Tutup Pintu, Korea Utara Tak Mau Berunding dengan Amerika

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Tutup Pintu, Korea Utara Tak Mau Berunding dengan Amerika
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Kim Jong Un sesaat sebelum melakukan pertemuan di zona DMZ, Minggu (30/6/2019). (AFP)

Korea Utara merasa 'lelah' jadi alat politik Amerika.

Suara.com - Korea Utara melalui Wakil Menteri Luar Negeri, Choe Son Hui mengatakan pihaknya tak mau lagi berunding dengan Amerika Serikat karena merasa 'lelah' dijadikan alat politik.

Menyadur New York Post pada Minggu (05/07/2020) hal ini diungkapkan langsung oleh Choe Son Hui dalam pidatonya menjelang utusan AS tiba di Seoul, Korea Selatan untuk membahas denuklirisasi Korea Utara.

Menurutnya, negosiasi antara Washington dan Pyongyang pada dasarnya tidak membuahkan hasil.

"Kami tidak merasa perlu untuk bertatap muka dengan AS, karena tidak menganggap dialog DPRK-AS sebagai tidak lebih dari alat untuk menghadapi krisis politiknya," kata Choe.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyarankan pada hari Rabu agar Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu kembali sebelum pemilu AS untuk memecahkan kebuntuan.

Presiden Amerika Serikat  Donald Trump . [Foto / AFP]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

Keesokan harinya, mantan penasihat keamanan Trump John Bolton mengatakan kepada wartawan di New York bahwa Trump mungkin menjadwalkan pertemuan puncak dengan Kim sebelum pemilihan sebagai "Kejutan Oktober."

Seperti yang diketahui, AS dan Korea Selatan terus melakukan upaya denuklirisasi dengan Korea Utara sejak 2018. Donald Trump bahkan bertemu sudah langsung dengan Kim Jong Un untuk memuluskan upaya ini.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Gambar ini diambil pada 2 Maret 2020. [AFP]
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Gambar ini diambil pada 2 Maret 2020. [AFP]

Sayangnya dalam beberapa kali pertemuan, mereka tak ada kata sepakat tentang penghapusan senjata nuklir tersebut.

2020 adalah tahun paling payah bagi hubungan antar-negara ini karena Korea Utara terlanjur marah besar dengan aksi propaganda pembelot di perbatasan Korea Selatan dan mulai memunculkan ketegangan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS