Diduga Mengeksploitasi Monyet, Produsen Olahan Kelapa Ini Diboikot

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 05 Juli 2020 | 20:42 WIB
Diduga Mengeksploitasi Monyet, Produsen Olahan Kelapa Ini Diboikot
Ilustrasi minyak kelapa. (pixabay.com/@moho01)

Suara.com - Toko-toko di Inggris menghapus produk olahan dari kelapa karena diduga mempekerjakan monyet secara paksa dalam proses pembuatannya.

Menyadur South China Morning Post (SCMP), empat retailer Inggris menghapus produk olahan kelapa dari Thailand, setelah muncul laporan bahwa dalam proses pembuatannya melibatkan monyet, hewan tersebut digunakan oleh beberapa peternakan untuk memetik buah.

Surat kabar Telegraph menerbitkan laporan mengutip penyelidikan oleh kelompok pemerhati hewan PETA Asia, yang menyoroti penggunaan monyet kuncir yang diambil dari alam liar di Thailand dan dilatih secara paksa untuk memanen kelapa yang digunakan membuat santan, daging buah, tepung, minyak, dan produk lainnya.

Menurut PETA Asia, petani yang menggunakan praktik tersebut, produknya dijual oleh dua produsen utama santan di Thailand yakni Aroy-D dan Chaokoh.

Salah satu toko bernama Asda, mengatakan bahwa mereka menghapus produk bermerek Aroy-D dan Chaokoh dari penjualan sembari mereka menyelidiki laporan tersebut dengan para pemasoknya.

Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)
Ilustrasi monyet - (Pixabay/da-holledauer)

"Kami mengharapkan pemasok kami untuk menegakkan standar produksi tertinggi setiap saat dan kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan hewan dalam rantai pasokan kami," kata pihak Asda dikutip dari SCMP.

Seorang juru bicara untuk Sainsbury mengatakan bahwa pihaknya secara aktif meninjau wilayahnya dan menyelidiki masalah tersebut. "Kami juga berhubungan dengan PETA UK untuk mendukung penyelidikan kami," katanya.

Konservatif Carrie Symonds, tunangan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menyambut baik langkah para penjual dan mendesak toko-toko Inggris lainnya untuk melakukan hal yang sama.

"Saya senang ketika Waitrose, Co-op, Boots & Ocado bersumpah untuk tidak menjual produk yang menggunakan tenaga monyet, sementara Morrisons telah menghapus ini dari toko-tokonya," kata Symonds di Twitter.

baca juga

Tesco, pengecer terbesar di Inggris, mengatakan santan dan air kelapa merek sendiri tidak menggunakan tenaga kerja monyet dalam produksinya dan tidak menjual produk bermerek yang diidentifikasi oleh PETA.

"Kami tidak mentolerir praktik ini dan akan menghapus semua produk yang diketahui telah menggunakan tenaga monyet selama produksinya," kata juru bicara Tesco.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamie Vardy 100 Gol di Liga Inggris, Rodgers: Kehormatan Bisa Melatihnya

Jamie Vardy 100 Gol di Liga Inggris, Rodgers: Kehormatan Bisa Melatihnya

Bola | Minggu, 05 Juli 2020 | 17:55 WIB

Chelsea Konfirmasi Cedera N'Golo Kante

Chelsea Konfirmasi Cedera N'Golo Kante

Bola | Minggu, 05 Juli 2020 | 15:55 WIB

Dikira Hewan, Pemburu Malah Tembak Teman Sendiri Hingga Tewas

Dikira Hewan, Pemburu Malah Tembak Teman Sendiri Hingga Tewas

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 17:27 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×