Dipaksa Bekerja, Ratusan Orang Dikurung di Pabrik Beras Selama 3 Bulan

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 25 Juni 2020 | 13:52 WIB
Dipaksa Bekerja, Ratusan Orang Dikurung di Pabrik Beras Selama 3 Bulan
Ilustrasi Pabrik. (Pixabay/marcin049)

Suara.com - Polisi di Nigeria melakukan penyelamatan terhadap lebih dari 100 orang yang dipaksa bekerja di sebuah pabrik beras saat lockdown virus corona. Selama tiga bulan, orang-orang tersebut bekerja dengan kondisi yang memprihatinkan. 

Menyadur BBC, para pekerja mengaku telah dikurung selama tiga bulan sejak akhir Maret. Mereka diiming-imingi upah tambahan agar bersedia bekerja selama lockdown pandemi virus corona.

Pekerja dijanjikan akan mendapatkan tambahan gaji sebesar 13 dolar AS (Rp 184.472) di luar gaji pokok mereka. Adapun gaji pekerja ini setiap bulan sebesar 72 dolar AS (1.021.480). Mereka yang menolak, akan diancam dengan karung beras. 

Juru bicara kepolisian setempat, Abdullahi Haruna mengatakan pabrik bernama Popular Farms ini sekarang telah ditutup, sementara para petinggi pabrik tengah ditahan untuk keperluan penyelidikan.

Lima manajer pabrik milik India ini ditangkap dengan dugaan menahan dan memaksa para pekerja untuk melakukan hal di luar keinginan mereka.

Beberapa pekerja mengaku telah dipaksa bekerja dalam waktu yang lama dengan sedikit jatah makanan.

"Kami diizinkan beristirahat dengan waktu yang singkat, tidak boleh beribadah, tidak ada kunjungan keluarga," ujar Hamza Ibrahim, salah satu pekerja.

Upaya penyelamatan oleh kepolisian dilakukan usai adanya laporan dari organisasi hak manusia yang mendapatkan informasi dari salah satu pekerja.

Juru bicara organisasi Global Human Rights Network Karibu Yahaya mengatakan kondisi pekerja sangat memprihatinkan dengan kurangnya jatah makanan hingga tak tersedianya obat-obatan untuk mereka yang jatuh sakit.

baca juga

"Apa yang saya lihat sangat memilikan. Di mana perusahaan membuat orang-orang hidup seperti binatang," ujar Yahaya.

Belum diketahui jumlah pasti pekerja yang dipaksa bekerja di pabrik tersebut. Polisi menyebut telah menyelamatkan 126 orang, sementara para pekrja mengatakan ada sekitar 300 orang.

Sejak diberlakukannya penguncian guna menekan sebaran virus corona, pemerintah Nigeria pada akhir Maret, telah meminta pelaku bisnis untuk melakukan penutupan sementara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Corona, Presiden Nigeria Sebut Tak Punya Uang untuk Impor Makanan

Imbas Corona, Presiden Nigeria Sebut Tak Punya Uang untuk Impor Makanan

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 19:14 WIB

Melanggar Aturan Lockdown, 2 Hotel di Nigeria Diruntuhkan

Melanggar Aturan Lockdown, 2 Hotel di Nigeria Diruntuhkan

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:10 WIB

Unik! Nigeria Perangi Wabah Virus Corona Pakai Musik dan Tarian

Unik! Nigeria Perangi Wabah Virus Corona Pakai Musik dan Tarian

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 13:40 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×