Menlu: ABK WNI di Kapal Asing Kerap Dapat Upah Rendah dan Tidak Penuh

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Senin, 22 Juni 2020 | 20:41 WIB
Menlu: ABK WNI di Kapal Asing Kerap Dapat Upah Rendah dan Tidak Penuh
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan sejumlah permasalahan yang kerap dialami oleh WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal asing. Rata-rata masalah yang ditemui, kata Retno, yakni persoalan gaji yang tidak utuh.

Hal itu ia ketahui usai mewawancarai langsung para ABK yang bekerja di sejumlah kapal asing yang sempat ia temui.

"Rata-rata yang mereka ceritakan kepada kami adalah satu mengenai masalah gaji, yang kedua masalah jam kerja, yang ketiga adalah masalah perlakuan di dalam kapal. Jadi dari pembicaraan saya dengan suadara-saudara kita tersebut kemudian ada kasus lagi misalnya kita melakukan pendalaman kita mendapatkan sebuah gambaran bahwa isunya yang mereka alami itu rata-rata sama," tutur Retno dalam rapat dengan Komisi I DPR, Senin (22/6/2020).

Retno juga menyoroti pengakuan para ABK yang mengatakan mereka digaji sebesar 300 USD. Menurut Retno, gaji sebesar tersebut masih terbilang rendang dibanding risiko pekerjaan sebagai ABK yang kapalnya berlayar di laut internasional dalam jangka waktu lama.

Dengan gaji yang masih terbilamg kecil, penderitaan ABK ditambah dengan upah yang tidak diterima mereka secara penuh.

Untuk menyelidiki hal tersebut Retno berinisiatif melakukan kerja sama antara lembaga dengan menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan serta Bareskrim Polri.

Menariknya, Retno menemukan klaim berbeda ketika melakukan investigasi ke Tiongkok, pengara asal para perusahaan pemilik kapal asing yang memperkejaan WNI sebagai ABK. Kepada pihak Retno, para perusahaan mengaku mereka sudah membayar para pekerjanya secara penuh.

"Mengenai gaji kita juga crosscheck di Tiongkok juga dilakukan investigasi, misalnya mengenai gaji. Dari investigasi yang dilakukan di Tiongkok, perusahaan-perusahaan itu mengatakan bahwa dia sudah membayarkan gaji secara penuh sesuai dengan kontrak," kata Retno

Tetapi ABK kita mengatakan, saya tidak dibayar penuh sesuai dengan kontrak sehingga pertanyaannya ini gap-nya siapa yang melakukan. Oleh karena itu kerja sama untuk investigasi antara kita dengan Tiongkok itu sampai sekarang terus kita lakukan," sambungnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Asal Filipina dan Malaysia Curi Ikan di Perairan Sangihe

Kapal Asal Filipina dan Malaysia Curi Ikan di Perairan Sangihe

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2020 | 08:39 WIB

Polisi Bekuk Calo Paspor Penyalur ABK ke Kapal China yang Lompat ke Laut

Polisi Bekuk Calo Paspor Penyalur ABK ke Kapal China yang Lompat ke Laut

News | Sabtu, 13 Juni 2020 | 04:05 WIB

Tolak Klaim 9 Dash Line China, Pemerintah Kembali Daftar Ulang ke PBB

Tolak Klaim 9 Dash Line China, Pemerintah Kembali Daftar Ulang ke PBB

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 14:02 WIB

Kembangkan Vaksin Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Kembangkan Vaksin Covid-19, Ini Langkah yang Dilakukan Pemerintah

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 13:52 WIB

Miris,18 ABK Indonesia Belum Terima Gaji 20 Bulan Kerja di Kapal China

Miris,18 ABK Indonesia Belum Terima Gaji 20 Bulan Kerja di Kapal China

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 20:12 WIB

Gandeng Polri, Kemenlu Dalami Kasus Dua ABK yang Lompat dari Kapal China

Gandeng Polri, Kemenlu Dalami Kasus Dua ABK yang Lompat dari Kapal China

News | Rabu, 10 Juni 2020 | 15:47 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×