alexametrics

Tengku Zul: Ada Partai di Indonesia Kirim Kader ke Partai Komunis China

Reza Gunadha | Ruhaeni Intan
Tengku Zul: Ada Partai di Indonesia Kirim Kader ke Partai Komunis China
Wakil Ketua MUI Tengku Zulkarnain. [Twitter]

"Buktinya ada kader-kader partai tertentu di Indonesia yang dikirim ke China belajar dengan Partai Komunis China," kata Tengku Zul.

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain masih meyakini paham komunis di Indonesia akan kembali bangkit.

Hal ini sehubungan dengan adanya usulan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sempat mencuat.

Tengku Zul merasa yakin lantaran ia menemukan berbagai fakta di lapangan, salah satunya adalah temuan beberapa kader partai di Indonesia yang menurutnya sengaja dikirim ke China untuk belajar dari Partai Komunis China.

"Yang mati itu partainya, partai komunis. Sedangkan paham ideologi itu tidak mati, masih tetap hidup. Buktinya ada kader-kader partai tertentu di Indonesia yang dikirim ke China belajar dengan Partai Komunis China. Ngapain kalau dia enggak senang sama PKI belajar sama PKI China? Ngapain Partai Komunis China dijadikan guru?" ujarnya dalam acara Apa Kabar Indonesia di YouTube TV One.

Baca Juga: Diprotes Ormas Antikomunis, 20 Juli Waktu Terakhir Pemerintah Bahas RUU HIP

Tengku Zul dalam acara Apa Kabar Indonesia TV One (YouTube).
Tengku Zul dalam acara Apa Kabar Indonesia TV One (YouTube).

Pernyataan ini pun didukung oleh Ketua PA 212 Slamet Maarif yang juga diundang dalam acara yang sama. Ia bahkan mengancam akan mendatangkan massa demonstran yang lebih banyak apabila RUU HIP tak kunjung dicabut dan masih terus dibahas.

Menurutnya, perdebatan ideologi pancasila sudah dianggap final sehingga tak perlu ada wacana untuk mengubahnya menjadi ekasila atau trisila.

"Dengan Dekrit 5 Juli [1959] sudah selesai urusan Pancasila. Maka jangan ada yang menafsirkannya dengan selera masing-masing," katanya.

Slamet Maarif juga mengaku mendapat bukti yang kuat terkait kebangkitan komunisme di Indonesia.

"Mereka sudah berani terang-terangan membuat buku seperti saya bangga anak PKI, lalu Anak PKI masuk parlemen. Kemudian sudah berani membuat simposium-simposium pertemuan anak keturunan komunis, yang ingin membangkitkan neokomunis. Fakta yang kami temukan di lapangan, ditemukan pula berbagai kaos, logo dan sebagainya," katanya.

Baca Juga: Tengku Zul Protes Pajak, Ferdinand: Cerdas Dikit, Itu Bantu Orang Miskin!

Komentar