Politikus Gerindra: Air Laut Bisa Disedot Buat Reklamasi Ancol

Reza Gunadha, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 19 Juli 2020 | 19:44 WIB
Politikus Gerindra: Air Laut Bisa Disedot Buat Reklamasi Ancol
Mohamad Taufik,. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Suara.com - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menyatakan, proyek reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol tak memerlukan bahan lain, selain yang didapat dari proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

Taufik menyebut ada kemungkinan penggunaan teknologi baru untuk mengurangi kekurangan material membuat lahan imitasi.

Teknologi baru yang dimaksud Taufik adalah dengan cara menyedot air laut. Nantinya kawasan yang akan menjadi lokasi reklamasi akan dibatasi dengan tanggul untuk memisahkan air.

Selanjutnya air yang tertampung di dalam tanggul akan disedot habis sampai membuat daratan baru.

Dengan demikian, tidak diperlukan material tambahan untuk memperluas Ancol selain lumpur dan tanah dari kerukan sungai, waduk, dan proyek pembuatan MRT.

"Sekarang itu kalau soal reklamasi teknologinya banyak. Ada yang tak pakai diuruk. Disedot airnya. Bendung dulu, airnya disedot," ujar Taufik di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (19/7/2020).

Kendati demikian, Taufik mengaku belum bisa memastikan penggunaan teknologi itu.

Sejauh ini, kata Taufik, lahan reklamasi hanya dibuat dari tanah dan waduk buangan proyek JEDI.

"Kan kita belum tahu dari mana. Sementara ini bahwa buatnya itu dari pengerukan itu," katanya.

baca juga

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sendiri menilai tak menggunakan bahan dari tempat lain merupakan perbedaan antara reklamasi Ancol dengan pulau buatan sebelumnya saat era mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

"Kan makanya tadi saya bilang ada perbedaan antara reklamasi. Kalau reklamasi ngapain bertahun-tahun diuruk? Setahun juga kelar."

Sebelumnya, Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menganggap rencana Gubernur Anies Baswedan melakukan reklamasi Ancol dari tanah dan lumpur hasil kerukan sungai dan waduk tak memungkinkan.

Pasalnya material untuk membuat daratan tak bisa diambil hanya dari bahan hasil kerukan saja.

Diketahui Anies melakukan reklamasi Ancil dengan dalih ada tanah dan lumpur buangan hasil program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau proyek darurat penanggulangan banjir Jakarta. 13 sungai dan 5 waduk dikeruk dalam program itu.

Hasil kerukan itu lantas dibuang ke kawasan Ancol Timur. Lalu sejak 2009 proyek ini berjalan, disebut sudah ada 20 hektare lahan yang terbentuk karena lumpur dan tanah itu.

Anies lantas berdalih ingin menggunakan lahan yang sudah terbentuk itu demi kepentingan rakyat. Karena itu ia menerbitkan Keputusan Gubernur untuk mengizinkan reklamasi kawasan Ancol.

Namun Ahok menganggap pembuatan daratan baru tak bisa hanya mengandalkan progrm JEDI. Pasalnya diperlukan juga bahan lain seperti pasir.

"Harus ada pasir laut untuk reklamasi. Itu yang saya tahu," ujar Ahok saat dihubungi Suara.com, Senin (13/7/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siasat Gerindra Muluskan Reklamasi Ancol, Ajak Parpol Lain Gowes Sepeda

Siasat Gerindra Muluskan Reklamasi Ancol, Ajak Parpol Lain Gowes Sepeda

News | Minggu, 19 Juli 2020 | 15:14 WIB

Wagub DKI dan Gerindra Kompak Bantah Mainkan Isu Agama Demi Reklamasi Ancol

Wagub DKI dan Gerindra Kompak Bantah Mainkan Isu Agama Demi Reklamasi Ancol

News | Minggu, 19 Juli 2020 | 14:52 WIB

Riza Sebut Raperda Soal Reklamasi Ancol Sudah di Tangan DPRD

Riza Sebut Raperda Soal Reklamasi Ancol Sudah di Tangan DPRD

News | Minggu, 19 Juli 2020 | 10:41 WIB

Pengamat Pertanyakan Alasan Anies Keluarkan Diskresi Demi Reklamasi Ancol

Pengamat Pertanyakan Alasan Anies Keluarkan Diskresi Demi Reklamasi Ancol

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 13:37 WIB

Anies Bisa Dipenjara 5 Tahun karena Reklamasi Ancol Tak Sesuai Perda

Anies Bisa Dipenjara 5 Tahun karena Reklamasi Ancol Tak Sesuai Perda

News | Jum'at, 17 Juli 2020 | 12:28 WIB

Reklamasi Ancol, KIARA Sindir Pembicara ILC: Jangan Religius sama Seseorang

Reklamasi Ancol, KIARA Sindir Pembicara ILC: Jangan Religius sama Seseorang

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 10:54 WIB

Debat Sengit Geisz Chalifah dan KIARA soal Reklamasi Era Ahok dan Anies

Debat Sengit Geisz Chalifah dan KIARA soal Reklamasi Era Ahok dan Anies

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 10:18 WIB

Terkini

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:35 WIB

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:24 WIB

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:21 WIB

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:16 WIB

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam

News | Senin, 22 Juni 2026 | 20:07 WIB

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:42 WIB

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:38 WIB

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:36 WIB

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:26 WIB

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional

News | Senin, 22 Juni 2026 | 19:21 WIB