Jokowi Apresiasi Gugus Tugas di Daerah Berhasil Tekan Kasus Corona

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 24 Juni 2020 | 13:25 WIB
Jokowi Apresiasi Gugus Tugas di Daerah Berhasil Tekan Kasus Corona
Presiden Jokowi saat berkunjung ke Kantor Gugus Tugas Nasional di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Rabu (10/6/2020). [YouTube/Sekretariat Presiden]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kepala daerah dan gugus tugas di daerah yang berhasil menekan angka kasus Covid-19 dan angka kematian di masing-masing daerahnya.

"Ya sangat apresiasi gubernur, bupati, wali kota, satuan gugus tugas di daerah yang telah berhasil menekan kasus di daerahnya, menekan angka kematian di daerahnya," ujar Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dengan sistem informasi yang terintegrasi yakni Bersatu Lawan Covid-19 (BLC), pemerintah memiliki data-data yang akurat.

Dari data-data yang ada di BLC, pemerintah bisa mengambil kebijakan untuk penanganan Covid-19 dan berdasarkan pada data science.

"Dengan sistem informasi yang terintegrasi tadi, kita memiliki data-data dan setiap kebijakan-kebijakan yang kita lakukan selalu berdasarkan pada data science. Selalu juga meminta saran kepada para scienties, para ahli ilmu pengetahuan," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia mendorong pemerintah untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi.

"Pandemi ini juga mendorong kita untuk membangun sebuah sistem informasi yang terintegrasi," ujar Jokowi saat jumpa pers di Istana Merdeka, Rabu (24/6/2020).

Kata Jokowi, Indonesia saat ini memiliki sistem informasi yang terintegrasi yakni Bersatu Lawan Covid (BLC).

Sistem tersebut menjadi navigasi negara dalam memahami perkembangan Covid-19 yang sangat dinamis.

baca juga

"Sistem ini menjadi navigasi negara kita, Indonesia dalam memahami perkembangan Covid-19 yang sangat dinamis setiap harinya, setiap minggunya, setiap bulannya," ucap dia.

Tak hanya itu, mantan Wali Kota Solo itu menyebut melalui sistem BLC, bisa menentukkan zonasi tingkat penularan Covid-19.

Bahkan kata dia, sistem BLC juga bisa mengidentifikasi jumlah kabupaten, kota dan provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, atau dari hijau menjadi oranye atau hijau menjadi merah.

"Sistem ini juga kita bisa mengetahui berapa kabupaten, kota, provinsi yang berubah statusnya dari hijau menjadi kuning, dari hijau menjadi oranye, dari hijau menjadi merah atau sebaliknya dari merah menjadi oranye, dari merah menjadi kuning, dan dari merah menjadi hijau," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: Bersatu Lawan Covid-19 Jadi Navigasi Pemerintah

Jokowi: Bersatu Lawan Covid-19 Jadi Navigasi Pemerintah

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 13:21 WIB

Komisi I Dukung Diplomasi RI untuk Pastikan Akses Vaksin Covid-19

Komisi I Dukung Diplomasi RI untuk Pastikan Akses Vaksin Covid-19

DPR | Rabu, 24 Juni 2020 | 13:04 WIB

WHO: Peningkatan Kasus Virus Corona Covid-19 Bukan karena Banyaknya Tes

WHO: Peningkatan Kasus Virus Corona Covid-19 Bukan karena Banyaknya Tes

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 13:19 WIB

Ingatkan Protokol kesehatan, Jokowi: Ancaman Covid-19 Belum Berakhir

Ingatkan Protokol kesehatan, Jokowi: Ancaman Covid-19 Belum Berakhir

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 12:59 WIB

Tekan Penyelewengan, Kejari Bantul Ikut Awasi Penyaluran Bansos Covid-19

Tekan Penyelewengan, Kejari Bantul Ikut Awasi Penyaluran Bansos Covid-19

Jogja | Rabu, 24 Juni 2020 | 12:57 WIB

Dihadiri Try Sutrisno, Jokowi Lantik DPP dan Dewan Pertimbangan LVRI

Dihadiri Try Sutrisno, Jokowi Lantik DPP dan Dewan Pertimbangan LVRI

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 12:45 WIB

New Normal, Simak Risiko Terendah hingga Tertinggi Penularan Covid-19

New Normal, Simak Risiko Terendah hingga Tertinggi Penularan Covid-19

Health | Rabu, 24 Juni 2020 | 13:12 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×