Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Pentingnya Inovasi New Normal

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 22 Juni 2020 | 11:20 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Tekankan Pentingnya Inovasi New Normal
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (KIP Setwapres)

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa sebuah inovasi dalam menerapkan tatanan hidup baru atau new normal menjadi kunci penting bagi kepala daerah. Sebab, setiap daerah mesti menjalankan kehidupan baru, di samping memastikan tetap aman dari penularan virus corona (Covid-19).

Ma'ruf menjelaskan, hidup new normal tentu akan berbeda dengan kehidupan masyarakat sebelumnya. Karena itulah kompetensi para kepala daerah untuk menelurkan kebijakan-kebijakan juga diperlukan.

"Seluruh bidang kegiatan ekonomi akan dilaksanakan dengan cara yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreativitas agar kegiatan ekonomi produktif tetap jalan tetapi aman COVID-19," kata Ma'ruf dalam rekaman video yang ditayangkan langsung melalui YouTube Badan Litbang Kemendagri RI, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, sebuah daerah yang hendak memulai kembali aktivitas perekonomiannya dalam New Normal mesti dipersiapkan dengan baik. Semisal. Wilayah pada daerah tersebut harus dipastikan kondusif karena menjalankan kegiatan ekonomi dengan protokol kesehatan nan ketat.

Protokol kesehatan tersebut sudah diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk dijadikan pedoman New Normal yang produktif serta aman Covid-19.

Syarat-syarat sebuah daerah yang hendak menjalankan New Normal tersebut ialah meyakini penularan virus sudah terkendali dengan menunjukkan rasio penyebaran Ro berada di bawah angka 1 selama dua minggu berturut-turut.

Kemudian syarat lainnya ialah meyakini tersedianya layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus COVID-19 baru. Syarat ketiga ialah mampu melakukan tracing dengan kecukupan jumlah pelaksanakan test.

Kemudian, yang penting ialah bagaimana suatu daerah dapat secara tegas menerapkan protokol kesehatan dan mesti dilakukan oleh setiap warganya.

"Tentu untuk menerapkan ini semua kedalam kegiatan ekonomi membutuhkan inovasi dan terobosan agar tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 dapat terlaksana," ujarnya.

Ma'ruf pun mengapresiasi dengan adanya sebuah acara penganugerahan inovasi daerah tatanan new normal baru produktif dan aman Covid-19. Menurutnya hal tersebut menjadi bukti kesiapan pemerintah untuk mewujudkan New Nornal di setiap daerah.

"Oleh karena itu saya sangat menghargai inisiatif Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat kesiapan daerah memasuki tatanan normal baru," katanya menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Normal Sektor Pariwisata dan Bagaimana Protokol Keamaan dan Kesehatan

New Normal Sektor Pariwisata dan Bagaimana Protokol Keamaan dan Kesehatan

Your Say | Senin, 22 Juni 2020 | 09:35 WIB

Siap Syuting Lagi, Angga Yunanda Jalani Tes PCR

Siap Syuting Lagi, Angga Yunanda Jalani Tes PCR

Entertainment | Senin, 22 Juni 2020 | 09:05 WIB

Masa New Normal, Penumpang KRL Diprediksi Kembali Melonjak Naik

Masa New Normal, Penumpang KRL Diprediksi Kembali Melonjak Naik

News | Senin, 22 Juni 2020 | 00:00 WIB

Mulai Syuting Sinetron Lagi, Krisjiana Baharudin Sempat Ketar-ketir

Mulai Syuting Sinetron Lagi, Krisjiana Baharudin Sempat Ketar-ketir

Entertainment | Minggu, 21 Juni 2020 | 21:50 WIB

Wisata Saat New Normal, Psikolog Sarankan Cari yang Dekat Rumah

Wisata Saat New Normal, Psikolog Sarankan Cari yang Dekat Rumah

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2020 | 19:36 WIB

New Normal, Ini 8 Poin Protokol Kesehatan dari Layanan Asuransi Astra

New Normal, Ini 8 Poin Protokol Kesehatan dari Layanan Asuransi Astra

Otomotif | Minggu, 21 Juni 2020 | 19:00 WIB

Sudah Buka Lagi, Intip Kembali Indahnya Orchid Forest Cikole di Bandung

Sudah Buka Lagi, Intip Kembali Indahnya Orchid Forest Cikole di Bandung

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:39 WIB