Kebun Binatang Putar Otak Agar Rusa Tak Dipotong untuk Makan ke Macan

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 27 Juni 2020 | 21:09 WIB
Kebun Binatang Putar Otak Agar Rusa Tak Dipotong untuk Makan ke Macan
Singa

Sementara untuk satwa herbivora, substitusi pakan dilakukan dengan mengganti apel yang mahal dengan apel yang murah.

Sulhan menyadari substitusi pakan pada satwa karnivora lambat laun akan berdampak pada berkurangnya bobot tubuh hewan-hewan pemakan daging tersebut.

"Ada pengaruh, dalam jangka panjang akan menjadi dampak. Tapi, kalau jangka pendek tiga bulan, enam bulan, nggak apa-apa. Dampaknya lebih kurus sedikit karena kan gizi antara daging ayam sama sapi, beda. Protein, seratnya juga beda," ujar Sulhan yang merangkap sebagai humas PKBSI.

Sejauh ini, kondisi satwa karnivora diklaim dalam keadaan sehat. Sulhan menyebutkan, tim dokter terus mengevaluasi kondisi satwa koleksi Bazoga, terutama yang masuk dalam kategori rawan punah, seperti macan tutul dan harimau sumatera. Bazoga memiliki tiga ekor macan tutul dan dua ekor harimau sumatera.

"Jadi karena kita kebun binatang di Indonesia yang jadi fokus kita adalah satwa asli Indonesia atau endemik Indonesia. Macan tutul, harimau sumatera, itu yang kita fokuskan. Kalau yang lain kan dari luar. Harimau Benggala dari India, singa dari Afrika, itu menjadi level kedua.

"Kalau kita istilahnya, yang mana yang perlu diselamatkan dulu yah, satwa kita, satwa asli Indonesia. Istilahnya critical endangered, satwa yang sangat penting. Di alam juga kan tinggal hitungan tahun bisa punah," katanya.

Namun, Sulhan berharap tidak ada satwa koleksi Bazoga yang mati karena rawan pakan.

"Jangan mati gara-gara pakan karena bakal jadi perhatian dunia. Sudah konvensi dunia harus menyelamatkan satwa endemik masing-masing," ujar dia.

Donasi dan skema pemasaran

Kesulitan yang dialami Bandung Zoological Garden turut dirasakan kebun binatang lainnya.

baca juga

Berdasarkan survei internal perhimpunan kebun binatang se-Indonesia (PKBSI) April lalu, sebanyak 92,11% kebun binatang di Indonesia hanya mampu menyediakan pakan kurang dari satu bulan karena dampak.

Di Solo, Jawa Tengah, penutupan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sejak 16 Maret lalu praktis menyebabkan tidak ada pemasukan dari penjualan tiket. Hal ini berdampak langsung pada kemampuan pengelola TSTJ untuk menyediakan pakan bagi satwa-satwa mereka.

Direktur Utama TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan keuangan yang dimiliki pihak pengelola diperkirakan hanya sampai tiga bulan ke depan. Padahal untuk memenuhi biaya kebutuhan pakan setiap bulannya mencapai Rp120 juta.

Dari jumlah tersebut, Pemkot Solo hanya membantu senilai Rp100 juta per bulan sehingga masih terdapat kekurangan senilai Rp20 juta.

"Bantuan itu hanya selama Mei, Juni dan Juli saja. Jadi masih kurang Rp20 juta. Terus kita kumpulkan teman-teman pecinta satwa untuk membuat donasi pakan," terang Bimo kepada wartawan Fajar Sodiq, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Setelah gagasan program donasi pakan itu disampaikan kepada publik, berbagai pihak menyambut baik. Bantuan-bantuan untuk pemenuhan kebutuhan pakan satwa TSJTJ mulai berdatangan, tak hanya dalam bentuk pakan, tapi juga dalam wujud donasi uang.

"Bantuan dari pemerintah Rp100 juga itu untuk membeli daging sapi, daging ayam, rumput gajah, dan buah-buahan. Sedangkan donasi yang masuk ke rekening pun cukup banyak sampai Rp300 juta," sebut Direktur Utama TSTJ Solo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso.

Dengan bantuan tersebut, Bimo memperkirakan pihaknya bisa memenuhi kebutuhan pakan untuk 405 ekor satwa yang terdiri dari 80 spesies hingga akhir September mendatang.

Akan tetapi, walau biaya kebutuhan pakan telah terpenuhi, biaya operasional pengelolaan TSTJ belum mencukupi.

"Porsi kebutuhan pakan paling banyak dan setiap hari itu daging ayam, daging sapi, rumput gajah, buah-buahan. Kami tidak melakukan perubahan atau pengurangan apapun menu pakan. Justru kami lebih berhati-hati dalam hal menjaga kesehatan satwa maupun manusianya.

Untuk menyiasati kekurangan dana, pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo muncul dengan ide pembayaran tiket di muka seharga Rp20.000 per orang, yang bisa digunakan hingga Desember 2021.

Bimo mengaku kaget dari hasil penjualan tiket itu. Sebab, dari target penjualan sebanyak 10.000 lembar tiker, ternyata yang laku terjual mencapai 62.000 lembar tiket.

"Untuk operasional membayar gaji karyawan, tagihan listrik dan air, kami menjual presale. Dengan terjual 62.000 tiket maka jumlah uangnya mencapai Rp1,2 miliar. Akhirnya, biaya pakan dan operasional tercover semua," paparnya.

Sementara itu, Janu Wahyu Widodo, salah seorang pegiat satwa yang tergabung dalam Exalos Indonesia mengatakan bahwa pengelola TSTJ selalu mengajak komunikasi untuk penanganan koleksi satwa sejak pandemi Covid-19 melanda.

"Pada waktu kami mendapatkan sebuah ide adopsi satwa. Jadi adopsi satwa itu bukan satwanya diambil, tapi untuk mengajak masyarakat membantu untuk memberi pakan," ucapnya.

Selain itu, pihak TSTJ juga melakukan penggalangan donasi.

"Jadi kondisinya walaupun tidak ada pengunjung, hewan-hewan itu tetap terawat. Di TSTJ bagus, pakan tidak dikurangi dan seperti biasa. Kebutuhan pakan sangat tercukupi," ungkapnya.

'New normal' di kebun binatang

Kini pengelola TSTJ sudah bisa bernapas lega. Pasalnya kebun binatang tersebut mulai dibuka untuk pengunjung sejak Jumat (19/06). Hanya saja, menurut Bimo, untuk pengunjung anak-anak di bawah 18 tahun, ibu hamil, dan lansia belum diperbolehkan masuk.

"Anak-anak memang belum boleh masuk, karena peraturan wali kota masih melarang untuk masuk. Nanti kalau sudah dilonggarkan baru boleh masuk," ucapnya.

Meskipun sudah dibuka, namun pihak pengelola menerapkan protokol kesehatan dengan ketat bagi pengunjung.

Pengunjung yang akan masuk harus melewati pemeriksaan bilik disinfektan, pengecekan suhu, hingga penggunaan hand sanitizer. Bahkan jumlah pengunjung yang masuk juga dibatasi.

"Kami tidak terlalu ambisius untuk jumlah pengunjung, hanya 1.000 pengunjung dibagi dua gelombang masing-masing 500 pengunjung. Gelombang pertama pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB, gelombang kedua pukul 13.00 hinga 16.00 WIB," sebutnya.

Adapun Bandung Zoological Garden mulai dibuka pada Sabtu (27/06). Pembukaan ini sesuai dengan keputusan pemerintah kota Bandung yang diterima oleh manajemen kebun binatang pada Kamis (25/06).

Pembukaan Bazoga disertai dengan pengetatan protokol kesehatan dan penyediaan fasilitas untuk menyambut 'new normal', seperti 16 unit wastafel, pembatasan jarak di setiap kandang satwa dan tempat duduk, fasilitas hand sanitizer, pengukuran suhu, dan lain-lain.

"Beberapa hal sudah kami persiapkan di pintu masuk seperti portir, security, dan juga penjaga loket yang menggunakan masker, sarung tangan dan juga face shield," kata Sulhan, juru bicara Bazoga.

Pengunjung, menurutnya, akan diminta menggunakan masker. Jika aturan ini tidak dituruti, mereka tidak diperkenankan masuk Bazoga.

Pada pembukaan ini, tiket tetap seharga Rp.40.000, namun ada beberapa fasilitas yang ditutup.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, saat datang ke kebun binatang meminta foodcourt tidak dibuka untuk sementara guna menghindari penularan Covid 19 di area tersebut.

Lantas, Sulhan mengatakan Bazoga berencana menghilangkan sejumlah atraksi dan permainan agar mencegah penularan virus corona terhadap satwa, seperti foto dengan ular dan burung, termasuk meniadakan gajah tunggang dan kuda tunggang.

Kebun binatang Bandung adalah destinasi wisata terkini populer yang diperbolehkan buka di Jawa Barat setelah Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat, Taman Safari di Bogor, dan Taman Hewan Cikembulan di Garut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:00 WIB

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:12 WIB

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:19 WIB

Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi

Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:45 WIB

Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:59 WIB

Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

Berapa Gaji Dirut Kebun Binatang Surabaya Chairul Anwar? Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:41 WIB

Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator

Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:15 WIB

Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

Jejak Karier Chairul Anwar, Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10 M

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:29 WIB

Dari Kebun Satwa Mini hingga Adu Ketangkasan Anjing, JIPS 2026 Jadi Tujuan Akhir Pekan Pecinta Hewan

Dari Kebun Satwa Mini hingga Adu Ketangkasan Anjing, JIPS 2026 Jadi Tujuan Akhir Pekan Pecinta Hewan

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×