cenderung lebih berat karena ditonton langsung oleh publik dari manapun," tuturnya.

Pengobat rindu

Salah satu penonton yang melihat pementasan secara daring adalah Novrianto. Pria itu selama ini merupakan penonton langganan di Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Kini, walau hanya bisa disaksikan di layar komputer, pementasan kesenian tradisional peninggalan mendiang Raja Paku Buwono X itu disambutnya dengan suka cita.

"Adanya pentas wayang secara streaming ini paling tidak bisa memenuhi hasrat pemainnya yang sudah lama tidak pentas dan juga mengobati rindu para penikmat seni untuk menikmati karya kesenian wayang orang melalui daring," kata dia.

Ia mengaku telah mengikuti pentas daring wayang orang itu selama tiga kali. Dia mengaku lebih menikmati jika hadir di tempat pentas di Gedung Wayang Sriwedari.

Meski demikian Novrianto bisa memaklumi situasi sekarang yang membuatnya tidak dapat hadir menyaksikan pentas secara langsung.

"Kalau bedanya jelas beda, ibarat nonton bola di televisi dengan di stadion itu kan beda. Tapi karena ada pandemi ya, ini merupakan sebuah inovasi baru untuk bisa menonton wayang orang secara daring," ucapnya.

Budayawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Andrik Purwasito, mengaku pentas wayang orang secara daring sama seperti menonton rekaman pentas wayang orang melalui Youtube.

Pentas secara daring menghilangkan suasana dan juga ikatan emosional antara pemain dengan penonton yang biasanya hadir duduk di bangku penonton.

"Pentas wayang orang daring itu kedalamannya sangat kurang. Tidak ada kesan yang bagus. Sampai saya coba menonton dengan speaker yang bagus tetap tidak mencapai kenikmatan yang luar biasa," ungkapnya.

Lantas, Andrik pun mencoba membandingkan saat menonton secara langsung, para penonton bisa merasakan dentuman gamelan yang ditabuh para wiyaga serta bisa merasakan sakralnya bangunan Gedung Wayang Orang Sriwedari yang menjadi tempat pentas.

Hal tersebut tidak dirasakannya ketika menonton secara daring.

"Jadi suasana di dalam gedung yang membedakan, ada sakralitas semacam ritual. Itu tidak bisa dapatkan kalau hanya nonton sendiri di handphone maupun di televisi," jelasnya.

Kendati begitu, ia tetap menaruh hormat kepada para pemain wayang orang Sriwedari yang tetap menjaga eksistensi kesenian tradisonal itu dengan tetap pentas di tengah pandemi Covid-19.

"Ya daring itu merupakan alternatif yang paling maksimal. Saya kan juga dalang, bersama dengan teman-teman lainnya juga pentas daring," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asosiasi Fintech Bikin Tim Khusus Tangani Pindar Bermasalah

Asosiasi Fintech Bikin Tim Khusus Tangani Pindar Bermasalah

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 07:10 WIB

Industri Fesyen RI Serap Rp120 Triliun dan 3,69 Juta Pekerja

Industri Fesyen RI Serap Rp120 Triliun dan 3,69 Juta Pekerja

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:39 WIB

Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi

Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:50 WIB

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:04 WIB

Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan

Diduga Terlibat Aksi Penipuan Daring, Imigrasi Pontianak Ciduk 31 WNA Asal Malaysia dan Taiwan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 11:53 WIB

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Bareskrim Sita Rp51,99 Miliar dari Jaringan Judi Online

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 19:30 WIB

Celios Soroti Rencana Ojol Masuk UMKM: Jangan Sampai Perlindungan Sosial Terabaikan

Celios Soroti Rencana Ojol Masuk UMKM: Jangan Sampai Perlindungan Sosial Terabaikan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan

Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 09:21 WIB

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:38 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Terkini

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

×