Patut Dicontoh, Nelayan di Thailand Daur Ulang Jaring jadi APD

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:08 WIB
Patut Dicontoh, Nelayan di Thailand Daur Ulang Jaring jadi APD
Ilustrasi jaring ikan.[Pexel]

Suara.com - Sebuah gerakan di Thailand, mengubah jaring nelayan yang sudah rusak, menjadi produk-produk yang dapat membantu masyarakat saat pandemi Covid-19.

Menyadur Asia One, Jumat (3/7/2020), sebuah proyek masyarakat Thailand akan membeli jaring nelayan yang sudah tidak terpakai dengan harga 10 baht (Rp 4.600) per kilogram. Jaring-jaring tersebut kemudian akan didaur ulang menjadi bahan baku untuk membuat face shield, botol disinfektan, dan produk lainnya.

"Jika tidak ada yang membeli jaring ikan saya, mereka akan menumpuk seperti gunung," kata Anan seorang nelayan di provinsi pantai timur, Rayong.

Ia termasuk di antara lebih dari 100 nelayan tradisional dari empat desa pesisir di timur dan selatan Thailand yang bergabung dalam proyek ini, yang dijalankan oleh Yayasan Keadilan Lingkungan (EJF).

Dengan 50.000 kapal penangkap ikan berskala kecil dan 10.000 kapal komersial, Thailand memiliki salah satu industri perikanan terbesar di dunia, dan juga salah satu pencemar plastik laut teratas.

Menurut data pemerintah Thailand, sekitar 74 persen penyu dan 89 persen duyung yang terdampar di pantai antara 2015 dan 2017 terluka oleh jaring yang tertinggal atau hilang di lautan.

PBB mengatakan bahwa sekitar 640.000 ton jaring ikan hanyut di lautan global setiap tahun dan menjadi "alat hantu,"

Faceshield atau pelindung muka juga disiapkan oleh pelbagai produsen dari industri otomotif. Di antaranya para car manufacturer Jepang. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Faceshield atau pelindung muka juga disiapkan oleh pelbagai produsen dari industri otomotif. Di antaranya para car manufacturer Jepang. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Proyek Menguntungkan

Selain mengatasi masalah polusi yang membandel di Thailand, proyek ini menawarkan solusi langka untuk mengatasi tantangan global.

baca juga

Perusahaan desain Thailand, Qualy, membeli sebagian besar jaring ikan yang dikumpulkan oleh EJF.

Operasi daur ulang dan pembuatannya berbasis di Thailand, tidak seperti proyek serupa di negara lain yang mengirimkan jaring ke luar negeri untuk didaur ulang.

Pekerja di pabrik daur ulang Qualy di pusat kota Ayutthaya mencuci jaring sebelum memasukkannya ke mesin penghancur yang menghasilkan butiran nilon biru untuk dicampur dengan pewarna dan kemudian dilebur untuk dicetak.

Selama pandemi, Qualy telah mengolah 700 kg jaring untuk membuat pelindung wajah, botol semprotan alkohol dan tongkat penekan tombol lift dan mesin ATM untuk menghindari kontak.

"Kami telah menjual lebih dari 100.000 tongkat bantuan selama pandemi virus corona," kata direktur pemasaran Thosaphol Suppametheekulwat dikutip dari Asia One.

Dia menolak untuk memberikan rincian keuangan tetapi menegaskan operasi daur ulang jaring tersebut menguntungkan, bahkan bisa mencapai pasar Eropa, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Virus Thailand: Flu Babi Jenis Baru Bukan Ancaman Langsung

Ahli Virus Thailand: Flu Babi Jenis Baru Bukan Ancaman Langsung

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 09:13 WIB

Pulang dari Indonesia, 4 Warga Negara Thailand Positif Covid-19

Pulang dari Indonesia, 4 Warga Negara Thailand Positif Covid-19

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 16:37 WIB

Murid Thailand Kembali ke Sekolah, Masker Wajib Dikenakan Saat Belajar

Murid Thailand Kembali ke Sekolah, Masker Wajib Dikenakan Saat Belajar

Health | Kamis, 02 Juli 2020 | 12:46 WIB

Terkini

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

14 Kode Redeem FF 29 September 2026, Segera Klaim Reward Gratis dari Garena

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:48 WIB

×