Viral Perempuan Menangis Diangkat Paksa Sejumlah Pria, Diduga Kawin Tangkap

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
Viral Perempuan Menangis Diangkat Paksa Sejumlah Pria, Diduga Kawin Tangkap
Viral perempuan menangis diangkat paksa sejumlah pria, diduga praktik kawin tangkap (Instagram)

Suara.com - Publik digegerkan oleh video viral di media sosial yang berisi rekaman perempuan menangis serta berteriak saat diangkat oleh sekelompok pria. Kejadian tersebut diduga merupakan praktik kawin tangkap.

Rekaman itu diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Senin (29/6/2020).

Video berdurasi 24 detik tersebut merekam seorang perempuan diangkat dengan paksa oleh beberapa pria. Awalnya, tangan wanita itu ditarik oleh seorang pria.

Si wanita berusaha bertahan dan duduk di sebuah bangku.

Akan tetapi, usaha si wanita sia-sia saja. Itu karena sejumlah pria datang dan langsung menggotong wanita tersebut.

Beberapa pria memakai ikat kepala warna putih. Sementara laki-laki lain tampak mengenakan ikat kepala warna merah.

Wanita itu terus berteriak dan menangis saat digotong oleh para pria. Ia pun berteriak minta tolong.

Menurut informasi yang beredar, kejadian dalam video viral ini berlangsung di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Video diduga praktik kawin tangkap ini langsung memunculkan perdebatan di publik. Sebagian warganet ada yang mengecam tradisi tersebut.

baca juga

"Hah budaya macam apa ini!" komentar @annisa****

"Kawin tangkap = pemerkosaan?" ujar @samh*****.

Sementara yang lain justru belum tahu tentang tradisi kawin tangkap di Sumba ini.

"Harusnya dijelasin dong kawin tangkap itu gimana maksudnya, banyak yang bertanya-tanya termasuk gua," ujar @deniramdani23.

Viral perempuan menangis diangkat paksa sejumlah pria, diduga praktik kawin tangkap (Instagram)
Viral perempuan menangis diangkat paksa sejumlah pria, diduga praktik kawin tangkap (Instagram)

Video selengkapnya dapat disaksikan di sini.

Kawin Tangkap Ditolak

Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Emilia Nomleni meminta praktik "kawin tangkap" di Pulau Sumba yang kembali terjadi beberapa pekan terakhir atas nama apapun harus segera dihentikan.

Menurut Emilia, meskipun kawin tangkap merupakan sebuah tradisi tapi praktik itu termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Bagi saya praktik kawin tangkap atas nama apapun harus segera dihentikan karena ini merupakan tindakan melanggar hukum dan merupakan kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Emilia sebagaimana dilansir Antara, di Kupang, Senin (22/6/2020).

Ia mengatakan, bahwa bisa saja praktik kawin tangkap di Sumba itu tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi juga pada anak. Sebab, memang tidak pernah tahu perempuan-perempuan yang diculik saat sedang berada di tempat umum atau di tempat kost itu perempuan yang masih di bawah umur.

Masyarakat di pedalaman Pulau Sumba, seperti di wilayah Kodi dan Wawewa menganggap kawin tangkap adlaah budaya turun temurun.

Tradisi ini bagi mereka tak bisa dihilangkan walaupun kawin tangkap dianggap merendahkan martabat kaum perempuan.

Emilia yang juga seorang politisi PDIP mengatakan, terjadinya kesepakatan nikah antar orang tua kedua belah pihak tanpa ada persetujuan dengan anak perempuannya saja sudah melanggar hukum apalagi ini dilakukan tanpa ada persetujuan antar orang tua dan si perempuan yang diculik.

Ia menambahkan bahwa sebenarnya masalah kawin tangkap ini sudah dibicarakan dengan seluruh anggota dewan sejak sebelum muncul pandemi COVID-19.

"Waktu itu saya sempat minta sama teman-teman di DPRD akan bersama-sama mencari jalan keluar dari praktik tersebut, namun pembahasan soal kawin tangkap di Sumba itu terganjal karena adanya pandemi COVID-19 ini," terangnya

Semua pihak, menurut Emilia, harus berperan, mulai dari pemerintah daerah, wakil rakyat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta sesepuh di pulau Sumba agar praktik ini dihentikan.

Penolakan juga muncul dari dari anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla yang berasal dari daerah pemilihan Sumba.

"Saya sebagai seorang perempuan dan juga berasal dari Sumba tidak setuju dengan budaya ini jika dipertahankan karena memang sangat berdampak buruk pada kaum perempuan di Sumba," kata Ratu Ngadu.

Politisi Nasdem itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan itu justru bagian dari merampas hak hidup dari kaum perempuan di daerah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Remaja Putus Sekolah demi Nikah Muda, Baru Kawin 3 Bulan Malah Cerai

Viral Remaja Putus Sekolah demi Nikah Muda, Baru Kawin 3 Bulan Malah Cerai

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2020 | 14:06 WIB

Menyoal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba yang Dinilai Merendahkan Perempuan

Menyoal Tradisi Kawin Tangkap di Sumba yang Dinilai Merendahkan Perempuan

News | Senin, 22 Juni 2020 | 09:31 WIB

Perempuan dan Anak jadi Korban, Kawin Tangkap Marak Lagi di Sumba

Perempuan dan Anak jadi Korban, Kawin Tangkap Marak Lagi di Sumba

News | Senin, 22 Juni 2020 | 09:30 WIB

Terkini

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:36 WIB

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Shio Ciong vs Shio Hoki, Apa Bedanya dalam Ramalan Feng Shui?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:30 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Kolom Abu Vulkanik Tembus 1,3 Kilometer

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 11:29 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

7 Cara Menghilangkan Bau Apek saat AC Pertama Kali Dinyalakan di Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:25 WIB

Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta

Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:20 WIB

Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat

Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:20 WIB

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

Indonesia Kembali Bidik Kursi DK PBB 2029-2030, Sugiono Ungkap Komitmen yang Dibawa

News | Minggu, 27 September 2026 | 11:19 WIB

Sammy Simorangkir Bawakan Lagu-Lagu Kerispatih, Pestapora 2026 Larut dalam Nostalgia

Sammy Simorangkir Bawakan Lagu-Lagu Kerispatih, Pestapora 2026 Larut dalam Nostalgia

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 11:08 WIB

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

3D Printing Kini Bisa Bikin Mainan hingga Barang Medis

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 11:07 WIB

×