Muhammadiyah Desak Dialog dan Kedamaian Usai Aksi Massa Jakarta, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Ojol

Riki Chandra Suara.Com
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:31 WIB
Muhammadiyah Desak Dialog dan Kedamaian Usai Aksi Massa Jakarta, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Ojol
Ilustrasi bendera Muhammadiyah. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan resmi terkait situasi nasional yang memanas setelah aksi massa di Jakarta dan sejumlah daerah berujung bentrokan, Kamis malam (28/8/2025).

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah menyerukan dialog dan kedamaian serta meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dalam demonstrasi tersebut.

“Kami turut berdukacita atas meninggalnya saudara kita, Affan Kurniawan, dalam peristiwa unjuk rasa massa di Jakarta. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan memperoleh keadilan yang semestinya,” demikian pernyataan resmi Muhammadiyah bernomor 20/PER/I.0/I/2025 yang dimuat di halaman resmi Muhammadiyah.

Muhammadiyah mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghentikan kekerasan, dan mengutamakan kepentingan bangsa.

“Mari bersama-sama mencari solusi atas problem bangsa dengan dialog dan musyawarah disertai sikap keseksamaan yang tinggi,” katanya.

Organisasi Islam terbesar di Indonesia itu juga meminta elit politik dan pejabat negara lebih peka terhadap aspirasi masyarakat serta menjadi teladan.

“Kami meminta para elit politik untuk lebih mawas diri, melakukan introspeksi, dan tidak melukai hati rakyat,” bunyi pernyataan tersebut.

Muhammadiyah menyatakan mendukung langkah Kapolri untuk mengusut kematian Affan Kurniawan secara adil dan transparan. Aparat keamanan diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan non-kekerasan dalam menangani aksi massa.

Seruan serupa juga ditujukan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak jelas sumbernya. Muhammadiyah mengimbau publik untuk lebih bijak dalam menyikapi isu yang beredar di media sosial.

Selain itu, Muhammadiyah menyampaikan keyakinannya pada komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk berpihak pada rakyat kecil.

“Negeri ini memerlukan soliditas dan persatuan yang kokoh di tengah dinamika nasional maupun global yang penuh ketidakpastian,” tulis pernyataan tersebut.

Seruan dialog dan kedamaian dari Muhammadiyah menjadi penting di tengah meningkatnya eskalasi sosial pasca-demonstrasi Jakarta yang memicu korban jiwa. Hingga Jumat (29/8/2025), aparat masih melakukan penyelidikan terkait bentrokan tersebut, sementara sejumlah elemen masyarakat sipil mendesak evaluasi cara penanganan aksi oleh aparat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?