Perubahan Zona Risiko Covid-19, Pemda Diminta Pantau Protokol Kesehatan

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 01 Juli 2020 | 19:25 WIB
Perubahan Zona Risiko Covid-19, Pemda Diminta Pantau Protokol Kesehatan
Ilustrasi corona dan peta Indonesia

Suara.com - Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merilis data terkait pemetaan zona risiko daerah di tingkat Kabupaten dan Kota. Data per tanggal 28 Juni 2020 itu membagi pemetaan zona dalam beberapa kategori seperti hijau, kuning, orange, dan merah.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono menyebut zona dengan warna hijau artinya suatu wilayah yang tidak terdampak atau tidak ada kasus Covid-19 baru. Sementara, zona warna kuning merujuk pada wilayah dengan risiko rendah, warna orange untuk risiko sedang dan warna merah untuk risiko tinggi.

Kekinian ada 53 Kabupaten/Kota yang masuk dalam zona berwana merah, dimana kenaikan kasus Covid-19 begitu tinggi. Selanjutnya, sebanyak 177 Kabupaten/Kota dengan risiko sedang alias masuk dalam kategori zona orange.

Kemudian, sebanyak 185 Kabupaten/Kota masuk dalam zona berwana kuning. Terakhir, sebanyak 99 Kabupaten/Kota tidak ada kasus Covid-19 baru alias masuk zona berwarna hijau.

"Pada saat ini ada 53 kabupaten-kota dengan risiko kenaikan kasus tinggi, 177 kabupaten-kota dengan risiko sedang, 185 kabupaten-kota dengan risiko rendah serta ada 99 kabupaten-kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru," kata Wiku di Gedung BNPB, Rabu (1/7/2020).

Berkenaan dengan itu, Wiku menyampaikan jika peta zonasi risiko Covid-19 mengalami perubahan pada waktu ke waktu. Merujuk pada data Tim Pakar, perubahan peta zonasi risiko rendah dan tidak terdampak per tanggal 11 Mei 2020 ada 46.70 persen.

Selanjutnya per tanggal 7 Juni 2020 terjadi penurunan menjadi 44.36 persen, lalu per tanggal 14 Juni 2020 terjadi peningkatan menjadi 52.53 persen.

Kemudian, per tanggal 21 Juni 2020 meningkat menjadi 58.37 persen dan per tanggal 28 Juni 2020 kembali terjadi penurunan menjadi 55.44 persen.

Hal tersebut menunjukan jika dinamika perubahan zona risiko sering terjadi dari waktu ke waktu. Dengan demikian, Wiku memita pada setiap Pemerintah Daerah agar tetap memantau dan memastikan protokol kesehatan dengan ketat.

baca juga

"Adanya dinamika perubahan zona risiko dari waktu ke waktu, pemerintah daerah kabupaten/kota harus tetap memantau dan memastikan protokol kesehatan dengan ketat agar kasusnya tidak meningkat bahkan harusnya menurun," jelasnya.

Berikut perubahan zonasi risiko covid-19 setiap Kabupaten dan Kota:

  1. Risiko tinggi ke risiko sedang sebanyak 19 Kabupaten/Kota.
  2. Risiko sedang ke risiko tinggi sebanyak 14 Kabupaten/Kota.
  3. Risiko sedang ke risiko rendah sebanyak 31 Kabupaten/Kota.
  4. Risiko rendah ke risiko tinggi sebanyak 1 Kabupaten/Kota.
  5. Risiko rendah ke risiko sedang sebanyak 37 Kabupaten/Kota.
  6. Risiko rendah ke tidak ada kasus baru sebanyak 7 Kabupaten/Kota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugus Tugas Covid Pastikan Pendiri PKS Hilmi Aminudin Wafat karena Corona

Gugus Tugas Covid Pastikan Pendiri PKS Hilmi Aminudin Wafat karena Corona

Jabar | Rabu, 01 Juli 2020 | 18:24 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Pengaruhi Otak, Begini Gejalanya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Pengaruhi Otak, Begini Gejalanya!

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 18:09 WIB

Penumpang Garuda Tewas di Pesawat, 13 Pramugari dan Pilot Dikarantina COVID

Penumpang Garuda Tewas di Pesawat, 13 Pramugari dan Pilot Dikarantina COVID

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 17:02 WIB

Sidang Kasus Korupsi Jiwasraya Diskors, Terdakwa Ada yang Reaktif Covid-19

Sidang Kasus Korupsi Jiwasraya Diskors, Terdakwa Ada yang Reaktif Covid-19

Jogja | Rabu, 01 Juli 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman

Pernikahan: Antara Komitmen, Tuntutan Ekonomi, dan Perubahan Zaman

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Kupu-Kupu Jarang Terlihat, Apa yang Terjadi pada Lingkungan?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:56 WIB

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Pengangkutan 290 Liter Solar Subsidi di Pidie Jaya Digagalkan, Seorang Pria Diamankan

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Pelangi di Atas Cerobong: Refleksi Kritis 81 Tahun Kelistrikan Indonesia

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

Viral Lahan Bekas Masjid Dibongkar Dibangun Kopdes Merah Putih

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Eks Bupati Gowa Husniah Talenrang Punya Penyakit, Ajukan Penangguhan Penahanan

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

Disebut Blunder, Pengamat Kritik Alasan Bahlil Pangkas Ekspor Gas ke Singapura

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Harga Tiket Pesawat Nataru Bakal Turun 11-13 Persen

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:38 WIB

×