Swedia Ranking Pertama Negara Terbaik bagi Perempuan, Indonesia Ke-87

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 27 Juni 2020 | 17:23 WIB
Swedia Ranking Pertama Negara Terbaik bagi Perempuan, Indonesia Ke-87
Seorang lelaki dan perempuan memegang bendera Swedia dengan latar belakang Kota Stockholm. (Shutterstock)

Suara.com - Swedia menduduki peringkat pertama negara terbaik untuk perempuan menurut sebuah laporan yang diterbitkan majalah CEOWORLD. Negara tersebut mengumpul point sebanyak 99,7.

"Berdasarkan survei terhadap hampir 256.700 wanita di seluruh dunia, majalah CEOWORLD merilis peringkat tahunan Best Countries for Women." tulis CEOWORLD dalam laporan World’s Best Countries For Women, 2020.

"Bagi lebih dari 10 juta orang Swedia, tidak ada diskriminasi gender. Jika Anda berasal dari AS atau dari Timur, Anda akan menemukan wanita memainkan peran yang lebih proaktif dalam kehidupan sehari-hari." jelas laporan tersebut.

Denmark dan Belanda masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Norwegia berada di peringkat ke-4. Delapan dari sepuluh negara terbaik untuk wanita berada di Eropa, yakni Finlandia (Ke-6), Swiss (Ke-7), Prancis (Ke-9), dan Jerman (Ke-10). Untuk peringkat ke-5 diduduki oleh Kanada dan Selandia Baru menempati urutan ke-8.

Peringkat 1-10 negara terbaik untuk perempuan versi majalan CEOWORLD tahun 2020.[CEOWORLD]
Peringkat 1-10 negara terbaik untuk perempuan versi majalan CEOWORLD tahun 2020.[CEOWORLD]

Di benua Asia, Jepang menduduki peringkat pertama sebagai negara terbaik untuk perempuan, secara global di urutan ke-15. Kemudian disusul Singapura di posisi 19 secara global, sekaligus peringkat pertama di Asia Tenggara.

Indonesia sendiri menempati urutan ke-87, tepat di bawah Maldives dan di atas Vietnam secara global.

Peringkat tersebut dinilai dari 9 aspek yakni kesetaraan gender, persentase kursi legislatif yang dipegang oleh wanita, rasa aman (perempuan 15 tahun ke atas yang melaporkan merasa aman saat berjalan sendirian di malam hari), kesetaraan pendapatan, kepedulian terhadap hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan, rata-rata tahun pendidikan di antara perempuan, perempuan berusia 25 dan lebih tua yang terlibat dalam pekerjaan berbayar, dan inklusi perempuan dalam masyarakat.

"Ada pola universal diskriminasi dan kejahatan terhadap perempuan, tetapi volume dan intensitas berbeda dari satu negara ke negara lain. Faktor-faktor regional, ras, dan sosial-ekonomi memainkan peran penting dalam menentukan kesetaraan gender." tulis CEOWORLD.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pembunuhan Hijaber Vina Aisyah Dimulai dari Warung Kopi Mantri 321

Kisah Pembunuhan Hijaber Vina Aisyah Dimulai dari Warung Kopi Mantri 321

Jatim | Sabtu, 27 Juni 2020 | 12:26 WIB

Detik-detik Hijaber Vina Aisyah Dihabisi, Kepala Dipukul 7 Kali Pakai Besi

Detik-detik Hijaber Vina Aisyah Dihabisi, Kepala Dipukul 7 Kali Pakai Besi

Jatim | Sabtu, 27 Juni 2020 | 11:37 WIB

Ya Allah Demi Duit Rp 50 Ribu, Rifat Tega Habisi Nyawa Hijaber Vina Aisyah

Ya Allah Demi Duit Rp 50 Ribu, Rifat Tega Habisi Nyawa Hijaber Vina Aisyah

Jatim | Sabtu, 27 Juni 2020 | 11:24 WIB

Terkini

Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?

Beban Pajak Mencekik, Daya Beli Sekarat: Di Mana Batas Lelah Kelas Menengah?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 17:50 WIB

Bukan Sekadar Rasa Gurih, Ghea Indrawari Punya Alasan Khusus Suka Mi Ayam

Bukan Sekadar Rasa Gurih, Ghea Indrawari Punya Alasan Khusus Suka Mi Ayam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 17:49 WIB

Suket Gibran Batal di MA, Waketum Golkar Buka Suara: Tak Boleh Dibiarkan

Suket Gibran Batal di MA, Waketum Golkar Buka Suara: Tak Boleh Dibiarkan

News | Senin, 02 November 2026 | 17:48 WIB

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 17:47 WIB

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 17:46 WIB

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

Ferry Boboho Akui Diminta Febrie Adriansyah 'Dinginkan' Uang dari Tan Kian

News | Senin, 02 November 2026 | 17:43 WIB

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

Tak Cukup Propam, Reza Minta Kemenko Polkam dan Presiden Turun Tangan Usut Penggeledahan Pesantren

News | Senin, 02 November 2026 | 17:41 WIB

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

Buntut Geledah Ponpes Pakai Senjata, Kapolri Resmi Copot Kapolres Sukoharjo!

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

Polisi Ciduk Pengedar Uang Palsu di Cengkareng, Pelaku Sempat Beli Narkoba di Kampung Ambon

News | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 17:39 WIB

×