23 Anak Jadi Korban Pelecehan di Gereja Depok, Ferdinand: Hukum Mati Pelaku

Reza Gunadha, Ruhaeni Intan

Rabu, 08 Juli 2020 | 15:42 WIB
23 Anak Jadi Korban Pelecehan di Gereja Depok, Ferdinand: Hukum Mati Pelaku
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Puri Cikeas, Bogor. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melayangkan kritik tajam kepada institusi gereja. Hal ini sehubungan dengan adanya kasus pelecehan seksual yang menimpa 23 anak di sebuah Gereja Katolik di kawasan Depok, Jawa Barat.

Melalui akun Twitter-nya @FerdinandHaean3, politisi yang aktif di media sosial itu berharap agar pelaku pelecehan seksual dihukum seberat-beratnya. Ia juga meminta agar pelaku dikenai pasal berlapis.

"Pak polisi, mohon pelaku ini kenakan pasal berlapis-lapis, jangan dikasih hati sedikitpun pelaku-pelaku yang bejat seperti ini," kata @FerdinandHaean3 via Twitter.

Ferdinand minta pelaku pelecehan dihukum mati (Twitter).
Ferdinand minta pelaku pelecehan dihukum mati (Twitter).

Bahkan, ia meminta pelaku dihukum mati lantaran kesalahan yang diperbuat dinilai telah melampaui batas. Pelecehan yang dilakukan oleh pelaku juga dianggap menghina martabat banyak orang.

"Kalau sekiranya ada ancaman hukuman mati, dihukum mati saja. Manusia seperti ini tak layak hidup di muka bumi. Kelakuan hina, moral sampah!!" katanya.

Sebelumnya, kanal YouTube VOA Indonesia merilis video pengakuan para korban yang diduga telah dilecehkan oleh seorang oknum gereja berinisial SPM. Pelecehan seksual yang menimpa 23 anak itu bahkan berlangsung selama 20 tahun hingga sang anak kini telah tumbuh dewasa.

Salah seorang ayah korban bercerita jika anaknya pernah disodomi oleh pelaku hingga mengakibatkan trauma dan luka mendalam baik bagi korban maupun anggota keluarga lainnya.

"Anak saya dilecehkan oleh pelaku sampai 7 kali. Kemaluan pelaku ditempelkan kepada anak saya kemudian anak saya dianal," ungkap ayah korban dalam video yang tayang di kanal YouTube VOA Indonesia, Senin (6/7/2020).

Hingga saat ini, laporan yang masuk ke kepolisian baru dua orang. Padahal, setelah kasus ini ramai, total korban bertambah dari semula belasan, kini telah mencapai 23 orang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Pelecehan, Cinta Kuya Takut Beritahu Uya Kuya

Alami Pelecehan, Cinta Kuya Takut Beritahu Uya Kuya

Entertainment | Rabu, 08 Juli 2020 | 14:12 WIB

Diburu Polisi, Tersangka Pelecehan Seksual Eks Kepala P2TP2A Ada di Banten

Diburu Polisi, Tersangka Pelecehan Seksual Eks Kepala P2TP2A Ada di Banten

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 10:19 WIB

Punya Tetangga Obsesif, Curhat Perempuan yang Dilecehkan Selama Lockdown

Punya Tetangga Obsesif, Curhat Perempuan yang Dilecehkan Selama Lockdown

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2020 | 09:48 WIB

Curhat Wanita Dipaksa Layani Berahi Abdi Negara saat Berada di Rumah Sakit

Curhat Wanita Dipaksa Layani Berahi Abdi Negara saat Berada di Rumah Sakit

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 17:18 WIB

Menteri PPPA Minta DPR Prioritaskan Kembali RUU PKS

Menteri PPPA Minta DPR Prioritaskan Kembali RUU PKS

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 11:08 WIB

Perkosa Anak di Rumah Aman, Kepala P2TP2A Lampung Terancam Kebiri

Perkosa Anak di Rumah Aman, Kepala P2TP2A Lampung Terancam Kebiri

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 20:49 WIB

Takut karena Diancam Pelaku, Kenali Tanda Pelecehan Seksual terhadap Anak

Takut karena Diancam Pelaku, Kenali Tanda Pelecehan Seksual terhadap Anak

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 15:59 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×